Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
33


__ADS_3

kaisar Dikkan menatap Putrinya.


"Putriku, kemarilah."


"Baik, Ayah." Ucap Puteri Kina dengan sedikit terkejut.


Putri Kina menuruni tangga dan segera menemui Ayahnya.


"Salam." Ucap Kina senga sopan memberi hormat kepada Kaisar Yu dan Pangeran Kichiro.


"Ini adalah Putri Bungsuku Kina" Ucap Kaisar Dikkan yang menatap Kina.


Kaisar dan Pangeran Kichiro menatap Kina. "Senang berjumpa dengan anda Putri Kina."


Putri Kina menatap Kichiro dengan tersenyum. "Senang juga bertemu dengan Pangeran."


"Kaisar Yu dan Pangeran Kichiro anda bisa ikut saya sebentar ke ruangan, saya ingin membicarakan sesuatu." Ucap Kaisar Dikkan.


"Baikklah." Ucap Kaisar Yu.


"Mari." Kaisar Dikkan mempersilahkan.


"Ayah, aku akan buatkan minuman untuk kalian." Ucap Puteri Kina.


"Terimakasih Putriku." Ucap Kaisar Dikkan.


Mereka meninggalkan Putri Kina.


Putri Kina segerq berjalan ke dapur Istana.


"Tampan sekali, dia harus menjadi milikku! ucap Kina dengan perasaan senang.


Didalam ruangan Kaisar Dikkan.


"Sebenarnya ada apa kau mengundangku ke Istanamu?? ucap Kaisar Yu dengan bingung.

__ADS_1


"Aku sebenarnya ingin meminta bantuan pada kalian." Ucap Kaisar Dikkan.


"Bantuan ?? Apa yang dapat kami bantu?? ucap Kaisar Yu dengan serius.


"Kau memiliki seorang anak laki-laki sementara aku tidak, aku ingin kau dan putramu turut membantuku dalam pertempuran melawan Kerajaan Kilen." Ucap Kaisar Dikkan yang menatap Kichiro.


"Kami pasti akan membantu." Ucap Kaisar Yu.


Putri Kina segera memasuki ruangan dan berjalan mendekat.


Putri Kina meletakkan minuman di meja


sambil memandang Pangeran Kichiro,


Kaisar dikkan memperhatikan putrinya yang terlihat sangat menyukai Kichiro.


"Silahkan Pangeran." Ucapnya sambil meletakkan minuman.


"Terimakasih." Ucap Kichiro.


"Pangeran Kichiro, sepertinya putriku tertarik padamu." Ucap Kaisar Dikkan yang menatap Kichiro.


"Benarkah? tanya Kaisar Yu dengan menatap Kaisar Dikkan.


"Saya tidak lah tau akan hal itu Kaisar." Ucap Kichiro yang menatap Kaisar Dikkan.


"Jika memang suka, mengapa tidak disatukan saja, bukankah begitu Kaisar Yu? Ucap Kaisar Dikkan yang menatap Kaisar Yu.


"Jika PangeraK kichiro bersedia, kenapa tidak." Ucap Kaisar Yu yang menatap Kichiro.


Pangeran Kichiro menatap Kaisar Dikkan. "Putri Kina sangatlah baik, usianya masih kecil, jika menikah bukan kah akan membebani dirinya?."


"Tapi jika putriku bersedia itu tidaklah masalah." Ucap Kaisar Dikkan.


"Saya akan menanyakan masalah ini nanti dengan Istri saya terlebih dahulu Kaisar." Ucap Kichiro.

__ADS_1


"Bukan kah sudah hal biasa seorang pangeran memiliki banyak selir? Istrimu itu pasti akan mengerti." Ucap Kaisar Dikkan.


"Saya tau, tapi tidak ada salahnya bertanya pada istri sendiri, bukankah wanita juga memiliki perasaan, dia bukan lah barang yang dapat dibeli ataupun diganti dengan yang baru." Ucap Kichiro.


"Kawanku biarkan Kichiro berbicara pada istrinya terlebih dahulu." Ucap Kaisar Yu.


"Tapi bukankah dia juga sudah memiliki dua selir? Apa salahnya menambah satu lagi." Ucap Kaisar Dikkan.


"Saya harap Kaisar dapat mengerti maksud saya, saya tidak ada niatan untuk menolak Putri Kina, saya hanya memerlukan sedikit waktu untuk bicara pada istri sah saya, karna biar bagaimana pun dia berhak ikut campur dalam masalah ini." Balas Kichiro.


"Baiklah saya akan menunggumu." Ucap Kaisar Dikkan.


Di luar ruangan ayahnya Putri Kina menguping pembicaraan mereka.


"Permaisuri itu harus setuju, jika dia menolak aku akan membunuhnya." Ucap Kina sambil menggertakkan gigi.


Puteri Kina kemudian pergi dengan kesal.


Beberapa saat kemudian, Pangeran Kichiro dan Kaisar keluar dari ruangan Kaisar Dikkan.


"Saya harap Permaisuri pangeran Kichiro menyetujuinya."


"Saya harap juga begitu." Ucap Kaisar Yu.


"Mohon bantuanannya." Ucap Kaisar Dikkan.


Putri Kina segera menghampiri ayahnya.


Putri Kina terus menatap Pangeran Kichiro.


"Pangeran hati-hati." Ucap Kina yang tersenyum pada Kichiro.


"Kami permisi." Ucap Kaisar Yu.


Pangeran Kichiro memalingkan wajah dan pergi meninggalkan Istana Qin.

__ADS_1


__ADS_2