Perjalanan Sang Phoenix

Perjalanan Sang Phoenix
291


__ADS_3

Setelah Putri Yuri memutuskan untuk pergi meninggalkan Yuan dan juga Kaisar Lin, Lu Meng yang masih tengah menatap diri Yuan yang saat itu tengah merasa ketakutan akan dirinya.


"Pergilah dari tempat ini, dan jangan pernah kalian kembali kemari, apalagi sampai bertemu dengan Yuri, kalian masih beruntung dia tidak melukai kalian, aku tidak akan berbuat buruk terhadap kalian berdua." Ucap, Lu Meng yang tengah menatap diri Yuan dan juga Kaisar Lin.


Yuan yang terkejut akan perkataan dari Lu Meng sungguh ia merasa sangat bersyukur ternyata Pria itu tidak akan berbuat buruk terhadap dirinya dan juga Kaisar Lin.


"Terima kasih Tuan." Ucap, Yuan dengan perasaan senang terhadap Lu Meng.


Kaisar Lin yang melihat sikap dari Yuan, merasa semakin bingung dengan semua itu, lalu dengan segera Kaisar Lin berbicara kepada diri Yuan sambil memandang Wajahnya.


"Jadi maksudmu kita akan meninggalkan tempat ini?! Lalu bagaimana dengan Putriku? Yuan, ada apa dengan semua ini?! Siapa Wanita itu dan ada hubungan apa antara kau dan dia?" ucap, Kaisar Lin yang terlihat kesal dengan diri Yuan.


Yuan yang mendengar perkataan dari Kaisar Lin, sungguh merasa bingung harus bagaimana ia menjelaskan semuanya terhadap diri Kaisar, apalagi kini dihadapannya tengah berdiri seorang Pria yang tampaknya begitu sangat mengenali Putri Yuri.


"Kaisar, kita pasti akan mencari dimana keberadaan dari Putri Hanna, tetapi pikirkanlah akan keselamatan anda sendiri." Ucap, Yuan dengan raut Wajah bingung.


Lu Meng yang melihat hal itu terlihat sangat tidak ingin ikut campur dalam urusan Yuan dan juga diri Kaisar, pandangannya kemudian tertuju ke arah jalanan yang semula tengah dilalui oleh Putri Yuri. Melihat Putri Yuri sudah menghilang dari pandangannya membuatnya tidak bisa berdiam diri ditempat itu. Tanpa berkata apapun Lu Meng segera menghilang dari hadapan Yuan dan juga Kaisar Lin untuk dapat mengejar Putri Yuri yang sudah pergi jauh meninggalkan dirinya.


Kaisar Lin yang terkejut ketika melihat Lu Meng menghilang dari hadapannya, membuatnya dengan leluasa memarahi Yuan.


"Apa maksud dari perkataanmu itu, Yuan?! Aku tidak ingin kembali ke tempat kita semula, aku sudah menghabiskan waktu cukup panjang untuk pencarian ini, jika kau tidak bisa ikut dengan diriku tak masalah, biar aku saja yang mencari keberadaan dari Putriku Hanna." Ucap, Kaisar Lin dengan perasaan kesal.


Yuan yang mendengar perkataan dari diri Kaisar membuatnya merasa semakin bersalah, ketika diri Kaisar Lin meninggalkan dirinya, Yuan segera berjalan dengan cepat untuk dapat mengejar diri Kaisar Lin.


"Saya mohon ampun Kaisar, saya tidak bermaksud seperti itu terhadap diri anda, saya hanya menghawatirkan keselamatan anda saja, sungguh tidak lebih dari itu, sudah kewajiban saja untuk selalu menemani diri anda, apalagi mencari keberadaan dari Putri Hanna dan juga Pangeran Kichiro, saya mohon ampun atas kelancangan saya, mohon Kaisar dapat memaafkan saya." Ucap, Yuan yang segera memohon ampun kepada diri Kaisar Lin.

__ADS_1


Kaisar Lin yang melihat hal itu hanya terdiam, kemudian dia segera berjalan lagi, sambil berbicara kepada diri Yuan.


"Tak apa Yuan, aku lah yang salah." Ucap, Kaisar Lin yang tengah berjalan menyusuri jalanan dimalam yang gelap itu.


°^°


Setibanya didalam Istana Yu, Putri Yuri menatap sekitar dilihatnya Istana Yu yang megah dan besar itu sudah runtuh bangunannya kini sudah menjadi butiran abu, puing-puing Istana Yu terlihat sangat berserakan dari atas dahan Pohon yang cukup tinggi, ketika itu Putri Yuri tidak melihat keberadaan dari Kaisar Yu, ataupun orang yang dahulu pernah berdiam ditempat itu, pandangannya kemudian ia arahkan ke samping kanan, dilihatnya ada sebuah jalan setapak, dengan perasaan curiga Putri Yuri segera meloncat dari atas dahan pohon untuk dapat mendaratkan tubuhnya diatas jalanan.


Tanpa membuang waktu lagi Putri Yuri segera berjalan ke arah jalan setapak itu, dengan perasaan murka dalam dirinya membuatnya harus dapat melenyapkan Kaisar Yu detik itu juga. Langkahnya begitu sangat cepat, sampai pada akhirnya Putri Yuri melihat sebuah Pegunungan yang sebentar lagi akan runtuh, langkahnya segera terhenti kemudian dia berjalan mundur ke belakang sambil terus menatap Pegunungan yang akan hancur itu.


"Apa yang telah terjadi?!" Dalam benak Putri Yuri yang merasa sangat bingung.


Hingga tak lama kemudian Putri Yuri melihat bayang-bayang seseorang yang tengah keluar dari dalam sebuah tempat yang ia tidak ketahui, hal itu membuatnya merasa semakin curiga dan juga muncul rasa penasaran dalam dirinya.


Yu, yang tengah berjalan melalui jalan berbatu yang sangat curam sungguh tidak menyadari akan adanya Putri Yuri yang tengah menunggu kehadirannya.


"Akhirnya aku akan menjadi Pria yang sangat kuat, aku sudah tidak membutuhkan Kichiro apalagi Rendra, haha! Tanpa mereka aku sudah menjadi yang terkuat." Ucap, Kaisar Yu dengan langkah sembrononya.


Putri Yuri yang sudah sangat tidak sabar itu, dengan segera ia berlari untuk dapat mendekati diri Kaisar, dengan pergerakannya yang sangat cepat Putri Yuri mengayunkan Gadha milik Pamannya Lu Meng, lalu ketika sudah berada dihadapan Kaisar Yu, Putri Yuri segera memukul tubuh Kaisar dengan sangat kencang dari arah belakang.


Kaisar Yu yang merasa sangat terkejut dengan serangan yang tiba-tiba membuat tubuhnya hampir terjatuh diatas bebatuan, dengan segera Kaisar Yu yang sudah terlihat sangat marah itu membalikkan tubuhnya untuk dapat melihat siapa gerangan yang dengan beraninya menyerang dirinya.


"Kurang ajar! Siapa yang dengan beraninya menyerang diriku!" Ucap, Kaisar Yu yang segera memalingkan tubuhnya, dilihatnya ada Putri Yuri yang tengah berdiri dihadapannya dengan tampang sinis dan murka kepada dirinya.


"Hohoho! Ternyata kau, Wanita ****** apa yang kau inginkan! Apa kau juga ingin aku bawa ke neraka untuk menemani Ayahmu yang sudah mati itu!" Ucap, Kaisar Yu dengan tampang licik terlihat dari caranya berkata dirinya tengah merendahkan Putri Yuri.

__ADS_1


Putri Yuri yang masih dalam keadaan kalut, tidak dipungkiri ia menjadi sangat rentan untuk terpancing emosi, tanpa basa-basi Putri Yuri segera menyerang diri Kaisar dengan Gadha milik Pamannya.


"Sialan kau!" Ucap, Putri Yuri yang segera menyerang Kaisar Yu dengan Gadha besi emas yang tengah berada dalam genggamannya.


Kaisar Yu yang melihat penyerangan dari Putri Yuri yang cepat, membuatnya dengan sigap menepis serangan Putri Yuri dengan menggenggam lengan Putri Yuri, memang benar kekuatan Kaisar Yu telihat semakin naik dengan pesat.


"Argh! Sial lenganku tidak dapat digerakkan?! Apa yang telah terjadi kepada dirinya, mengapa dirinya semakin besar, apakah kini dia sudah menganut ilmu hitam?! Perduli setan, yang terpenting saat ini adalah mengalahkan dirinya!" Dalam benak Putri Yuri yang tengah berusaha untuk dapat menggerakkan tubuhnya.


"Hahaha! Masih berani kau melawan diriku! Apakah kau tau kini kekuatan yang aku miliki tidak ada tandingannya dengan siapapun!" Ucap, Kaisar Yu yang tengah mencengkram lengan kanan Putri Yuri dengan sangat kuat.


Terlihat Putri Yuri yang tengah berusaha untuk dapat menggerakkan tubuhnya yang tidak dapat digerakkan itu. Kaisar Yu yang merasa bahwa Putri Yuri tidak ada apa-apa nya dengan dirinya, segera ia mengeluarkan sebuah Pedang dengan kekuatan baru yang telah ia miliki.


"Heh, bocah tengik bukan aku yang akan mati, tetapi dirimu apa kau tau itu! Pergilah kau ke neraka!" Ucap, Kaisar Yu yang segera mengangkat Pedangnya untuk dapat ia arahkan kepada diri Putri Yuri.


Putri Yuri yang terkejut dengan hal itu merasa sangat bingung ia harus berbuat apa, tubuhnya sama sekali tidak dapat ia gerakkan, ia pun tak tau jika kekuatan Kaisar Yu dapat meningkat dengan sangat pesat hanya dalam hitungan waktu saja.


"Gawat aku tidak boleh mati!" Dalam benak Putri Yuri masih berusaha untuk dapat menggerakkan tubuhnya.


"Haha rasakan ini Yuri! Hiahh!" Ucap, Kaisar Yu dengan pergerakan yang sangat cepat.


Ketika ujung runcing dari Pedang miliknya tengah berada tepat dihadapan Putri Yuri, Kaisar Yu yang tengah bersiap untuk dapat melenyapkan Putri Yuri merasa sangat terkejut ketika sebuah belati tengah terbang dari arah belakang mengarah padanya, dan menusuk punggungnya itu.


Putri Yuri yang telihat sudah sangat ketakutan dengan apa yang akan dilakukan oleh diri Kaisar terhadap dirinya, merasa sangat terkejut ketika ia mendengar suara dari Kaisar Yu yang sepertinya tengah berbicara kepada orang lain.


"Kurang ajar siapa yang dengan beraninya mengganggu kesenanganku!" Bentak Kaisar Yu dengan perasaan kesal dalam dirinya.

__ADS_1


__ADS_2