
Haruka kemudian dengan perlahan menyimpan beberapa ranting yang sudah ia bawa, drngan segera ia meletakkannya dibawah dahan pohon dari buah berwarna ungu yang sangat menarik perhatiannya itu. Haruka yang tengah menatap ke arah buah-buahan itu dengan segera ia melompat ke atas ranting pohon dengan sangat cepat, saat ia telah berpijak dengan sempurna diatas ranting pohon yang telihat sangat rentan itu, terlihat Haruka tidak mengkhawatirkan keselamatannya, dengan cepat Haruka segera memetik beberapa buah yang tengah berada dihadapannya itu.
Tetapi, Haruka saat itu terlihat tidak mengamati dengan teliti keadaan disekitar pohon itu, saat Haruka tengah memetik beberapa buah ia dikejutkan dengan seekor ular yang melintang dan menatap wajahnya dengan sangat tajam, hal itu membuat dirinya dibuat begitu sangat terkejut, ranting pohon yang rapuh itu, saat merasakan pergerakan dari Haruka yang tiba-tiba membuatnya terlepas dari induk pohon yang sangat besar.
"Gawat! Buahnya akan terjatuh, dan rusak!" Ucap, Haruka yang tubuhnya sudah bergerak dengan sangat cepat untuk dapat mencium tanah itu.
Haruka kemudian segera mengangkat lengan kanannya, dengan cepat ia segera mengeluarkan kekuatan angin miliknya itu, untuk dapat membuat buah-buahan yang sudah ia dapatkan itu tidak jatuh ketanah dan hancur. Tanpa memperdulikan keselamatannya sendiri saat itu yang tengah berada didalam pikirannya hanyalah kesembuhan dari Pangeran Kichiro tidak ada hal lain lagi.
"Tak apalah ini hanya terjatuh saja kan, aku tidak akan mati." Dalam benak Haruka sambil memejamkan kedua matanya dengan perlahan.
Bugg!
Suara benturan yang cukup keras, saat itu Haruka yang tengah terpejam dengan perasaan bingung, karena tubuhnya tidak merasakan sakit sedikitpun, kemudian Haruka segera dikejutkan dengan suara seorang Wanita yang berbicara pada diri Haruka.
"Apa kau terluka?" ucap, Putri Kirana yang saat itu tengah jatuh tersungkur diatas tanah.
Haruka yang masih bingung itu dengan segera ia menundukkan kepalanya dan menatap diri Putri Kirana yang saat itu tubuhnya tengah ia tiduri, Haruka merasa terkejut bukan kepalang ia kemudian segera bangun dari atas tubuh Putri Kirana dan segera Haruka mengulurkan lengannya untuk dapat membangunkan Putri Kirana.
"Aku tidak apa, hei apa yang tengah kau lakukan disini?! Kemari, biar aku bantu." Ucap, Haruka dengan perasaan yang terlihat begitu sangat tidak percaya.
Putri Kirana kemudian segera meraih lengan Haruka dengan perlahan ia segera bangun dan berdiri dihadapan Haruka, sambil menjawab tanya dari temannya itu.
__ADS_1
"Iya aku tidak apa, aku mengkhawatirkan dirimu apakah kau tau itu! Apa yang sedang kau lakukan disini? Hanya demi sebuah makanan, seorang Haruka rela mengorbankan keselamatannya sendiri?" ucap, Putri Kirana yang segera menatap ke arah buah-buahan yang sudah Haruka petik dari pohonnya.
Haruka yang mendengar perkataan dari Putri Kirana yang terlihat begitu sangat bingung dengan sikapnya itu membuat diri Haruka segera berbicara kembali kepada diri Putri Kirana, sambil mengengadahkan kedua lengannya untuk dapat menyimpan buah-buahan segar itu.
"Ini sebenarnya untuk Pangeran Kichiro, dia terluka saat Xiao Chen menyerangnya disungai." Balas Haruka yang segera merendahkan tubuhnya untuk dapat mengambil ranting pohon yang saat itu sudah ia kumpulkan menjadi satu, Putri Kirana yang mendengar perkataan dari Haruka, kemudian dirinya tersadar bahwa dua insan itu saling jatuh cinta, dan Xiao Chen nampaknya juga sudah jatuh hati terhadap diri Haruka.
"Kau lakukan ini semua demi Pangeran Kichiro?" ucap, Putri Kirana yang segera mendekat pada diri Haruka.
Haruka yang tengah menggendong ranting pohon disalah satu lengannya itu dengan segera ia menatap diri Putri Kirana yang saat itu tengah berada dihadapannya.
"Hmm, mungkin, oh ya Kirana, aku berjanji, aku pasti akan membantu dirimu untuk menuntut balas atas semua perbuatan yang sudah Kaisar Yu lakukan terhadap keluargamu." Ucap, Haruka yang terlihat sangat tegas berbicara kepada dirinya tentang hal semacam itu.
"Biar aku bantu, sebuah pekerjaan jika dilakukan bersama-sama pasti akan lebih ringan bukan." Ucap, Putri Kirana yang segera mengambil ranting pohon kering itu.
Haruka yang melihatnya terlihat sedikit terkejut, lalu dengan segera ia melepaskan ranting kering itu dari dalam gengamannya.
"Baiklah." Ucap, Haruka yang menatap Wajah Putri Kirana dengan sedikit tersenyum kepada dirinya.
Putri Kirana kemudian segera melirik ke arah lengan kanan Haruka, yang terlihat didalam sana ada beberapa buah dengan warna ungu tua, dan juga memiliki aroma yang sangat sedap, membuat Putri Kirana sangat ingin bertanya kepada diri Haruka, karena buah itu begitu menarik perhatiaannya.
"Hmm, harum sekali, buah apa itu Haruka?" tanya Putri Kirana yang segera menatap wajah Haruka.
__ADS_1
Haruka yang terkejut dengan pertanyaan dari Putri Kirana membuatnya dengan segera menjawab tanya dari Putri Kirana dengan sedikit melirik ke arah buah yang sangat harum itu.
"Ah, ini aku pun tidak tau." Ucap, Haruka yang segera menatap diri Putri Kirana yang terlihat begitu sangat penasaran dengan buah yang ia petik itu.
Putri Kirana yang mendengar perkataan dari Haruka nampak terlihat sangat terkejut, kemudian dia segera menambah ucapannya.
"Hah?! Jika itu buah beracun bagaimana?!" Ucap, Putri Kirana yang terlihat sangat terkejut pada diri Haruka.
Haruka yang mendengar perkataan dari Putri Kirana, membuat dirinya segera berjalan untuk dapat meninggalkan Putri Kirana sendirian ditempatnya.
"Tidak masalah, nanti aku akan meminta kepada Pangeran Kichiro untuk memakannya terlebih dahulu, haha." Ucap, Haruka yang terlihat tidaklah serius dalam ucapannya.
Putri Kirana yang mendengar hal semacam itu dari mulut Haruka, dengan segera ia tertawa geli dan berjalan untuk dapat menghampiri diri Haruka yang sudah berjalan terlebih dahulu itu.
"Dan kau akan menjadi janda, haha kau mau itu?" ucap, Putri Kirana yang segera membalas candaan dari Haruka.
Putri Kirana tidak akan pernah menghianati kawannya sendiri, ia tidak akan seperti benalu yang terus saja membebani kawannya, ia tidak akan menjadi seorang penghianat yang akan membuat diri Haruka membenci dirinya, tersadar bahwa kepercayaan sukar untuk didapatkan, jadi untuk apalah menodai sebuah persahabatan dengan penghianatan yang akan berakhir putusnya ikatan persaudaraan.
Kemudian mereka berdua segera pergi untuk dapat meninggalkan hutan, dan bersama-sama kembali ke tempat Pangeran Kichiro berada.
Xiao Chen yang melihat hal itu dari telapak tangannya, merasa sangat kesal apa yang sudah ia katakan terhadap Putri Kirana hanya terbuang sia-sia saja, ia tidak dapat menghasut Putri Kirana untuk dapat melawan Haruka, untuk pertama kalinya Xiao Chen merasa gagal dalam memperalat seorang Wanita.
__ADS_1