
Putri Yuri yang melihat bara api miliknya kini berbalik arah menuju pada dirinya, Putri Yuri nampak begitu tidak menyangka Haruka memiliki kekuatan angin, kekuatan angin dapat pula mengendalikan sebuah benda jika pemiliknya mampu untuk menyatukan hati pada kekuatannya, para dewa yang tengah menyaksikan pertarungan dibabak pertama saat melihat kekuatan angin dapat Haruka kendalikan dengan mudah, sudah dapat dipastikan bahwa Haruka mampu untuk mengalahkan Putri Yuri. Namun, ada satu hal yang membuat para Dewa juga percaya bahwa Haruka akan kalah karena Putri Yuri mewarisi kekuatan "Faiyarufu" buka hanya itu jika Putri Yuri mengeluarkan semua kemampuannya dalam bertarung mungkin saja dia yang akan memenangkan pertandingan ini.
Haruka sedikit melirik ke arah para Dewa yang tengah mengamati, dari raut wajah mereka sangat merasa Haruka akan kalah dalam pertarungan ini, rasa itu yang membuat Haruka merasa sangat kesal, seorang Dewa saja tidak mempercayai kemampuannya apalagi orang biasa.
Tak lama saat bara api itu melesat ke arah Putri Yuri dengan segera Putri Yuri mengeluarkan Pedangnya, yang bernama Pedang es. Pedang itu memiliki kekuatan berupa air yang akan memadat atau berganti menjadi es yang beku dan dingin. Putri Yuri segera menepis bara api yang datang kepada dirinya, tak lama bara api yang terjatuh diatas tanah menjadi es yang beku.
Haruka yang melihatnya hanya terdiam, sedikitpun tidak ada rasa tegang, ataupun takut dalam berhadapan dengan Putri Yuri, Haruka tidak dapat membunuh Putri Yuri ditempat itu karena peraturan akan tetap menjadi peraturan, namun Haruka akan membuat Putri Yuri mengucapkan kalimat yang akan membuatnya berhati-hati dalam bertindak, Haruka masih teringat Bukit Zhandou adalah sebuah Bukit keramat, saat seseorang berkata satu hal yang buruk maka ia akan mendapatkan saat orang itu melanggar janjinya.
Haruka tidak sungguh-sungguh dalam pertarungan kali ini, dia hanya ingin mengecoh Putri Yuri, Haruka sadar dia adalah seorang Putri dengan temperamen yang tidak bagus, maka dari itu Haruka tidak ingin membuatnya yang jatuh ke dalam permainannya sendiri.
"Apakah kau sudah mulai takut, hey wanita sombong!" Bentak Putri Yuri terhadap diri Haruka.
Di bawah cakrawala biru yang membentang dengan sangat luas itu, Haruka masih berdiri dihadapan Putri Yuri yang kini menjadi lawan mainnya, pertarungan baru saja dimulai namun terlihat begitu jelas Haruka tidak mengeluarkan kemampuan apapun, selain kekuatan udara, sontak saja hal itu membuat para petarung lain yang melihatnya dibuat terkejut, awalnya mereka berpikir Haruka adalah seorang wanita yang hebat, namun setelah melihat kemampuannya yang hanya mampu untuk mengendalikan kekuatan udara, membuat para penonton memandang diri Haruka dengan tatapan rendah. Namun, hal yang membuat mereka bingung adalah saat Haruka bisa bersama dengan Naga Emas yang bertempatkan dari dunia atas.
Haruka menatap wajah Putri Yuri, tak lama Putri Yuri segera mengeluarkan sebuah Monster dari dalam telapak tangannya. Hal itu membuat para petarung yang turut menyaksikan kagum akan kekuatan dari Putri Yuri, Norr hanya terdiam saat menyaksikan hal itu, tanpa berkata buruk terhadap diri Haruka, Norr paham dengan apa yang Haruka lakukan, disini memang kekuatan yang dibutuhkan, namun tanpa taktik dan kemampuan berpikir yang cerdas sebuah kekuatan yang besar akan terbuang sia-sia dan mereka yang hanya mengandalkan kekuatan akan kalah dengan mereka yang mengandalkan pikirkan.
Pangeran Kichiro saat melihat hal itu juga merasa bahwa Haruka terlihat hanya tengah mempermainkan Putri Yuri, jadi dia hanya diam saja tanpa berpikir macam-macam terhadap diri Haruka.
Tak lama seorang Dewi turun dari atas langit, untuk menyaksikan petarung hebat yang tengah menguji kebolehannya, Dewi itu terlihat sangat cantik wajahnya pun masih muda, dengan mengenakan pakaian berwarna putih, dengan rambut yang terikat separuh, membuatnya terlihat sangat menawan, dan lagi saat para Dewa memberikan hormatnya kepada seorang Dewi itu.
Dewi Cang'e tengah memperhatikan kedua petarung yang saling mengerahkan kemampuannya, kemudian Dewi Cang'e melirik ke arah para Dewa yang tengah membicarakan kedua petarung itu.
"Sepertinya Putri Yuri lah yang akan memenangkan pertarungan ini." Ucap, salah seorang Dewa.
__ADS_1
Segera diikuti dengan kedua pria lainnya, Dewi Cang'e hanya terdiam, kemudian salah seorang Dewa bertanya kepada dirinya.
"Bagaimana menurut anda, Dewi?" tanya Dewa itu.
Dewi Cang'e terlihat hanya terdiam sambil menyaksikan kedua wanita itu, tak lama padangannya tertuju pada Haruka, Dewi Cang'e terdiam sejenak dengan raut wajah yang nampaknya dia sedikit curiga dengan diri Haruka.
"Kita lihat saja nanti, bergosip itu bukanlah hal yang baik." Ucap, Dewi Cang'e dengan suara lembutnya.
Haruka melihat Putri Yuri mengeluarkan Monster es yang sangat besar dihadapan dirinya, Monster es itu kemudian berjalan untuk menghampiri diri Haruka. Haruka menghela napas segera ia memejamkam matanya sambil berbisik didalam hati. "Kame No Me." Ucap, Haruka didalam hatinya tak lama kemudian Haruka segera membuka matanya, bola mata kanannya kini berganti menjadi merah, dengan simbol hitam. Putri Yuri dan para juri yang menyaksikannya dibuat tersentak Haruka yang sejak tadi hanya terdiam, disaat sudah hampir membuat Putri Yuri kelelahan karena hampir semua kekuatannya telah ia kerahkan. Dewi Cang'e yang melihatnya sungguh dibuat kagum, wanita itu memang sejak awal sudah terlihat sangat tenang, hanya mengeluarkan kekuatan seadanya dan membiarkan lawan mainnya berusaha dengan sangat keras untuk melumpuhkan dirinya dengan semua kekuatan yang lawan mainnya itu miliki.
"Sial ini jebakan!" Dalam benak Putri Yuri dengan kesal.
Haruka terus memperhatikan Monster es itu, kemudian perlahan Haruka mengangkat lengan kanannya kini jari telunjuk berada didepan hidungnya.
Tidak lama tubuh Haruka menjadi tiga, Putri Yuri yang melihatnya dibuat gugup setengah mati, begitupun juga dengan penonton.
"Wah ternyata dia sangat hebat." Ucap, salah seorang petarung.
Haruka kemudian segera berbicara lirik kepada 3 bayangannya, dengan tatapan tajam Haruka terus menatap ke arah Monster es.
"Serang Monster es itu, dan aku yang akan mengalahkan Putri Yuri, selama mata ini terbuka kalian akan mampu untuk mengalahkan Monster itu, apa kalian mengerti?" ucap Haruka dengan tegas.
Ketiga bayangan itu menatap ke arah Monster es milik Putri Yuri dengan tatapan dingin, mereka hanya menganggukkan kepala sebagai isyarat bahwa mereka telah paham, untuk menjalankan titah dari Haruka.
__ADS_1
"Bagus." Ucap, Haruka yang segera mendekat ke arah Putri Yuri, sedangkan ketiga bayangannya berhadapan dengan Monster es.
Haruka berjalan mendekat ke arah Putri Yuri dengan tatapan dinginnya itu, sambil berkata, langkahnya pun semakin mendekat ke arah Putri Yuri.
"Kau bukanlah tandinganku, lalu mengapa kau masih nekat untuk berhadapan dengan diriku?!" Ucap, Haruka dengan tatapan dingin yang sangat terasa.
Bahkan hal itu membuat para petarung lain merasa sangat canggung, juga para juri yang sudah berpikir bukan-bukan terhadap diri Haruka. Haruka kemudian segera mengeluarkan kekuatan angin miliknya kini sebuah sinar biru memenuhi telapak tangan Haruka, hal itu membuat Putri Yuri terjatuh diatas tanah, saat Putri Yuri ingin mengeluarkan kekuatan Faiyarufu miliknya Haruka yang melihat hal itu nampak tersenyum licik pada Putri Yuri.
"Hm, jangan kau gunakan, atau kekuatan itu akan aku musnahkan, sudah mengerti siapa diriku ini? Jika sudah belajar lah terlebih dahulu setelah itu tantanglah diriku!" Ucap, Haruka dengan tegas.
Para juri nampak terkejut dengan kekuatan Haruka, jika saja sedari tadi dia mengeluarkannya mungkin mereka tidak akan berpikir buruk pada Haruka.
"Wanita itu sangat cerdas." Ucap, salah seorang Dewa.
"Aku pasti akan membunuh dirimu, aku tidak akan pernah melakukan hubungan suami istri jika aku belum menghabisi nyawamu, jika aku melanggarnya maka aku bersedia menyerahkan nyawaku untuk dijadikan tumbal para iblis! Dengar itu Haruka!" Ucap, Putri Yuri dengan tegas.
Haruka tersenyum licik saat mendengar sumpah dari Putri Yuri, hal itu bahkan membuat semua orang yang berada ditempat itu dibuat sangat terkejut dengan ucapan dari Putri Yuri.
"Iya, aku mendengarnya, bahkan alam semesta juga turut mendengarnya." Ucap, Haruka dengan perasaan puas.
Segera Haruka memalingkan wajahnya ke arah belakang dia melihat ketiga bayangannya tengah bertarung dengan Monster es.
"Anak-anak, sudah cukup, hentikan dia sudah mengaku kalah." Ucap, Haruka yang segera menatap sinis kepada Putri Yuri.
__ADS_1
Haruka kemudian berjalan untuk menghampiri para juri yang nampak tidak menyangka dengan apa yang Haruka lakukan dan sebenarnya itu tidaklah adil, tetapi jika dipikirkan lagi kekuatan, dan juga kecerdasan termasuk dalam pertarungan didalam Bukit Zhandou. Sehingga para juri hanya terdiam tanpa berani berkata itu tidak sah.