
Amuya yang tengah berjalan menuju kamar tak sengaja melihat pangeran Aska "bukan kah itu pangeran yang tadi, apa yang sedang dilakukannya di sana?
Tak lama pangeran Aska menoleh kebelakang dan menatap Amuya yang sedang menatapnya.
Amuya terlihat sangat terkejut.
Pangeran Aska berjalan mendekatinya "Hey apa yang sedang kau lihat?!
Uca Amuya gugup "Ti.... tidak ada pangeran."
Pangeran Aska "Heh kau itu hanya seorang selir apa kau fikir aku akan tergoda padamu?! dibandingkan dengan Putri Hanna kau tidak ada apa-apanya"
Amuya terkejut dia sangat kesal bisa-bisanya dia di bandingkan dengan Hanna."
Amuya kembali menatap pangeran aska "Hmm sepertinya anda sangat tertarik pada Putri Hanna."
Pangeran Aska terkejut "Aku tidak." Ucapnya dengan wajah malu.
Amuya menatap dalam batinnya "Sepertinya memang benar pangeran tengik ini tertarik pada Hanna."
Didalam kamar Hanna.
Yang masih berada dipelukan Kichiro mulai membuka matanya "Pangeran sebaiknya anda istirahat." Sambil mendorong tubuhnya.
Kichiro terkejut dan menarik tubuh Hanna kembali.
__ADS_1
Hanna terkejut dalam batinnya "Apa yang sedang pria ini lakukan?
"Pangeran kita sudah cukup lama berpelukan kakiku sampai terasa keram." Ucap Hanna.
Hanna menatap ke atas dilihatnya wajah seorang pria yang sangat tampan.
Kichiro menatap Hanna dan menggendongnya, Hanna terkejut menatap Kichiro.
"Apa yang sedang kau lakukan? aku hampir terjatuh?" ucap Hanna dengan terkejut.
Kichiro memalingkan tubuh dan berjalan ke kasur kichiro meletakan tubuh Hanna perlahan ke kasur.
"Bukankah kau tadi bilang kakimu keram?" ucap Kichiro.
Hanna menatap kichiro "Hmm iya."
Hanna menatap Kichiro. "Aku belum mengantuk." Ucap Hanna.
kichiro menatap Hanna dengan mengedipkan satu matanya "Jika begitu kita lakukan sesuatu saja."
Dalam batin Hanna, dia begitu terlihat sangatlah bingung dengan maksud Kichiro. "Hah sesuatu??"
Kichiro menatap Hanna yang melamun dia mendekatkan diri dan menarik punggung Hanna lalu menciumnya.
Hanna terlihat sangat terkejut dalam batinnya. "Jadi maksudnya sesuatu seperti ini?! Dasar pangeran mesum!
__ADS_1
Hanna segera mendorong tubuh Kichiro namun, Pangeran Kichiro tidak melepaskannya kemudian kichiro membuka pakaian yang dikenakannya Hanna terkejut dan mendorong sekuat tenaga, Kichiro terkejut karna tanpa disengaja kekuatan Hanna keluar dan melukai tubuh Kichiro"
Hanna terkejut dalam batinnya. "Hey aku memukunya sampai kekuatan ku melukai tubuhnya."
Kichiro segera memalingkan pandangan "Maaf jika aku terlalu memaksamu, kau segera istirahat lah aku masih ada tugas."
Sambil mengenakan pakaian kembali."
Dalam batin Hanna bersuara. "Dia tidak mempermasalahkan luka itu dan kekuatanku ini? Apakah sebenarnya dia sudah mengetahuinya??
Kichiro segera meninggalkan Hanna.
Hanna menatap Kichiro. "Apakah anda sudah tau tentang identitasku ini."
Kichiro menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Hanna. "Apa maksudmu?"
"Jangan berpura-pura lagi kau sudah tau kan katakan sejak kapan kau mengetahuinya?" ucap Hanna.
"Sudah sejak lama, aku pun tidak tau rahasia apa saja yang sudah kau sembunyi kan dariku." Ucap Kichiro.
"Aku tidak tau kau mengetahuinya dari siapa dan kapan tapi jika kau berani menceritakan ini pada semua orang di Istana jangan salahkan aku jika aku akan membunuhmu!" Ucap Hanna.
"Hmh sebegitu pentingnya kah rahasia itu, sampai kau rela untuk membunuh suamimu sendiri." Ucap Kichiro.
"Jika kau membuatku merasa terancam maka jangan salahkan aku jika aku memilih untuk membunuhmu." Ucap Hanna.
__ADS_1