
Sharon yang melihat wajah Kirana yang begitu ketakutan merasa sangat puas, dia sangat senang saat melihat seseorang tengah menangis dan menderita dihadapannya.
"Hahaha...! Menangislah dengan sangat kencang, tidak akan ada yang mampu untuk membantu dirimu!" Ucap, Sharon dengan tertawa keras.
Norr yang mendengarnya dari luar, merasa sudah sangat muak, dengan segera ia mengepalkan telapak tangannya sambil menatap tajam rantai besi yang mengikatnya itu dengan kedua sorot mata hijau yang nampak begitu dingin.
Tak lama terlihat sebuah sinar berwarna merah dengan perlahan mengelilingi pergelangan tangannya. Sinar merah itu membakar rantai besi dengan warna hitam pekat itu, tak butuh waktu lama kini rantai yang mengikat pergelangan tangan kanannya sudah terlepas. Kini ia hanya tinggal melepaskan rantai yang membelenggu tangan kiri dan kedua kakinya itu.
Norr kemudian segera memejamkan kedua matanya perlahan bibir dari pria itu bergetar, tak lama sinar merah mengelilingi tubuhnya.
Cringg...
Tap...
Nampak sepatu berwarna merah, tengah terpijak diatas lantai yang berwarna hitam. Rantai besar yang membelenggu tubuh dari Norr terjatuh ke lantai dengan berhamburan.
__ADS_1
Norr kemudian segera melirik ke arah Leo yang tengah terkurung dalam sebuah kurungan yang terbuat dari besi dengan bentuk persegi. Norr perlahan menghampiri Leo yang tengah tak sadarkan diri itu.
Seluruh sisi dari kurungan itu terdapat sebuah cayaha berwarna hitam, Norr tidak dapat dengan mudah untuk membukanya. Dia harus mematahkan mantra magis yang dibuat oleh Sharon.
Norr terlihat sangat bingung, dia kemudian segera memperhatikan sekeliling, berharap dia menemukan sesuatu yang dapat mematahkan mantra magis itu. Saat Norr tengah mencari suatu benda yang dapat memberikannya petunjuk, segera terdengar suara teriakan yang terdengar begitu keras dari dalam salah satu ruangan kecil disampingnya, hal itu membuat Norr merasa tersentak.
"Astaga! Aku hampir saja melupakan Kirana!" Ucap, Norr dengan segera ia berbalik dan bergegas untuk menuju ruangan yang tertutup rapat oleh sebuah pintu dengan ukuran yang cukup besar.
"Tidak ada kedua kali untuk ini!" Ucap, Norr dengan segera menendang pintu besar itu dengan kaki kanannya, kakinya mendorong dengan sangat kuat sampai membuat daun pintu milik Sharon rusak.
"Sialan! Siapa yang berani mengganggu kesenanganku!" Bentak Sharon dengan raut wajah kesal.
Norr dengan segera menatap ke arah kasur disana dia melihat tubuh Kirana sudah ditunggangi oleh Iblis itu. Kirana pun ikut tersentak, hingga membuatnya menatap wajah Norr yang tengaj berdiri didepan pintu kamar.
"Lepaskan dia!" Ucap, Norr dengan raut wajah dingin.
__ADS_1
Sharon yang melihat Norr berhasil meloloskan diri dari rantai yang mengikat tubuhnya itu cukup merasa tertantang, dengan raut wajah licik Sharon segera berbicara pada Norr.
"Hm! Cukup tangguh juga kau, aku pikir kau adalah pria yang sangat tidak ada gunanya, kalian semua cepat serang dia!" Ucap, Sharon dengan segara memalingkan wajahnya untuk menatap wajah Kirana.
Norr kemudian segera memperhatikan para pengikut dari Sharon yang terlihat cukup banyak, segera dia berteriak pada Kirana sambil berjalan mundur untuk melawan para pengikut Sharon diluar kamar.
"Berusahalah sendiri disaat menghadapi situasi genting seperti ini, percayalah pada kemampuanmu sendiri!" Ucap, Norr kemudian dia segera berjalan keluar dan menghadapi monster-monster itu.
Kirana yang mendengarnya kemudian segera tersadar, didalam situasi seperti ini dia tidak dapat meminta bantuan kepada siapapun, melainkan hanya kepada diri sendiri dia dapat memintanya. Dia kemudian mengepalkan telapak tangannya sambil terus berusaha untuk mengeluarkan segala tenaganya, dan juga dia berharap dapat membangkitkan kekuatannya, meskipun kini kekuatan yang dia miliki telah diserap oleh Sharon, Namun dia juga tak lupa dengan Pedang merah miliknya.
Tak lama telapak tangan Kirana dipenuhi dengan sinar dari kekuatan internalnya, dengan cepat dia segera menghempaskannya tepat didepan wajah Sharon.
Sharon nampak begitu terkejut, kemudian dia segera terbangun dan berjalan mundur kebelakang, sambil menyentuh kedua matanya yang begitu terasa amat menyakitkan.
Kirana yang terbaring diatas kasur segera bangkit, sambil menggenggam Pedang merah miliknya. Dia berjalan sambil mendekatkan tubuhnya dengan tembok besar yang berada dibelakangnya itu. Tatapannya nampak serius, Pedang merah miliknya dia tujukkan tepat didepan tubuh Sharon, sambil terus berjalan agar ia dapat keluar dari dalam kamar itu.
__ADS_1
"Ahh! Dasar wanita sialan!" Bentak Sharon sambil terus menutupi kedua matanya yang terasa amat sakit.