
Sampai pada akhirnya Putri Yuri dapat keluar dari dalam Istana bersama dengan kedua Pelayan dari Istana Yu, Putri Yuri merasa amat lega, namun kepergiannya yang secara diam-diam itu diketahui oleh salah seorang penjaga Istana, dia yang tengah mengawasi keadaan dari Istana Yu tidak sengaja melihat tingkah aneh dan mencurigakan dari Putri Yuri.
Sedangkan diluar Istana Yu, Putri Yuri yang merasa bahwa pengawasan yang saat ini tengah diberikan oleh Istana Yu, cukup lengah bahkan ia dapat dengan mudahnya keluar dari dalam Istana tanpa harus melakukan kewaspadaan yang begitu sangat ekstra. Kedua Pelayan Wanita itu yang masih mengikuti diri Putri Yuri, merasa sangat curiga dengan tingkah laku dari Putri Yuri, dia nampak begitu sangat mencurigakan, dan hal itu membuat salah seorang Pelayan Istana menanyakannya secara langsung terhadap diri Putri Yuri.
"Putri, sebenarnya anda ini ingin pergi kemana? Dan mengapa anda keluar secara diam-diam begini?" ucap, salah seorang Pelayan yang tengah berada dibelakang Putri Yuri.
Putri Yuri yang mendengarnya nampak begitu sangat terkejut dia tidak menyangka perilakunya ini dapat membuat kedua Pelayan itu merasa sangat mencurigai dirinya. Tak lama kemudian Putri Yuri segera menghentikan langkahnya lalu dia dengan segera memalingkan Wajahnya ke arah belakang untuk dapat melihat kedua Pelayan Wanita itu.
"Kalian itu sungguh banyak bicara, aku ini tengah sedih dan kalian malah mencurigai diriku, lebih baik kalian pergi saja dari hadapanku sekarang juga, dan jangan pernah mengikuti diriku lagi!" Ucap, Putri Yuri dengan raut Wajah kesalnya kepada kedua Pelayan itu.
Kedua Pelayang yang melihat hal itu mereka berdua merasa sangat terkejut akan ucapan dari Putri Yuri, hingga kedua Pelayan itu menduga bahwa Putri Yuri bermaksud untuk melarikan diri dari Istana Yu.
"Apa maksud dari perkataan anda ini Putri?" tanya salah seorang Pelayan Istana.
"Anda tidak berniat untuk melarikan diri bukan?" tanya salah seorang Pelayan Istana lainnya.
Saat mendengar perkataan seperti itu dari kedua Pelayan Istana, Putri Yuri merasa sangat terkejut lalu dengan satu kalimat saja Putri Yuri berkata dan dia segera mengeluarkan kekuatannya untuk dapat melukai tubuh dari kedua Pelayan itu.
"Heh, benar sekali." Ucap, Putri Yuri, yang dengan segera lengan kanannya dipenuhi oleh sinar berwarna merah, lalu dia arahkan kepada dua Pelayan Wanita itu.
Kedua Pelayan Istana yang melihat hal itu mereka merasa begitu sangat terkejut, lalu keduanya segera berteriak dengan sangat keras, hingga mampu membuat orang yang berada didalam Istana Yu mendengarnya.
__ADS_1
Sedangkan Kaisar Yu yang tengah berada didalam Ruangannya itu, nampak tengah duduk disinggah sananya, tak lama kemudian datanglah salah satu seorang penjaga Istana yang memasuki Ruangan Kaisar, Kaisar Yu yang melihat hal itu dengan segera ia menatap Penjaga Istananya yang tengah memasuki Ruangannya, nampaknya Penjaga Istana itu ingin menyampaikan sesuatu hal yang begitu sangat penting untuk dirinya.
"Hormat saya kepada Kaisar." Ucap, Penjaga Istana itu yang segera memberikan rasa hormatnya kepada sang Kaisar.
Kaisar yang melihat sikap dari Penjaga Istananya dengan segera ia meminta kepada Penjaga itu untuk segera menyampikan maksud dan kedatangannya, menghadap dirinya.
"Ada apa?" tanya Kaisar Yu dengan raut Wajah seriusnya itu.
Penjaga Istana itu kemudian segera menyampaikan maksud dan tujuannya kepada diri Kaisar Yu.
"Saya melihat Putri Yuri, dengan ditemani oleh kedua Pelayan Istana keluar dari dalam Istana ini dengan sikap yang sangat mencurigakan, saya pikir mungkin saja Putri Yuri berniat untuk pergi meninggalkan Istana ini, Kaisar." Ucap, Penjaga Istana itu.
Kasiar Yu yang mendengar perkataan dari Penjaganya merasa begitu sangat terkejut, juga marah lalu tak lama kemudian mereka dikejutkan oleh suara teriakan yang berasal dari luar Istana, Kaisar Yu dan juga Penjaga Istana merasa sangat panik, lalu dengan segera Kaisar Yu bergegas untuk dapat melihat apa yang telah terjadi diluar sana.
Saat Kaisar Yu yang tengah ditemani oleh Penjaga Istana berjalan untuk dapat melihat apa yang telah terjadi diluar sana, Kaisar Yu begitu sangat dikejutkan dengan beberapa Pelayan Istana yang sudah berkerumun diluar Istananya, Kaisar Yu yang semakin merasa sangat terkejut kemudian dia dengan segera menghampiri gerbang Istananya yang saat itu telah terbuka dengan sangat lebar.
"Ada apa ini?!" Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan terkejut.
Saat mendengar suara dari Kaisar Yu, para Pelayan yang tengah berkerumun itu segera membalikkan tubuh mereka dan memberikan jalan kepada diri Kaisar sambil memberikan hormat mereka terhadap diri Kasiar Yu. Kaisar Yu yang melihat sikap dari para Pelayan Istana yang terlihat begitu sangat takut itu, dengan segera ia berjalan untuk dapat melihat apa yang telah terjadi, saat Kasiar Yu melangkahkan kakinya untuk dapat melihat apa yang tengah berada diluar sana, sungguh diri Kaisar Yu merasa begitu sangat terkejut saat melihat kedua Pelayan Istananya yang sudah terkapar dengan luka pada tubuh mereka.
"Kurang ajar! Siapa yang telah melakukan hal semacam ini terhadap mereka!" Ucap, Kaisar Yu dengan raut Wajah kesal dan marahnya.
__ADS_1
Seluruh Pelayan Istana hanya mampu terdiam, karena mereka memanglah tidak tau apa yang sudah terjadi kepada diri kedua Pelayan itu, hingga harus terkapar diatas tanah dengan kondisi yang sudah tidak bernyawa lagi.
Tak lama kemudian Penjaga Istana yang sudah sangat mencurigai diri Putri Yuri, menduga bahwa yang melakukan hal semacam itu adalah dirinya.
"Kaisar, mungkinkah ini semua perbuatan dari Putri Yuri? Jika kita melihat disekitar sini batang hidungnya tidak muncul?" ucap, Penjaga Istana yang tengah menatap tubuh bagian belakang dari Kaisar Yu.
Kaisar yang mendengar perkataan dari Penjaga Istananya itu dengan segera ia terkejut, lalu Kaisar Yu menolehkan pandangannya ke arah belakang, dengan tatapan kesal ia menatap tajam diri Penjaga Istananya itu.
"Mungkinkah aku telah dipermainkan oleh mereka? Sudah beberapa hari ini aku tidak mendapat kabar dari Raja Age tentang pencariannya, namun aku selalu mendapatkan kabar dari Prajurit perang lainnya, dengan membuatkan surat yang dibwakan oleh burung Merpati, sungguh bodoh! Age, Yuri kau harus membayar semua ini!!" Dalam benak Kaisar Yu dengan perasaan kesalnya.
Tak lama kemudian, Kaisar Yu memerintahkan Penjaga Istannya untuk mengirimkan surat kepada Prajurit perang yang tengah mencari keberadaan dari kedua Pangeran.
"Aku perintahkan kepada dirimu untuk mengirimkan surat kepada Prajurit yang tengah mencari keberadaan dari kedua Pangeran, tuliskan didalamnya bahwa aku memerintahkan mereka semua untuk kembali! Secepatnya!" Ucap, Kaisar Yu dengan perasaan kesalnya.
Penjaga Istana yang mendengar perintah dari diri Kaisar dengan segera ia menjalankan perintah yang sudah ia terima.
"Baik Kaisar, saya mohon pamit." Ucap, Penjaga Istana itu yang segera pergi meninggalkan tempatnya.
Para Pelayan Wanita yang masih berada diluar dengan segera diperintahkan oleh Kaisar Yu untuk mengurus mayat dari Pelayan yang sudah mati, namun tidak dengan Yuan, Kaisar Yu dengan segera berbicara kepada diri Yuan.
"Urus mayat mereka! Dan kau Yuan ikutlah dengan diriku!" Ucap, Kaisar Yu yang segera menatap Wajah Yuan dengan sangat tajam.
__ADS_1
Yuan yang mendengar perintah dari diri Kaisar dengan segera ia menyetujui perintahnya, timbul rasa curiga dari dalam benak Yuan, namun hal itu segera ia hilangkan.
"Baik, Kaisar." Ucap, Yuan yang segera menundukkan kepalanya.