
Dengan penuh rasa ketidak terimaan Permaisuri Jian membalas serangan Hanna dengan menggunakan tangan nya. Hanna yang berada di belakang wanita itu segera menatap Permaisuri Jian dengan perasaa marah dan kesal. Saat Permaisuri Jian akan menusuk perut Hanna menggunakan tangan nya yang sudah siap untuk merobek-robek perut Hanna dengan cepat dia berjalan untuk menyerang Hanna. Hanna yang melihat segera menendang tangan Permaisuri Jian dengan sekali gerakan dan saat Permaisuri Jian terjatuh hampir mencium lantai Hanna segera mengerahkan Pedang nya pada leher Permaisuri Jian.
Wanita itu terkejut dia tidak lah menyangka Hanna bisa sekuat ini.
"Heh Mertua tidak tau diri! ku peringatkan kepada mu jangan pernah bermain api jika kau tidak ingin terluka! jawab dengan jujur siapa yang telah menyuruh mu!." Ucap Hanna dengan pandangan dingin.
Permaisuri Jian sangat ketakutan melihat atmosfer Hanna yang berubah dengan drastis. Wajah nya bagaikan seorang yang sudah siap untuk membunuh. Tatapan mata yang tajam membuat Permaisuri Jian sangat gugup.
"Aku.... Aku..." Ucap Permaisuri Jian dengan gugup jantung nya berdegub kencang, tubuh nya bergetar, keringat mengucur dengan perlahan menandakan dia tengah ketakutan setengah mati.
"Cepat katakan! Atau kau akan Benar-benar mati di tangan ku!" Ucap Hanna dengan kesal.
Permaisuri Jian sangat tidak ingin dirinya mati akhirnya dia berkata dengan jujur kepada Hanna. Alih-alih dia berfikir jika berkata jujur akan selamat namun itu hanya angan-angannya saja.
"Ayunian dia yang menyuruh ku untuk membunuh ibumu!" Ucap Permaisuri Jian dengan sangat ketakutan.
Hanna yang terlihat sangat marah memandang Permaisuri Jian dengan tatapan jijik dan benci.
__ADS_1
"Oh, Jadi begitu." Ucap Haruka dengan padangan dinginnya.
Hanna menggenggam erat pedang yang tengah dia arahkan tepat di leher Permaisuri Jian. Tatapan nya saat itu terlihat hanya ada kebencian dan kebencian.
"Bagus, aku hargai kejujuran mu."
Permaisuri Jian yang mendengar ucapan Hanna merasa sedikit lega di dalam fikir nya Hanna tidak akan melukai dirinya karena dia telah jujur terhadap Hanna.
"Jadi Terimakasih dan selamat tinggal Mertua ku tersayang!." Ucap Hanna dengan tatapan dingin.
"Apa maksud mu?!." Ucap Permaisuri Jian.
"Selamat tinggal!." Ucap Hanna dingin.
Segera pedang nya dia goresan tepat di leher Permaisuri Jian. Suara teriakan yang sangat keras dari dalam kamar nya. Dengan sekali tebasan Permaisuri Jian tergeletak tak bernyawa dengan kepala yang terlepas dari tubuh nya. Aroma darah tercium sangat menyengat di tempat itu, tetesan darah yang mengalir dari pedang Hanna menodai lantai.
Hanna yang terlihat sangat kesal tidak merasakan ketakutan sedikitpun saat sudah menghabisi nyawa Permaisuri Jian dia tidak perduli lagi dengan Kichiro yang akan kecewa dengan dirinya ini lah jalan yang sudah dia ambil.
__ADS_1
Segera Hanna keluar dari kamar Permaisuri Jian melalui jendela yang sudah terbuka lebar. Dia berjalan untuk menemui Ibu tiri nya yang berada di Istana Lin.
Salah seorang Prajurit yang mendengar suara teriakan dari Permaisuri Jian segera memasuki kamar dilihat nya Permaisuri Jian sudah tergeletak tak bernyawa dengan kepala yang terputus dari tubuh nya. Pengawal itu kemudian berteriak cukup keras hingga membuat semua orang yang berada di dalam istana menghampiri dirinya. Yuan yang tengah berada di dapur segera menghampiri suara Prajurit itu betapa terkejut nya dia saat melihat Permaisuri Jian sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian Pangeran Aska yang berada ditempat itu segera menghampiri Permaisuri Jian dan terlihat wajah yang sangat sedih.
"Siapa yang berani melakukan ini!." Ucap Pangeran Aska dengan marah.
Permaisuri Kirana yang melihat kejadian itu merasa sangat terkejut dia tidak lah tau siapa pembunuh itu.
"Puteri apakah anda yang sudah membunuh Permaisuri?." Dalam benak Yuan dengan panik.
Pangeran Aska yang tidak melihat keberadaan Hanna di tempat itu merasa sangat curiga kemudian dia menanyakan kepada Yuan Pelayan Hanna.
"Dimana Permaisuri Hanna?." Ucap Pangeran Aska.
Salah seorang Prajurit segera menjawab tanya Pangeran Aska.
"Ampun Pangeran, saya tadi melihat Permaisuri Hanna memasuki kamar Ini. Namun setelah itu saya tidak melihat nya keluar dari dalam kamar.
__ADS_1