Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
Wanita yang keji.


__ADS_3

Tampaknya Haruka sudah sangat tidak sabar untuk segera menghabisi pengganggu yang menghalangi langkahnya, bukan ia yang terlebih dahulu menyatakan perang. Namun, Xiao Chen sendirilah yang memintanya, kini Haruka menerima tantangan itu, meskipun kekuatan yang dimiliki oleh Haruka memanglah belum sempurna. Namun, ia merasa dengan terus membaca buku kuno milik Zie dan mulai mempelajarinya maka akan membuat dirinya dapat mengalahkan lawan yang jauh lebih tangguh dibandingkan dengan dirinya.


Angin yang cukup besar kini tengah bergerak menuju ke arah Monster besar itu, pergerakkan dari anginnya begitu amat cepat, nampak angin itu tengah mergerak bagaikan Ular yang tengah meliuk-liuk diudara. Haruka kemudian segera mengepalkan lengan kanannya, tak lama kedua angin yang memanjang bak Ular itu segera melilit tubuh Monster besar itu dengan erat, semakin Haruka mengepalkan telapak tangannya dengan erat semakin kedua anginnya itu melilit tubuh Monster itu dengan sangat kuat.


"Goarr!" Raungan keras dari sang Monster dengan tubuh yang sangat besar itu, tampaknya Monster itu tengah merasa kesakitan dengan apa yang dilakukan oleh Haruka kepada dirinya.


Haruka yang mendengar suara keras dari sang Monster, ia nampak terganggu dengan suara itu, hingga tempat itu berguncang karena suara yang begitu sangat keras menggema ditempat yang amat luas tak berujung itu, Haruka segera mengerutkan dahinya, lalu dirinya semakin mengepal kuat telapak tangannya, tak lama kemudian Monster besar itu membuka Mulutnya dari dalam sana keluarlah beberapa benda tajam, yang begitu sangat banyak keluar dengan cepat dari dalam Mulutnya itu. Haruka yang menyadari akan hal itu segera ia mengendalikan benda tajam itu untuk dapat berbalik arah dengan menggunakan kekuatan angin miliknya.


"Kekuatan benih petir!" Ucap, Haruka dengan pandangan dingin dan tajam dari dalam bola matanya, sekegera rambutnya yang terurai panjang tersibak oleh angin yang mengelilingi tubuhnya. Langit biru cerah, seketika berganti menjadi gelap, dengan awan hitam yang menyelimutinya. Pedang pusaka yang tengah menyerang diri Rong, segera memutarkan tubuhnya ke arah Haruka dan menjauh dari hadapan Rong untuk dapat kembali kepada diri Haruka.


Rong yang melihat hal itu nampak begitu sangat terkejut, langit mendung disertai dengan kilatan petir yang menyambar membuat suasana ditempat itu semakin mengerikan. Ketika Pedang pusakanya tengah berputar untuk dapat menghampiri diri Haruka, Wanita itu segera mengangkat lengan kanannya ke atas langit, lalu ketika Pedangnya sudah berada diatas tangannya terlihat Naga dengan sepasang Mata merah merekah terlihat diatas Pedang itu, dan Naga itu melilit tubuh Pedang milik Haruka, sampai pada akhirnya Haruka dapat menggenggam Pedangnya dengan lengan kanannya itu.


Tak lama kemudian Rong yang tengah berada dibelakang Haruka menatap diri Haruka dengan sepasang Mata tajamnya, lalu dia berbicara kepada Haruka dengan suara lantang.


"Untuk apa kau membuang tenagamu hanya untuk bertemu dengan Kirana, si penghianat itu!" Ucap, Rong dengan penasaran terhadap jawaban yang akan ia dengar nantinya dari diri Haruka.

__ADS_1


"Hm, untuk membuat dirinya membuka lebar kedua Matanya dan melihat bahwa orang yang ia ikuti tidaklah pantas untuk ia jadikan sebagai sandaran!" Ucap, Haruka dengan tatapan tajam ketika menatap Monster besar yang tengah mematahkan benda tajam yang saat itu sudah Haruka kendalikan.


Rong yang mendengar perkataan dari Haruka kemudian dia segera berbicara kepadanya dengan tegas. Namun, raut Wajahnya menunjukkan sikap mengejek dan merendahkan diri Haruka.


"Hm, lalu apakah kau pikir, dirimu itu pantas untuk dijadikan sandaran!" Ucap, Rong dengan tegas.


"Setidaknya dia meminta bantuan kepada seseorang yang akan tetap menganggap dirinya sebagai teman, bukan kepada dirinya yang hanya memberikan pertolongan yang sebenarnya ia tengah memanfaatkan keadaan! Cukup basa-basinya, aku sungguh sudah sangat muak dengan semuanya, pergilah kalian dari dunia ini!" Ucap, Haruka yang segera memutar Pedang pusakanya ke arah Rong.


Monster besar yang melihat hal itu dengan segera ia mendorong lilitan yang amat kuat dari kedua angin milik Haruka, hingga pada akhirnya lilitan itu dapat terputus, dan membuatnya terbebas dari lilitan angin milik Haruka. Tanpa pikir panjang Monster besar itu segera mengeluarkan kekuatan dari dalam Mulutnya, begitu pula dengan Rong meskipun ia begitu sangat tidak ingin melukai diri Haruka. Namun, kesetiaannya kepada diri Xiao Chen lebih besar dibandingkan dengan sikap empatinya terhadap diri Haruka. Rong juga dengan segera mengeluarkan kekuatan dari dalam Mulutnya sinar merah itu terlihat begitu amat besar dan bergerak dengan sangat cepat ke arah Haruka. Segera Haruka tersenyum sinis dengan sepasang Mata yang tajam juga mengerikan itu, sebelum kedua kekuatan dari Monster besar dan Rong mengenai tubuhnya Haruka segera menghilang dari tempatnya, dan membuat serangan dari Rong dan Monster milik Xiao Chen, mengerah kepada diri mereka. Rong yang melihat hal itu nampak begitu amat terkejut, lalu dia segera menghindari serangan dari Monster besar, sedangkan sang Monster yang tidak dapat mengelak terlepar cukup jauh ketika kekuatan milik Rong menghantam tubuhnya dengan sangat keras. Ketika Monster itu akan terjatuh diatas pasir terdengar suara Pedang tajam dari arah belakang. Hingga membuat tubuh Monster itu terluka cukup parah, hingga ia tersungkur diatas pasir. Ketika Monster itu terjatuh nampaklah diri Haruka yang tengah berdiri dibelakang Monster itu, dengan salah satu Matanya yang sudah berganti menjadi merah, tanda berwarna merah dengan perlahan muncul pada Wajah Haruka bagian kanan. Rong merasa amat terkejut ketika melihat Haruka dapat menguasai kekuatan yang memiliki resiko tinggi bagi dirinya itu. Lengan kanan Haruka yang tengah menggenggam Pedang pusaka terlihat bulu merah dari Phoenix, Rong begitu amat tertegun dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Kini, tinggal dirimu! Jangan memasang Wajah seperti itu, aku tidak akan pernah mengasihani dirimu!" Ucap, Haruka dengan tatapan kebencian yang begitu mutlak dalam dirinya.


"Hmh!" Ucap, Haruka dengan tatapan licik, ketika ia tengah bergerak dengan sangat cepat ke arah Rong.


Haruka kemudian menyerang tubuh Rong dengan Pedangnya, yang sudah dilumuri dengan petir dan juga api.

__ADS_1


"Hmh, sangat mengasyikkan, bukan!" Ucap, Haruka terhadap diri Rong yang saat itu tengah menghindari semua serangan yang ia berikan.


"Sial! Dirinya saat ini tengah tidak terkendali! Kekuatan itu telah menguasai dirinya terlebih lagi dengan semua kebencian yang berada didalam benaknya." Ucap, Rong yang terus menghindari semua serangan yang Haruka berikan kepada dirinya.


"Pengecut! Sekarang kau malah menghindari serangan dariku! Jika tidak mampu lebih baik kau tidak memancing diriku untuk melakukan hal semacam ini, karena ini akan terasa begitu sangat menyakitkan, kemari datanglah kepada diriku, Rong!" Ucap, Haruka yang segera menggerakkan Pedang pusakanya kepada diri Rong yang sedari tadi hanya dapat menghindari semua serangan yang ia berikan.


"Benih Petir, hiah!" Ucap, Haruka yang segera mengeluarkan kekuatan petirnya kepada diri Rong.


Mata merah yang Haruka dapatkan membuatnya dapat dengan mudah mengetahui semua pergerakan yang akan dilakukan oleh Rong setelah itu, kekuatan yang Haruka miliki, tampak tidak terkontrol dengan baik, ketika ia murka maka kekuatan yang terpendam dalam dirinya akan keluar begitu saja tanpa dapat ia kendalikan, sikapnya yang pemarah memang dapat menjadikan boomerang bagi dirinya sendiri.


"Cukup Haruka! Hentikan! Kau bisa menyakiti dirimu sendiri!" Ucap, Rong yang segera menepis serangan yang Haruka berikan.


Haruka yang mendengar perkataan dari diri Rong yang tampaknya sudah mulai terpojok membuat dirinya merasa sangat senang.


"Hmh! Perduli setan dengan semua itu! Hadapi diriku, dan berhentilah bersikap naif dihadapanku! Adakah kata-kata terakhir? Sebelum aku benar-benar mengirimmu ke neraka!" Ucap, Haruka dengan sepasang Mata tajam yang begitu amat mengerikan.

__ADS_1


Rong hanya terdiam, sambil terus mencoba untuk menahan serangan dari Haruka. Haruka yang melihatnya kemudian dia segera tersenyum licik dihadapan Rong.


"Sepertinya tidak, kalau begitu selamat tinggal!" Ucap, Haruka yang segera mengumpulkan semua kekuatan didalam Pedangnya.


__ADS_2