Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
47


__ADS_3

"Kau tenang saja rahasiamu aman padaku." Ucap Kichiro.


Kichiro segera meninggalkan Hanna.


"Sudah lama aku tidak bertemu Norr." Ucap Hanna.


Hanna berjalan mendekati kaca dan memanggil Norr."


"Norr."


Tak lama Norr hewan bertubuh besar itu datang menghampiri Hanna.


"Hanna ada apa?" ucap Norr.


"Aku ingin jalan-jalan sebentar bisakah kau mengantarku?" ucap Hanna.


"Tentu saja, naiklah." Ucap Norr.


Hanna menaiki tubuh Norr dan mereka segera meninggalkan Istana.


"Hanna apa yang sedang kau fikirkan?" tanya Norr.


"Tidak ada." Jawab Hanna.


"Jangan coba untuk berbohong padaku." Ucap Norr.


"Kau mulai berani bertanya ini itu padaku ya?" ucap Hanna.


"Aku berhak tau atas dirimu." Ucap Norr.

__ADS_1


"Kau fikir siapa dirimu?" ucap Hanna.


"Aku adalah kau, dan kau adalah aku, sedih, senang, masalahmu adalah tanggung jawabku." Ucap Norr.


"Bawel kau begitu seperti seorang ayah yang memperlakukan putrinya." Ucap Hanna.


Lalu Hanna berfikir sambil menatap langit dalam batinnya. "Ayah"


"Kau adalah anakku Hanna." Ucap Norr.


"Kau fikir usia mu berapa? Dan apakah kau pantas menjadi ayahku?" Ucap Hanna.


"Hanna aku ini sudah dewasa, usiaku bahkan lebih tua dibanding kakekmu." Ucap Norr.


"Wahh berarti kau seharusnya sudah memiliki cucu, dan keluarga ya." Ucap Hanna.


"Haha aku selalu sendirian, aku tidak pernah memiliki keluarga, aku hanya lah hewan peliharaan yang selalu dimanfaatkan oleh orang-orang, aku tidak pernah merasakan rasanya memiliki keluarga itu seperti apa." Ucap Norr.


"Hanna kau adalah wanita tangguh yang pernah kutemui, mungkin saat orang lain berada diposisi sepertimu mereka akan menyerah dengan keadaan, tapi kau tidak." Ucap Norr.


"Alasanku hanya satu, aku bertahan untuk hidup, aku bahagia dengan cara ku sendiri." Jawab Hanna.


"Hanna apakah kau pernah merasakan disayangi?" ucap Norr.


Hanna menutup matanya. "Ya pernah, dan itu sangat indah, ingin rasanya aku selalu berada di waktu itu, namun karna aku terlalu menikmatinya tanpa diriku sadar aku kehilangan rasa itu dan membuatku menjadi seperti ini."


"Hmm, Hanna malam ini sangat lah dingin, apakah kau tidak akan sakit?" ucap Norr.


"Aku tidak akan pernah sakit." Ucap Hanna.

__ADS_1


"Hanna jika ada sesuatu katakan lah padaku." Ucap Norr.


"Untuk apa?" tanya Hanna.


"Aku akan membantumu." Ucap Norr.


"Benarkah?" jawab Hanna.


"Iya." Ucap Norr.


"Kalau begitu kau harus berjanji padaku." Ucap Hanna.


"Baik aku berjanji." Ucap Norr.


Hanna menatap langit yang ditaburi beribu-ribu bintang di langit.


Dalam batin Hanna. "Hidup dinegeri ini seperti mimpi."


"Hanna?" ucap Norr.


"Hmm?!" Ucap Hannam


"Jika suatu hari nanti kau kembali ketempat asalmu yang jauh itu, apakah kau akan melupakanku dan semua yang kau alami di sini?." Ucap Norr.


"Tidak akan, aku selalu bersyukur kepada dewa telah memberikanku hidup yang seperti ini." Ucap Hanna.


"Ku harap kau tidak akan pernah kembali ke duniamu itu, apakah kau rela meninggal kan KichirA? apakah sedikitpun kau tidak menyukainya Hanna?" ucap Norr.


"Kau tau setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, disetiap yang datang pasti akan pergi, tidak menutup kemungkinan aku pasti kembali dan meninggalkan tempat ini, entah itu kapan." Ucap Hanna.

__ADS_1


"Kau belum menjawab pertanyaanku, apakah kau mencintai Kichiro? ucap Norr.


"Aku tidak tau cinta itu seperti apa? Aku bingung akan perasaanku padanya, aku hanya merasakan kenyamanan dalam dirinya." Ucap Hanna.


__ADS_2