
Setelah beberapa saat Pangeran segera melepaskan diri Haruka, ia menatap Wajah Haruka yang saat itu masih tengah terpajam, Pangeran Kichiro yang melihatnya hanya tersenyum tipis, lalu tak lama kemudian Haruka segera membuka sepasang Matanya yang tertutup dengan perlahan.
Sungguh betapa terkejutnya dirinya ketika melihat diri Pangeran tengah mentap dirinya sambil terus tersenyum, sepasang bola Mata biru Pangeran Kichiro terus memandangi Wajahnya, lalu dengan perlahan Pangeran Kichiro segera berbicara kepada dirinya.
"Ada Matahari." Ucap, Pangeran Kichiro yang terus memandangi Wajah Haruka.
Haruka yang terkejut dengan perkataan dari diri Pangeran segera ia memutar bola Matanya ke arah kanan, dengan perasaan malu ia mengerti apa maksud dari ucapan Pria itu. Lalu dengan segera Haruka mengalihkan pembicaraan mereka, dengan membahas tentang diri Pangeran.
"Ah... Hmm... Kau harus selalu ingat akan pesan dariku, untuk tidak pergi jauh dari sini, aku harus pergi sekarang, jaga dirimu baik-baik." Ucap, Haruka yang tidak berani menatap Wajah Pangeran Kichiro lagi.
Pangeran yang tersadar akan sikap Haruka, karena setelah sekian lama dirinya mengenal diri Haruka, ternyata tidak disangka Haruka masih begitu sangat malu ketika dia menyampaikan rasa sayangnya dengan cara yang seperti itu, sungguh Wanita yang sangat unik dan menarik, disisi lain dia adalah seorang Wanita yang tangguh, licik juga berani. Namun, disisi lain ternyata dia adalah Wanita yang pemalu.
"Baiklah, aku akan selalu mengingat ucapan darimu." Ucap, Pangeran Kichiro yang tengah tersenyum ketika memandang Haruka.
Haruka yang mendengar perkataan dari diri Pangeran ia kemudian segera menatap Wajah Pangeran Kichiro lagi, lalu dengan segera ia berbicara terhadap diri Pangeran.
"Bagus, aku akan pergi sekarang." Ucap, Haruka yang tengah menatap Wajah Pangeran.
Dengan segera Pangeran Kichiro mempersilakan kepada diri Haruka untuk dapat keluar dari dalam kamar, Haruka yang melihat hal itu dengan segera ia berjalan untuk dapat keluar dari dalam kamar Pangeran Kichiro, Pangeran Kichiro yang berada dibelakang Haruka kemudian dia segera mengikuti Wanita itu, ketika sudah berada didepan pintu rumah, Pangeran Kichiro segera menghentikan langkahnya, Haruka yang telah berada didepan pintu rumah kemudian dia segera membalikkan tubuhnya untuk dapat menatap Pangeran Kichiro.
"Sampai disini saja, hmm... Sampai jumpa lagi." Ucap, Haruka yang memandang Wajah Pangeran Kichiro dengan sepasang Mata birunya itu.
Pangeran Kichiro yang melihatnya dengan segera ia berbicara kepada diri Haruka.
__ADS_1
"Baik, hati-hati ya." Ucap, Pangeran Kichiro dengan tatapan lembutnya itu.
Haruka yang mengingat perkataan dari Pangeran, segera ia menganggukkan kepalanya, lalu dengan segera Haruka keluar dari dalam Rumah Kayu, untuk dapat berjumpa dengan Putri Kirana, dan berharap semua akan cepat selesai. Pangeran Kichiro yang melihat tekad dari Haruka yang begitu sangat kuat membuat dirinya merasa sangat beruntung memiliki Haruka didalam hidupnya.
Haruka kemudian segera bergegas meninggalkan diri Pangeran Kichiro, dengan langkah yang begitu sangat cepat Haruka mencoba untuk dapat kembali ke dalam Rumah Kayu milik Norr dan Leo yang tidak terlalu jauh dari tempat dirinya saat itu. Harapannya begitu sangat besar, semoga apa yang ia takutkan itu tidak pernah terjadi kepada dirinya dan juga Putri Kirana.
Pangeran Kichiro yang melihat diri Haruka telah pergi meninggalkan dirinya membuatnya dengan segera memasukkan lengan kanannya ke dalam saku kirinya, dari dalam pakaian Pangeran terlihat sebuah topeng dengan warna putih dan corak biru itu tengah berada didalam genggamannya.
"Tentu saja diriku tidak akan membiarkan dirimu melewati semua ini dengan sendirian." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera mengenakan topeng Wajah itu.
Lalu dengan segera terlihatlah sosok seorang Pria dengan tubuh yang terlihat begitu sangat gagah perkasa, dengan balutan busana berwarna biru tua, dilengkapi juga dengan jubah berwarna merah darah yang menutupi tubuh kekarnya itu. Sepasang Mata dengan bola Mata merah, rambut terurai panjang berwarna biru tentu saja Haruka tidak dapat mengenali sosok itu, terlebih lagi disini Pangeran Kichiro sedikit memainkan sikap yang kurang sopan terhadap diri Haruka, meskipun itu adalah kepribadian yang begitu sangat bertolak belakang dengan dirinya, tetapi demi melindungi Haruka apapun ia akan lakukan, meskipun itu Harus mengubah identitas dirinya menjadi sosok Pria asing yang tidak pernah dikenali oleh Haruka.
"Hmm... Maaf ya sayang, aku harus seperti ini agar aku dapat dengan mudah mengikuti kemana kau pergi." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera menghilang dari tempatnya saat itu.
Ketika sudah berada diluar Rumah Kayu, Haruka melihat dari kejauhan suasana ditempat itu begitu sangat senyap, ia tidak tau apakah Putri Kirana sudah kembali, atau mungkin dia tidak akan pernah kembali lagi. Haruka kemudian segera melangkahkan kakinya untuk dapat masuk ke dalam Rumah Kayu dan bertemu dengan Norr, juga Leo. Ketika Haruka sudah berada didalam Rumah Kayu, Pangeran Kichiro yang saat itu tengah mengikuti Haruka secara diam-diam hanya dapat menunggu diri Haruka keluar dari dalam Rumah Kayu itu.
Haruka yang tengah berada didalam Rumah Kayu kemudian dia melihat Leo yang tengah duduk diatas kursi, sambil mengusap-usap tubuhnya. Haruka yang melihat keberadaan Leo ditempat itu segera ia mendekat ke arah Leo, dan menanyakan dimana keberadaan Norr saat ini.
"Dimana Norr?" ucap, Haruka yang menatap diri Leo.
Leo yang mendengar diri Haruka telah berbicara kepada dirinya membuatnya dengan cepat menatap diri Haruka sambil menjawab pertanyaan dari dirinya.
"Dia berada didalam kamarnya, kau baru saja kembali, apakah terjadi sesuatu dengan dirimu? Hingga dirimu nampak cemas seperti itu?" ucap, Leo yang menatap Wajah Haruka.
__ADS_1
Haruka yang mendengar ucapan dari diri Leo lalu dengan segera ia membalas pertanyaannya, sambil berjalan untuk dapat menuju ke dalam kamar Norr.
"Hmm, aku tak apa, aku hanya ingin bertemu dengan Norr saja, lebih baik kau bersihkan tubuhmu itu didalam sungai." Ucap, Haruka yang menatap diri Leo dengan tatapan tajam.
Leo yang mendengar ucapan dari diri Haruka lalu dengan segera membalas ucapan dari Haruka.
"Aku hanya sedikit merasa gatal saja, apakah aku harus membersihkan tubuhku ini untuk yang kesekian kalianya?" ucap, Leo dengan perasaan kesal.
Haruka yang melihat diri Leo yang seperti itu dengan segera Haruka bertanya lagi pada temannya itu dengan perasaan heran.
"Memangnya kau ini baru kembali dari tempat semacam apa? Hingga membuat dirimu terus mengusap-usap kepalamu seperti itu?" ucap, Haruka dengan tatapan tajam.
Leo yang mendengar ucapan dari diri Haruka lalu dengan segera ia menjawab tanya dari Wanita itu.
"Aku hanya masuk ke dalam Hutan untuk mencari makanan saja." Balas, Leo dengan tampang yang terlihat begitu sangat kebingungan.
Haruka yang mendengarnya lalu dengan segera ia menjawab ucapan Leo dengan tegas.
"Bersihkan tubuhmu dengan air sungai segera, setelah itu cepatlah kembali ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian." Ucap, Haruka dengan tegas.
Leo yang merasa bingung dengan segera ia membalas ucapan Haruka.
"Apa itu?" ucap, Leo yang menatap diri Haruka dengan penasaran.
__ADS_1
"Nanti! Setelah kau memberihkan dirimu!" Ucap, Haruka dengan tatapan tajam, raut Wajahnya pun terlihat begitu sangat mengetikan.
Leo yang masih duduk diatas kursi telihat begitu sangat tersentak dengan diri Haruka yang membentak dirinya. Lalu dengan segera Leo turun dari atas kursi dan bergegas untuk dapat keluar dari dalam Rumah, ia juga meninggalkan Haruka yang saat itu terlihat kesal dengan ulahnya.