Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Firasat Haruka.


__ADS_3

Putri Yuri merasa sangat kesal dengan diri Pamannya yang tidak pernah mengerti dengan keadaannya, Lu Meng yang melihat sikap dari Keponakannya itu tampak sangat terkejut, ia kemudian mencoba untuk mendekati Putri Yuri yang saat itu tampak kecewa dengan dirinya.


"Baiklah, aku akan meminjamkan Gadhaku kepada dirimu, tetapi kau harus berhati-hati dalam bertindak, aku sangat paham akan kau gunakan apa Gadhaku itu, ingatlah Yuri Pamanmu ini hanya ingin yang terbaik untuk dirimu." Ucap, Paman Lu Meng yang segera membelai Rambut panjang Putri Yuri.


Putri Yuri yang melihat sikap dari Pamannya yang begitu sangat lembut dengan dirinya membuatnya merasa senang, Putri Yuri kemudian segera menatap Wajah Paman Lu Meng dengan sedikit tersenyum kecil dihadapannya.


"Baiklah, malam ini aku ingin meminjam Gadha milikmu, dan aku akan mencari dimana Kaisar Yu itu berada." Ucap, Putri Yuri yang masih menatap Wajah Pamannya.


Lu Meng yang melihat sikap dari Keponakannya begitu amat keras kepala, membuatnya merasa sangat kewalahan menghadapi Keponakan Perempuannya itu. Putri Yuri kemudian segera memeluk tubuh Pamannya sebagai tanda terima kasih dan juga rasa sayang darinya.


"Hm, Kaisar Yu biadab tunggu pembalasan dariku!" Dalam benak Putri Yuri, raut Wajahnya tampak begitu sangat mengerikan.


^°^°^


Haruka yang tengah terpejam dengan perlahan ia segera membuka sepasang Matanya, dia menatap ke arah langit-langit atap Rumah, Haruka kemudian segera mengangkat tubuhnya dengan perlahan ia kemudian menoleh ke arah Pangeran Kichiro yang tengah menyandarkan tubuhnya dibelakang dinding Rumah, terlihat Wajah dari Pangeran Kichiro terlihat sangat penat, ia beristirahat dengan sangat nyenyak.


Haruka kemudian segera memalingkan pandangannya, dengan perlahan ia bangkit dari duduknya. Ketika Haruka tengah berjalan untuk dapat keluar dari dalam Rumah Kayu, Pangeran Kichiro yang saat itu tengah tertidur dengan perlahan ia membuka sepasang Matanya, dilihatnya diri Haruka yang tidak ada disampingnya membuat Pangeran Kichiro terkejut, lalu dia segera menatap Ke arah samping kanan, terlihat Haruka yang tengah berjalan untuk dapat keluar dari dalam Rumah Kayu itu.

__ADS_1


"Kau sudah terbangun?" ucap, Pangeran Kichiro yang segera bangkit dari duduknya.


Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran Kichiro, membuatnya menghentikan langkah, dengan segera Haruka melirik ke arah belakang untuk dapat menatap diri Pangeran yang saat itu tengah berjalan menghampiri dirinya.


"Hmm, entah mengapa aku begitu sangat merasa tidak nyaman, Changyi jika kau merasa sangat lelah baiknya kau tetap disini, aku tidak bisa tinggal diam ditempat ini sedangkan saat ini aku tidak pernah tau bagaimana keadaan Putri Kirana saat ini." Ucap, Haruka yang segera membuka pintu kayu yang tengah tertutup rapat.


Pangeran Kichiro yang mendengar ucapan dari Haruka, membuatnya tidak bisa membiarkan Wanita itu meninggalkan dirinya.


"Padahal tubuhnya masih belum pulih dengan sempurna, tetapi tekadnya begitu sangat besar untuk bertemu dengan Kirana, dia tidak pernah tau saat ini orang yang tengah ia cari seperti apa, tetapi dalam pandangan Haruka, Kirana tetaplah seorang teman yang sangat baik terhadap dirinya." Dalam benak Pangeran Kichiro yang masih tengah menatap diri Haruka.


"Aku akan ikut dengan dirimu." Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah menatap tubuh Haruka dari arah belakang.


Haruka yang saat itu tengah mengelus tubuh Kuda jantan Putih itu, segera ia melirik ke arah samping kanan untuk dapat melihat diri Pangeran.


"Sebenarnya ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan dirimu, aku sungguh terkesan kau begitu sangat ingin membantu diriku meskipun aku sendiri tidak pernah tau apa maksud dari tujuanmu, aku rasa apa yang kau inginkan tidak sebanding dengan pengorbanan yang kau berikan." Jawab Haruka dengan sedikit tersenyum kecil, sambil memperlihatkan sepasang Mata sinis terhadap diri Pangeran.


Pangeran Kichiro yang mendengar perkataan dari diri Haruka membuatnya tersenyum kecil, ketika ia dapat melihat sikap dari Haruka yang tidak pernah berubah.

__ADS_1


"Terserah apa katamu, tetapi aku sangat ingin berjumpa dengan Pria yang bernama Xiao Chen itu, aku sungguh sangat tidaklah sabar untuk bertarung dengan dirinya." Ucap, Pangeran Kichiro yang terlihat sangat serius dengan perkataannya itu.


Haruka yang mendengarnya hanya terdiam, kemudian dia segera menunggangi Kuda Putih yang tengah berada dihadapannya itu.


"Hmmh! Kalau begitu lekas lah naik, aku paling tidak suka mengulur waktu hanya untuk sesuatu yang tidak penting, seperti ucapanmu." Ucap, Haruka dengan tatapan dari sepasang Mata biru yang terlihat sangat dingin, lalu dengan cepat Haruka memalingkan pandangannya.


Pangeran Kichiro yang melihat sikap sinis dan dingin dari diri Haruka membuatnya merasa tertantang dengan sikap dinginnya itu.


"Hm baiklah, dasar Wanita dingin, tersenyum pun tidak, apa kau tau perkataanmu itu seperti panah beracun." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera berjalan untuk dapat mendekati diri Haruka, lalu dengan cepat Pangeran Kichiro meloncat ke atas tubuh Kuda putih itu.


Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran, dengan segera ia memperlihatkan raut Wajah tidak suka dan juga kesal. Pangeran Kichiro yang sudah paham dengan sifat dari Haruka kemudian dia mencoba untuk menggoda Wanita itu lagi dengan kata-kata manisnya.


"Tapi tak apa, aku sangat menyukainya." Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah berada dibelakang tubuh Haruka.


"Berhenti bicara, atau aku akan meninggalkan dirimu ditempat ini!" Ucap, Haruka yang merasa sangat tidak menyukai perkataan dari diri Pangeran.


Pangeran Kichiro kemudian segera terdiam, Haruka yang tidak mendengar perkataan apapun keluar dari dalam mulut Pria itu, membuatnya dengan cepat menarik tali Kuda dan membiarkannya berjalan menyusuri jalanan ditengah malam yang gelap.

__ADS_1


__ADS_2