Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
226


__ADS_3

Xiao Chen yang melihat Putri Kirana tengah berada dibelakangnya sambil menatap tajam wajah Xiao Chen, Putri Kirana terlihat sangat curiga kepada diri Xiao Chen yang dengan diam-diam telah mengikutinya itu.


"Apa maumu!" Ucap, Putri Kirana dengan raut wajahnya yang terlihat sangat dingin itu.


Xiao Chen hanya mampu terdiam tanpa bisa melepaskan diri dari genggaman Putri Kirana, sungguh Xiao Chen merasa bahwa Putri Kirana bukanlah wanita biasa, dia tidak lah tau sejak kapan Putri Kirana sudaj menyadari keberadaan Xiao Chen yang telah mengikutinya secara diam-diam itu.


"Heh, aku hanya sekedar lewat." Ucap, Xiao Chen dengan raut wajah dinginnya.


Putri Kirana yang mendengar ucapan dari Xiao Chen merasa sangat tidak mempercayai setiap ucapan yang dia keluarkan, dengan segera Putri Kirana semakin mendekatkan Pedang merahnya yang sangat tajam itu dileher Xiao Chen.


"Heh, mana ada maling yang akan mengakui kesalahannya, jika itu terjadi mungkin, sudah banyak orang yang mati!" Ucap, Putri Kirana dengan raut wajah tegas.


Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Putri Kirana, membuatnya hanya mampu terdiam, sambil mengangkat satu alis kirinya ke atas, dengan raut wajah angkuhnya itu Xiao Chen terdiam seribu bahasa, sampai membuat Putri Kirana merasa sangat kesal dengan sikap dari Xiao Chen, jika ia ingat kembali pria itulah yang membantu Haruka saat mereka diserang oleh sekelompok Iblis, perasaan curiga Putri Kirana semakin mencuat, membuatnya semakin tidak ingin menginginkan kehadiran Xiao Chen dihadapannya itu.


"Cepat kau katakan apa tujuan dirimu mengikuti diriku! Atau... Aku akan memutus kepalamu ini dari tubuhmu! Sekarang juga!" Ucap, Putri Kirana dengan raut wajah dinginnya.


Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Putri Kirana yang terdengar sangat kasar, dan sangat sadis, sungguh dia telah dibuat salah sangka dengan tampang Putri Kirana yang terlihat lugu itu, sungguh sial dirinya dapat ditangkap basah oleh seorang wanita.

__ADS_1


"Bisakah kau jauhkan dahulu Pedangmu ini dari leherku?" ucap, Xiao Chen yang melirik ke arah Pedang merah milik Putri Kirana yang tengah berada didepan lehernya itu.


Putri Kirana yang merasa sudah sangat muak dengan siap Xiao Chen yang sedari tadi hanya berbasa-basi saja, membuatnya dengan segera mendorong punggung Xiao Chdn dengan lengan kirinya dan sedikit menggoreskan Pedang merahnya tepat dileher Xiao Chen.


"Hm, banyak omong, aku paling tidak suka dengan seseorang yang hanya mampu berbual saja! Cepat kau katakan, atau malam ini akan menjadi hari terkahir untuk dirimu!" Ucap, Putri Kirana dengan perasaannya yang semakin kesal kepada Xiao Chen.


Xiao Chen yang mendengar ucapan dari Putri Kirana membuatnya tersenyum tipis, sambil berbicara kepada Putri Kirana dengan nafa biacaranya yang begitu tegas.


"Apakah kau yakin dapat membunuh diriku dengan mudah? Kau tidak lah tau siapa diriku! Jangan bermain-main dengan diriku!" Ucap, Xiao Chen dengan raut wajah dinginnya itu.


"Bermain-main kau bilang! Siapapun dirimu aku tidaklah perduli! Tetapi jika kau berani mengusik hidupku maka apapun pangkatmu aku tidak pernah takut untuk berhadapan dengan dirimu!" Ucap, Putri Kirana dengan raut wajah yang begitu dingin, sambil menarik lengan kanannya yang tengah menggenggam sebuah Pedang merah yang saat itu tengah ia lekatkan dileher Xiao Chen.


Xiao Chen yang terkejut segera ia menghilang dari tempatnya, dan kini ia tengah berdiri dihadapan Putri Kirana, dengan jarak yang tidak terlalu jauh, Xiao Chen segera menyentuh lehernya yang sudah tergores dengan Pedang milik Putri Kirana, sambil memperhatikan darah yang berada ditelapak tangannya itu.


"Sst, kau cukup nekat juga ya? Sepertinya aku sudah salah menilai dirimu, cukup berani juga kau untuk melawan diriku!" Ucap, Xiao Chen yang menatap wajah Putri Kirana dengan sepasang mata tajamnya itu.


Putri Kirana hanya terdiam, sambil menatap wajah Xiao Chen dengan sepasang matanya yang terlihat begitu sangat mengerikan itu, kedua orang itu saling memandang dengan raut wajah mereka yang begitu sangat mengerikan, Putri Kirana terlihat sangat tidak bersahabat dengan Xiao Chen, jadi meskipun Xiao Chen berkata dengan cara baik-baik pun itu tidaklah akan diterima begitu saja oleh Putri Kirana.

__ADS_1


Jadi Xiao Chen harus berhati-hati dengan Putri Kirana, Putri Kirana yang terlihat tidak mau tau siapa pria yang berhadapan dengan dirinya itu, dan apa tujuannya mengikuti untuk dirinya, dalam benak Putri Kirana jika dia adalah orang yang baik tidaklah mungkin pria itu menguntit dirinya, lagipula mereka tidaklah saling mengenal satu sama lain, jadi apapun yang Xiao Chen katakan Putri Kirana tidak akan mempercayainya.


"Kemarilah lawan diriku! Sekarang juga!" Ucap, Putri Kirana dengan raut wajahnya yang terlihat sangat mengerikan.


Xiao Chen sebenarnya tidaklah ingin bertarung dengan Putri Kirana, karena tujuan utamanya adalah hanya ingin mengetahui siapakah Putri Kirana yang sebenarnya, namun karena sudah seperti ini mau dikata apalagi, jika ia menolak pun Putri Kirana juga tidak akan pernah melepaskan dirinya, tidak ada pilihan lain lagi selain dia harus berhadapan dengan Putri Kirana.


"Hm, kau sugguh sangat emosional ya, tetapi baiklah aku akan meladeni dirimu, selain itu aku juga sangat ingin mengetahui seberapa kuatkah kemampuan dirimu dalam mengendalikan kekuatan Mata Teratai." Ucap, Xiao Chen dengan sangat tegas.


Putri Kirana nampak terkejut saat Xiao Chen dapat mengetahui bahwa dirinya mempunyai kekuatan Mata Teratai, kecurigaan Putri Kirana semakin bertambah, dia menerka-nerka bahwa tujuan dari Xiao Chen mengikuti dirinya karena hanya ingin mengetahui kekuatan milik dirinya itu.


"Jika kau begitu sangat penasaran maka aku akan memperlihatkannya kepada dirimu! Bersiap lah!" Ucap, Putri Kirana dengan raut wajah yang terlihat sangat dingin.


Tak lama kemudian Putri Kirana segera memutarkan Pedang merahnya dihadapan Xiao Chen, kilatan merah membentuk setengah lingkaran terlihat, menandakan Putri Kirana sudah sangat siap untuk bertarung dengan Xiao Chen. Xiao Chen hanya terdiam saat melihat Putri Kirana yang begitu sangat siap untuk bertarung dengan dirinya itu, Xiao Chen telihat begitu sangat tenang membuat Putri Kirana merasa sedikit curiga dengan sikap dari Xiao Chen, jika ia mengingat kembali kejadian pada saat Xiao Chen membantu Haruka dengan kekuatannya itu, terlihat begitu sangat jelas perbandingan diantara mereka.


Tetapi, saat ini Putri Kirana sudaj memiliki kekuatan Mata Teratai, jadi dia berpikir untuk apa harus takut dengan diri Xiao Chen, Putri Kirana begitu sangat yakin bahwa dia yang akan menang kali ini, meskipun dia tau Xiao Chen bukanlah orang biasa yang dapat ia kalahkan dengan mudah, jadi dia juga harus berhati-hati dengan Xiao Chen, tampangnya yang begitu terlihat sangat tenang, pastilah menyimpan begitu banyak cara untuk dapat mengalahkan lawannya.


Putri Kirana kemudian segera berlari untuk dapat mendekat ke arah Xiao Chen, dengan hanya mengeluarkan kekuatannya yang seadanya terlebih dahulu, karena tidak dapat dipungkiri kekuatan dari Mata langit dapat menguras tenaganya dengan cukup banyak.

__ADS_1


__ADS_2