Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
175


__ADS_3

Haruka hanya terdiam, kemudian dia segera mengangkat tangan kanannya kedua jari tengah dan telunjuk tepat berada didepan hidungnya, Haruka kembali mengingat beberapa jurus yang berada didalam buku kuno itu.


Pandangannya begitu tajam, tak lama sinar berwarna biru memenuhi tubuh Haruka, tubuhnya terangkat bersama dengan angin yang membawanya, satu hal yang Haruka ketahui dari buku kuno itu dia adalah putri dari seorang dewi.


Dalam benaknya Haruka mengucapkan sebuah mantra yang dapat membangkitkan kekuatan three shadows. Angin berhembus kencang hingga membuat bibir bawah Haruka menjadi bergetar. Tak lama tangan kanan Haruka mengeluarkan sebuah bulu berwarna merah, yang disebut dalam buku kuno itu adalah Phoenix red fur.


Didalam buku kuno itu Haruka mendapatkan sebuah jawaban dari semua pertanyaannya. Haruka berfikir semua sudah berakhir, ternyata semuanya baru akan dimulai.


"Three shadows." Ucap, Haruka dengan tegas, tak lama sinar berwarna biru memutari tubuh Haruka, kini dirinya telah terbagi menjadi tiga.


Haruka tersenyum puas, dari balik jendela Xiao Chen yang tengah berada didalam kamarnya itu, nampak begitu terkejut, saat melihat sinar berwarna biru yang menyala-nyala.

__ADS_1


"Sinar ini!" Ucap, Xiao Chen dengan raut wajah panik. Kemudian dia segera bangun dari duduknya dan bergegas untuk menghampiri Haruka yang tengah berada di taman belakangnya.


Xiao Chen bergerak dengan sangat cepat, kemudian tak lama ia akhirnya sampai di taman belakang miliknya. Sungguh betapa terkejutnya saat ia melihat Haruka tidak berada disana, dan lagi pepohonan yang berada diluar Istananya rusak karena kekuatan milik Haruka.


"Sial dia berhasil kabur, dia tidak semudah yang aku kira." Ucap, Xiao Chen dengan kesal.


Haruka meloncati beberapa dahan pohon yang menjulang tinggi, dengan gesit ia beralih dari satu dahan pohon kedahan yang lain.


"Aku harus menemukan teman-temanku." Ucap, Haruka yang terus bergerak.


"Xiao Chen, kau terlalu percaya diri akan kemampuanmu. Aku tidaklah mudah untuk dikelabuhi." Ucap, Haruka yang segera bergegas pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Dia tidaklah tau dimana saat ini ia berpijak. Namun, karena kebodohan dari Xiao Chen yang telah menganggap Haruka tidak lebih cerdik darinya, malah membuat Haruka mendapatkan sebuah keuntungan yang amat berharga untuknya.


Haruka kemudian berjalan dengan perlahan. Dia memperhatikan langit yang sudah berganti menjadi terang dengan sinar mentari yang begitu terang, menandakan hari sudah berganti. Kini waktu untuk bertarung dengan Putri Yuri tinggal dua hari lagi.


Sialnya Haruka tidak mengetahui keberadaannya saat ini, namun dia terus berjalan untuk menemukan jalan keluar. Sambil memperhatikan sekeliling, Haruka berharap jika saja dia dapat menemukan seseorang yang dapat membantunya mungkin itu akan memudahkan dirinya.


"Tempat macam apa ini?!" ucap, Haruka dengan raut wajah kesal.


Tak lama Haruka dikejutkan dengan dengan suara dari Xiao Chen yang berteriak kepadanya. Dengan segera Haruka menoleh kearah belakang, tatapan mata Haruka tertuju pada langit biru. Dilihatnya Xiao Chen tengah menunggangi seekor Naga emas yang sangat besar.


Haruka kemudian menghentikan langkahnya sambil memperhatikan Xiao Chen dengan pandangan waspada. Xiao Chen kemudian mendarat dihadapan Haruka. Haruka yang melihatnya hanya terdiam sambil menunjukkan sikap dingin dan kesal terhadap Xiao Chen.

__ADS_1


"Kau pergi tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadaku?" ucap, Xiao Chen yang segera turun dari Naganya.


"Oh, sepertinya aku tidak perlu meminta izin kepada seorang pendusta seperti dirimu, dari kedatanganmu saja itu sudah sangat mencurigakan. Dan seolah-olah kau mengetahui betul siapa diriku dahulu!" ucap, Haruka dengan kesal.


__ADS_2