
Di tempat Haruka tersekap.
Haruka memutar bola matanya kekanan dan kekiri, dengan sikap waspada. Dirasa Pangeran Iblis beserta penjaganya tidak ada Haruka terlihat sangat curiga.
Namun, dia tidaklah perduli karena baginya yang terpenting adalah mengambil kembali kekuatannya yang sudah dicuri Pangeran Iblis.
"Hmm, sangat mencurigakan, aku harus berwaspada." Ucap Haruka yang kemudian berjalan menghampiri tangga yang berputar.
Dengan langkah yang hati-hati Haruka meniki anak tangga itu satu persatu. Saat sudah berada diatas Haruka menolehkan pandangnnya kebelakang, kemudian dia melanjutkan langkahnya.
Haruka segera menghampiri sebuah ruangan yang cukup besar dengan pintu berwarna hitam, dengan hati-hati Haruka Membuka pintu itu.
Tanpa pikir panjang segera dia memasuki ruangan itu dan mencari dimana Pangeran Iblis menyembuhkan Pedangnya.
Terlihat hanya ada sebuah peti mati dan beberapa meja dan kursi didalam ruangan Haruka yang teramat penasaran dengan peti mati itu segera dia menghampirinya.
Dengan langkah hati-hati tetapi pasti, Saat Haruka ingin membuka peti mati yang tertutup rapat dengan warna hitam itu dia dikejutkan dengan suara orang yang tiba-tiba berbisik ditelinganya.
__ADS_1
Haruka yang terkejut segera menoleh kebelakang dan sedikit menjauh dari tempatnya. Betapa terkejutnya dia melihat orang yang berbisik di telinganya adalah Pangeran Iblis.
"Perangkap, hmm aku sudah menduganya. Serahkan Pedangku!" ucap Haruka dengan dingin.
"Haha.... ternyata kau sangatlah cerdas, tidak akan!" ucap Pangeran Iblis.
Haruka tak dengan melirik lengan kanan Pangeran Iblis dia tengan menggenggam sebuah Liontin berwarna biru.
"Ada apa?!" "Hmm biarku tebak!" Wajahku sangat mirip dengan kekasihmu, atau kau ingin menghidupkan kekasihmu menggunkan tubuhku." ucap Haruka dengan tegas.
"Hmm didalam peti mati itu ada kekasihmu, bukan?!" ucap Haruka lagi sambil melirik peti mati itu.
"Sungguh luar biasa, kau memanglah sangat cerdas. Aku jadi tidak sabar untuk menghidupkan kekasihku dengan tubuhmu!" ucap Pangeran Iblis dengan tegas.
"Hmm... konyol, kau sangat konyol, kau bar tau ya aku ini cerdas, kekasihmu tidak pantas bersemayam ditubuhku!" uca Haruka dengan tegas.
"Hahaha.... Bukan kau yang memutuskannya tapi aku!" ucap Pangeran Iblis dengan tersenyum sinis pada Haruka.
__ADS_1
"Iya memang aku hanya berpura-pura saja mencintaimu, heh tidak disangka kau tidak tergoda oleh diriku!" ucap Pangeran Iblis.
"Hahaha.... tergoda denganmu, aku heh kau bukanlah levelku!" ucap Haruka dengan tegas.
"Dasar sombong, jika kau ingin mengambil kembali Pedangmu maka ini ambilah!" ucap Pangeran Iblis sambil mengangkat tangannya tak lama Pedang Pusaka milik Haruka terlihat. Dia mengarahkannya keluar jendela yang tiba-tiba terbuka.
"Aku yakin dia tidak akan berani mengambilnya!" dalam benak Pangeran Iblis.
Haruka yang segera menoleh ke arah Pedangnya yang tengah berada diudara. Segera dia berlari dan meloncati jendela itu dengan cepat. Pangeran iblis terbelalak melihat Haruka yang ternyata sangat berani untuk mengambil resiko.
"Sial!" dalam benak Pangeran Iblis kesal.
Haruka segera meraih Pedang Pusakanya. Tetapi Pangeran Iblis segera menjatuhkan tangannya kebawah. Tubuh Haruka bersama Pedangnya jatuh kebawah. Haruka menatap halaman belakang yang terlihat sangat mengerikan.
"Pengendali Angin!" ucap Haruka, tak lama dia mendarat dengan selamat.
Pangeran Iblis nampak terkejut dengan hal itu.
__ADS_1
"Seharusnya Pedang itu sudah tidak berfungsi, apakah benar dia memang reinkarnasi dari orang itu!" ucap Pangeran Iblis yang nampak tak percaya.