
Kairi segera mengangkat pedang milik nya sampai ujung nya hampir mengenai wajah hanna."
Kairi "jangan salah kan aku jika ini adalah hari terakhir mu."
Hanna "hm , sebenarnya aku tidak ingin bertarung sampai seperti ini ,aku memiliki penawaran untuk mu pangeran toma." (menatap toma)
pangeran toma kin menatap hanna "kau sudah membuat kekacauan seperti ini masih berani membuat pernawaran pada ku?!."
Hanna "ya , aku pun tidak bermaksud melakukannya , itu ulah pengawal mu sendiri , jika mereka tidak menyerang ku ,aku juga tidak akan menyerang mereka." (menatap pangeran toma)
Kairi "jangan coba untuk menipu kami."
Hanna "tidak akan."
Pangeran toma "penawaran apa yang kau maksud?."
Permaisuri kirana dalam batin nya "apa lagi rencana yang di buat nya ?."
Hanna "kedatangan ku tidak lain untuk mengambil kembali pedang merah yang ada bersama mu ,namun karna bertarung itu sungguh sangat melelahkan , aku akan membuat satu permainan , jika aku kalah aku akan bersedia memberikan seluruh kekuatan ku pada mu dan menjadi budak mu , namun jika aku yang menang kau harus bersedia memberikan pedang merah itu pada kami."
Pangeran toma "permainan apa itu?."
hanna tersenyum licik dalam batin nya "bagus"
Hanna membelakangi mereka dan mengangkat satu tangan nya tak lama jembatan yang terbuat dari pedang mengelilingi mereka."
kairu "permainan apa ini?."
Hanna menatap pangeran toma "disini sudah ada beberapa jembatan pedang yang ku buat ,cara main nya temukan mana pedang yang asli dan berjalan sampai ujung."
Pangeran toma "heh kau fikir aku akan mempercayai tipuan mu?! ,kau yang membuat permainan ini pasti nya kau sudah lah tau dimana letak pedang asli itu."
Hanna "bukan aku yang bermain melainkan kalian bertiga."
__ADS_1
Permaisuri kirana menatap hanna."
Hanna menatap kirana dengan bibir sedikit Tersenyum.
dalam batin kirana "aku tidak tau dimana pedang asli itu berada , namun aku tau ini hanya untuk mengecoh mereka saja."
Hanna "jadi siapa yang akan bermain terlebih dahulu ?."
Pangeran toma "huh membosankan , tentu saja aku permainan seperti ini sungguh sangat mudah bagi ku."
Hanna "baik lah silahkan."
Pangeran toma "kairu bantu aku."
Kairu "baik tuan"
Mereka mengupayakan seluruh tenaga untuk menemukan pedang asli milik hanna."
pangeran toma "huh , ini cukup sulit dimana pedang asli itu berada."
Pangeran toma "kau benar kairu"
Hanna menatap "hmh dasar bodoh" (tersenyum licik)
Permaisuri kirana "hanna kita sudah menipu mereka , aku tidak menyangka kau menggunakan cara seperti ini."
Hanna "bukan kah cara ini sangat efektif Mengalahkan musuh tanpa menyentuh."
pangeran toma akhirnya menemukan pedang asli dia berjalan bersama kairu untuk sampai di ujung pedang."
Pangeran toma "haha lihat lah kami sudah berhasil."
Hanna menatap mereka dia melihat banyak darah yang keluar dari kaki yang mereka pijak kan pada pedang itu."
__ADS_1
Hanna "waw , bagus , aku pun juga sudah selesai dengan urusan ku."
Pangeran toma "apa maksud mu?!."
permaisuri kirana menunjuk pangeran toma dengan pedang merah milik nya."
permisuri kirana "kau sudah kalah."
pangeran toma dan kairu terkejut ternyata mereka hanya di tipu oleh hanna."
pangeran toma sangat marah
pangeran toma "kau berani nya ,menipu ku!!.'
Hanna "lebih tepat nya kau yang terlalu bodoh sehingga mudah untuk di tipu."
Hanna mengangkat tangan nya dekat dada
Hanna dalam batin "petir putih"
tak lama sebuah cahaya putih mengelilingi tangan hanna."
Hanna "selamat jalan."
kekuatan itu mengenai tubuh pangeran toma dan kairu mereka terjatuh ke tanah dengan mulut mengeluarkan darah."
Pangeran toma "ah , sakit sekali , ka..kau wanita biadab tunggu pembalasan ku."
pangeran toma dan kairu akhir nya lenyap ,tubuh nya menjadi butiran abu hitam."
Hanna "kita harus kembali."
permaisuri kirana terkejut "i.. iyaa"
__ADS_1
Mereka berjalan menghampiri burung elang dan pergi meninggalkan tempat itu."
dalam batin kirana "sungguh menakjubkan ,aku tidak menyangka dia memiliki kekuatan sehebat itu."