Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
208


__ADS_3

Haruka menatap ke arah para Dewa dan salah seorang Dewi, keempat juri itu hanya terdiam, kemudian Dewi Cang'e melirik ketiga rekannya yang terlihat sangat canggung dihadapan Haruka, Dewi Cang'e kemudian segera berbicara terhadap diri Haruka sambil menatap wajahnya.


"Selamat, kau berhasil memenangkan pertandingan ini, dan untuk Putri Yuri selalu ingat dengan janjimu, karena dirimu lah yang mengucapkan janji itu sendiri, memang benar ditempat ini, bukan hanya kekuatan tapi juga kecerdasan, kesabaran dalam menghadapi lawan, sering kali kita sebagai lawan tersulut emosi dengan ucapan ataupun tindakan yang pastilah membuat diri menjadi tidak terkendali, ditempat ini kita diajarkan untuk saling menghormati satu sama lain, saling percaya, dan saling melindungi, tidak ada manusia yang paling kuat, dan tidak ada manusia lemah, kalian semua sama, semoga dengan adanya Bukit Zhandou sebagai tempat pertarungan membuat kalian para petarung hebat mengerti apa itu pertarungan yang sesungguhnya." Ucap, Dewi Cang'e yang terdengar sangat tenang.


Hal itu bahkan dapat membuat seluruh petarung terdiam sambil berpikir kembali, ditempat ini mereka bukanlah apa-apa, begitupun juga dengan Haruka saat melihat Dewi itu dia merasa seperti tengah berhadapan dengan seorang ibu yang tengah menasehati anak-anaknya, Haruka merasa kagum bukan hanya cantik Dewi alam itu juga sangat bijaksana.


"Terima kasih Dewi alam." Ucap, Haruka dengan memberikan hormatnya kepada Dewi Cang'e.


Dewi Cang'e yang melihat kesopanan dari Haruka hanya tersenyum menatap dirinya. Haruka membalas senyuman itu. Tak lama kemudian para Dewa segera berbicara kepada Dewi alam itu.


"Dewi Cang'e mari kita pergi dari tempat ini." Ucap, salah seorang Dewa yang tengah menatap wajah Dewi alam.


Dewi Cang'e yang segera menoleh ke arah salah seorang Dewa kemudian dia tersenyum kepadanya, Haruka sungguh dibuat terbelalak saat salah seorang Dewa memanggil Dewi itu dengan sebuatan Dewi Cang'e. Dalam benak Haruka sungguh merasa sangat senang hatinya begitu terenyuh ingin rasanya ia segera berteriak kepada wanita itu, dan memeluk tubuhnya dengan erat.


"I...Ibu?!" Dalam benak Haruka yang merasa sangat senang dia akhirnya dipertemukan dengan ibunya meskipun diwaktu yang tidak tepat seperti saat ini.


Dewi alam kemudian segera menatap wajah Haruka lagi sambil menyentuh wajah Haruka, Dewi alam tersenyum sambil mendo'akan Haruka.


"Semoga Dewa selalu memberkati dirimu, disetiap langkah, dan disetiap perbuatan." Ucap, Dewi Cang'e yang segera menurunkan lengannya, segera ia pergi untuk meninggalkan Haruka.


Haruka tersenyum bahagia, akhirnya setelah lama hidup seorang diri dalam penderitaan kini akhirnya dia dapat memiliki sebuah titik terang yang mampu menenangkan hati dan jiwanya, segera Haruka melirik ke arah belakang sambil tersenyum tipis dia segera berjalan untuk meninggalkan arena itu, Putri Yuri sungguh dibuat malu, dia hanya terdiam dengan perasaan yang teramat begitu kesal.

__ADS_1


Semua orang yang menatap Haruka terlihat semakin kagum, bukan hanya mendapatkan nasehat dari Dewi alam dia juga mendapatkan doa dari Dewi alam. Putri Yuri kemudian segera terbangun dari duduknya, Haruka yang tengah berjalan segera menatap ke arah Pangeran Kichiro yang sedari tadi tengah menatap dirinya dengan perasaan kagum. Saat Haruka yang masi berjalan, Putri Yuri segera menabrak tubuh Haruka dengan kuat, dan hampir saja membuatnya terjatuh, Pangeran Kichiro yang saat itu tengah berada didepan Haruka segera menangkap tubuh Haruka, Haruka yang terkejut kemudian dia segera menatap wajah Pangeran Kichiro.


"Kau tak apa?" ucap, Pangeran Kichiro dengan cemas.


Haruka yang tengah berada didekapan Pangeran Kichiro segera menjawab tanya dari Pangeran.


"Iya, aku baik-baik saja, bisakah sekarang kau melepaskan diriku?" ucap, Haruka yang menatap wajah Pangeran Kichiro.


"Maafkan diriku." Ucap, Pangeran Kichiro yang segera melepaskan tubuh Haruka.


Haruka hanya terdiam kemudian dia segera menatap Putri Yuri yang terlihat begitu kesal dan malu.


"Kau tidak ingin mengejarnya? Sepertinya dia sangatlah marah?" ucap, Haruka yang segera berbicara kepada Pangeran Kichiro.


"Tidak, hmm Nona...." Ucap, Pangeran Kichiro yang merasa canggung dihadapan Haruka.


Haruka yang mendengar hal itu kemudian dia segera menatap wajah Pangeran Kichiro dengan tatapan dinginnya.


"Panggil saja aku Haruka, tidak perlu terlalu segan dengan diriku Pangeran." Ucap, Haruka yang menatap wajah Pangeran Kichiro.


Pangeran Kichiro kemudian segera tersenyum tipis pada Haruka, Haruka yang melihat senyuman itu sedikit merasa senang dibuatnya.

__ADS_1


"Baiklah, Haruka bisakah kita menjadi seorang teman?" ucap, Pangeran Kichiro kepada Haruka.


Haruka yang mendengarnya hanya tersenyum tipis pada Pangeran Kichiro, segera Haruka menjawab pertanyaan dari Pangeran Kichiro.


"Tentu saja." Ucap, Haruka dengan senyum manisnya.


Di dalam benak Haruka dia berlaku begitu hanya karena ingin melindungi Kichiro, saat ini dia tidak diperbolehkan untuk bersikap egois, dengan menjadi seorang teman, Haruka akan dapat melindungi pria yang amat dikasihinya itu dengan lebih mudah, iya Haruka mengerti kemampuan Pangeran Kichiro memang sangat luar biasa, namun dia bukanlah keturunan dari dunia atas, jika sewaktu-waktu saja Xiao Chen menjalankan niatannya untuk melukai Pangeran Kichiro setidaknya Haruka dapat membantu Pangeran Kichiro, sampai pada akhirnya nanti dia sendiri yang akan berkata jujur dengan semua perbuatan jahatnya kepada Permaisuri Jian.


Haruka tidak akan lari dari masalah, ia akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya itu, mungkin semua masalah akan bermunculan untuk menghantui dirinya, namun itu sudah menjadi resiko bagi dirinya sendiri.


Pangeran Kichiro terlihat sangat senang saat mendengar ucapan dari Haruka, dengan segera Pangeran Kichiro meminta kepada Haruka untuk memperbolehkan dirinya mengajak Haruka untuk berjalan-jalan.


"Hm, sebagai awal pertemanan ini, Izinkan saya untuk membawa dirimu pergi berjalan-jalan, hanya sebentar saja." Ucap, Pangeran Kichiro dengan penuh harap.


Haruka yang melihat raut wajah dari Pangeran Kichiro yang begitu sangat mengharapkan dirinya mengiyakan permintaan dari Pangeran Kichiro, membuat Haruka tidak dapat menolak permintaannya itu.


"Hm, sangat tidaklah baik jika saya menolak permintaan dari Pangeran, baiklah saya akan menerima ajakan dari Pangeran, hm tapi karena saya bersama dengan seekor Naga, mau tidak mau Pangeran yang harus ikut dengan saya." Ucap, Haruka dengan lembut.


Pangeran Kichiro yang melihatnya merasa sangat senang dengan jawaban dari Haruka yang menyetujui permintaannya itu.


"Baiklah itu tidak masalah, namun aku harus menemui kudaku terlebih dahulu." Ucap, Pangeran Kichiro kepada Haruka.

__ADS_1


"Silahkan saja saya akan menunggu anda didepan sana." Ucap, Haruka dengan tegas.


Pangeran Kichiro hanya tersenyum kepada Haruka kemudian dia pergi untuk meninggalkan Haruka untuk menemui kudanya. Haruka yang melihat Pangeran Kichiro pergi meninggalkan dirinya segera dia menunjukkan raut wajah dingin dan cueknya, perlahan Haruka segera melirik ke arah Norr, Leo, dan Kirana yang saat itu tengah mengawasi Haruka tatapan mereka nampak begitu bingung terhadap perilaku Haruka yang begitu sangat lembut terhadap Pangeran Kichiro.


__ADS_2