Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
104


__ADS_3

Hanna dan Pangeran Kichiro segera keluar dari ruangan kaisar yu.


Hanna memandang suaminya. "Aku sangat terkesan padamu, bukan kah kau sudah tau siapa aku sebenarnya? Tapi siapa sangka kau memilih diam di hadapan ayahmu, jika suatu hari nanti apa yang di takutkan oleh ayahmu itu benar terjadi bagaimana? Masihkah kau tetap bersama ku??" ucap, Hanna.


Kichiro sedikit menundukkan kepalanya untuk menatap Wajah Hanna.


"Apapun tujuanmu, aku tidak akan pernah mengingkari janjiku." Ucap Kichiro.


Hanna hanya terdiam, dan terus berjalan.


*****************************************


Istana lin.


Amuya di antarkan oleh Prajurit Yu, dia segera turun dari tandu dengan perasaan kesal dia memasuki Istana.


Amuya berjalan dengan tergesa, tidak sabar dia dengan kesal mendobrak pintu kamar bundanya.

__ADS_1


Permaisuri yang tengah duduk di kasur terkejut melihat Amuya datang dengan menangis.


"Ada apa ini?" tanya, Permaisuri Ayunian sambil bangun dari duduknya.


Amuya berlari menghampiri Bundanya, dan memeluk tubuh ayunian dengan erat.


"Bunda aku sangat benci pada Hanna, aku benci pada nya, dia telah merebut pangeran kichiro dariku, dia Wanita ******, dia juga telah menghasut Kaisar Yu untuk mengusir ku dari istananya, dia harus mati bunda ,kita harus menyingkirkannya." Rengek Putri Amuya sambil terus menangis.


Permaisuri ayunian sangat kesal beraninya hanna berbuat seperti ini pada kakanya sendiri.


"Percuma saja, Hanna sudah mencuci otak kaisar dia benar benar wanita licik, sampai waktu itu aku berencana untuk membunuhnya, namun ****** itu berhasil lolos dari kematiannya, bagaimana ini bunda, aku tidak ingin ke hilang an pangeran kichiro, seharusnya aku lah yang menjadi Permaisuri di istana yu bukan Hanna!!" Ucap, Amuya dengan marah.


"Tenang saja sayang, Bunda akan memberikan pelajaran pada gadis itu, dia akan membayar semua ini, dan kamu sebentar lagi akan menjadi permaisuri kichiro, kamu tenang saja." Ucap Permaisuri Ayunian.


Amuya mengangkat kepala nya dan memandang bunda nya, dengan senyum licik amuya memikirkan hal buruk pada hanna.


Dalam benak nya "Sebentar lagi kau akan tamat Hanna."

__ADS_1


"Bunda boleh kah aku bertanya padamu?" tanya Putri Amuya yang segera melepaskan pelukan nya.


"Apa itu sayang?." Ucap permaisuri ayunian.


"Sebenarnya rahasia apa yang Permaisuri Jian sembunyikan, pasti nya bunda tau akan hal itu bukan?" tanya amuya dengan penuh harapan.


Ayunian terkejut anak nya menanyakan hal itu pada dirinya.


"Mengapa kau menanyakan hal itu?." Tanya permaisuri ayunian.


"Aku hanya ingin tau bunda, karena permaisuri jian sangat menjengkelkan dan aku ingin mengetahui rahasia terbesar nya agar dia menuruti segala perintah dariku." Ucap amuya meyakinkan bunda nya.


Permaisuri Ayunian terkejut mendengar ucapan dari anak nya, dengan sedikit gugup dia segera mengalihkan pembicaraan.


"Jadi permaisuri jian tidak membantu mu, kalau begitu biar ibu yang urus masalah ini, kau hanya cukup menjalankan apa yang nanti aku tugaskan padamu, kau mengerti." Ucap ayunian memandang putrinya.


Dalam benak Putri Amuya yang terlihat begitu sangat penasaran "Mengapa Bunda menyembunyikan rahasia dari Permaisuri Jian, apakah masalah ini memang benar ada kaitan nya dengan bunda? Tapi itu tidak penting yang terpenting sekarang bunda akan membantuku."

__ADS_1


__ADS_2