Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
87


__ADS_3

Di dalam kamar hanna


Pagi itu dia sedang duduk di meja rias sambil menata rambut dia di ditemani oleh pelayan setianya.


Setelah selesai merias diri hanna ingin berjalan jalan pagi di sekitar istana bersama yuan.


Hanna berdiri dan menatap Yuan "Temani aku untuk berjalan jalan." Ucap hanna.


Pelayan itu menganggukkan kepala sambil tersenyum menatap hanna.


"Baik Putri." Ucap yuan.


Mereka berjalan keluar dari kamar dan menuju luar istana tak lama Yuan menghentikan langkah Hanna.


"Ah, maaf Putri saya tidak bisa menemani Putri, saya baru teringat pelayan yang lain memerlukan bantuan saya di dapur istana, apakah putri berkenan saya ikut membantu atau tidak?." Ucap Yuan memandang hanna.


Hanna melirik Yuan "kalau begitu pergilah." Ucap Hanna.


Pelayan itu membungkukkan tubuh dan beberapa kali meminta maaf.

__ADS_1


"Maafkan saya, maaf." Ucap Yuan sambil membungkukkan tubuh.


Hanna melirik Yuan "Iya pergilah." Ucap Hanna sambil berjalan meninggalkan Yuan.


Yuan menatap hanna "Terimakasih Putri." Ucap Yuan segera ia berjalan menuju dapur istana.


Hanna memandang ke arah taman di lihatnya Kaisar dan para pangeran yang tengah asik berbicara entah apa yang mereka bicarakan itu tidak penting bagi Hanna.


Saat Hanna berjalan melewati kamar Permaisuri Jian, langkah nya terhenti saat mendengar ucapan yang di katakannya dari dalam kamar.


Hanna melirik dari balik jendela kecil yang tertutup kain berwarna merah.


Di dalam kamar permaisuri jian, dia tengah duduk di kasur masih dengan perasaan kesal terhadap amuya dia berkata sendiri.


Hanna yang mendengar di luar dari balik jendela itu merasa bingung.


Dalam batin nya "Hah rahasia apa yang sebenarnya mereka sembunyikan aku harus mencari tau."


Hanna menatap permaisuri kirana yang berdiri di depan istana dalam benak nya "Apa ini ada kaitan nya dengan kirana , atau sebenarnya rahasia itu ada kaitan nya dengan ibu?!." Gumam nya dalam hati , kemudian hanna kembali mendengarkan ucapan permaisuri jian namun Hanna tidak mendengar apapun karna suasana nya menjadi hening.

__ADS_1


Hanna sungguh sangat penasaran namun sayang nya permaisuri jian tidak mengatakan apapun lagi setelah itu.


Dalam batin hanna "Ah sial!."


Segera dia berjalan menghampiri Permaisuri Kirana.


Permaisuri Kirana menatap Hanna yang menghampirinya.


"Bagiamana dengan dirimu? sudah merasa baikan?." Tanya permaisuri kirana.


Hanna menatap taman istana "Iya ,tidak ada yang perlu dirisaukan. Jawab hanna dingin.


Permaisuri kirana menatap taman istana sambil tersenyum "Hmm, aku sudah menduga kau pasti mampu menghadapi masalah itu." Ucap kirana.


Hanna terus berekspresi dingin. "Aku sebenarnya sudah mengetahui niat buruknya malam itu, aku sengaja membuatnya merasa memiliki kesampatan untuk melenyapkanku, namun dia yang terjebak dalam perangkapku." Ucap Hanna.


Permaisuri Kirana sedikit terkejut dia memandang Hanna.


"Hah! jadi kau sudah tau niat buruknya itu, lantas mengapa kau membuang waktumu tidak segera melenyapkan dia?!." Ucap permaisuri Kirana.

__ADS_1


Hanna sedikit tersenyum tipis tanpa mengalihkan pemandangannya dari taman istana.


"Aku ingin membuat nya merasakan sebuah penderitaan yang amat sakit, jika hanya membunuh nya itu hal yang sangat mudah, yang ingin ku berikan pada nya adalah sebuah penderitaan yang amat sangat menyakitkan, hingga dia merasa segan untuk hidup." Ucap hanna dengan tatapan menyeramkan.


__ADS_2