Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 100 : Pernikahan yang menguatkan.


__ADS_3

Episode 100 : Pernikahan yang menguatkan.


***


Hari berlalu sejak saat itu, tepat satu minggu setelah Reynold masuk rumah sakit, dia tidak pernah bangun lagi.


Sampai grafik berbunyi yang mendeteksi denyut nadinya menjadi lurus, Reynold telah kembali ke sisi Yang Maha Kuasa.


Di saat terakhirnya, Reynold tersenyum dan terihat seperti tengah tidur.


Mungkin dia sudah bertemu dengan cinta sejatinya yang lebih dulu pergi meninggalkan dirinya, seolah Reynold telah bahagia sepenuhnya.


Reynold dimakamkan di samping makam istrinya, di sekitarnya juga ada makam ayah dan ibu Kenzo.


Hari itu hujan deras, Kenzo terdiam sejak tadi, semua rekan, pelayan dan yang memiliki hubungan baik dengan Reynold yang datang ke pemakaman telah berangsur pergi.


Termasuk Tasya, Ibu kandung Rembulan, mereka semua pergi karena sebenarnya hari sudah akan malam.


Dan Tasya masih dalam proses penyembuhan jadi dia tidak boleh berlama-lama berada di luar apalagi ketika hujan.


Hujan yang jatuh ke tanah membuat kaki mereka basah, walau payung hitam menaungi tetap saja hujan menggenangi sepatu mereka.


Tangan mungil Rembulan terus menggenggam payung, untuk melindungi suaminya dari air hujan.


Kenzo terdiam melihat tempat peristirahatan kakeknya itu, dia tidak bisa mengekspresikan dirinya dengan benar.


Wajahnya yang pucat dan tatapan mata birunya yang kosong, tak sedikitpun ia bergeming.


Disaat yang sama Rembulan bisa melihat beberapa makam yang memiliki nama Smith di belakangnya, mungkin itu adalah makam ayah Kenzo, di sisinya juga ada nama wanita yang juga sepertinya adalah Ibu Kenzo.


Hati Rembulan seolah tertusuk melihat itu, mengetahui suaminya benar-benar tidak memiliki anggota keluarga tersisa.


Lelaki kuat dan angkuh yang ia kenal ini ternyata memiliki rasa sakitnya sendiri.


***


'Kakek, akhirnya kau benar-benar pergi meninggalkan aku sendiri, apakah kau sudah bahagia sekarang?'


'Setelah Kakek pergi kepada siapa lagi kah aku bisa menunjukkan sisi diriku yang sesungguhnya, kepada siapa lagi kah aku bisa bersandar?'


Kenzo berbicara dalam hatinya, angin hujan membuat bajunya menjadi basah.


Kenzo terpaku lalu melihat ke tempat peristirahatan ayah, ibu dan neneknya juga.


"Kalian semua pergi tanpa aku!"


"Kalian pergi dan berkumpul lalu meninggalkan aku, apakah kalian sengaja?"


"Kalian sudah berkumpul bersama sekarang bukan? sedangkan aku ... tetap disini!"


Kenzo akhirnya berbicara, dengan rasa pilu dan sakit di hatinya.


Bagaimana seluruh keluarganya telah berada di tempat peristirahatan mereka, hanya dia seorang yang tertinggal sekarang.

__ADS_1


Kenzo hendak melihat ke sisi tempat peristirahatan kakeknya lagi, nama besar Reynold Smith terpampang jelas disana.


Ketika itu, Kenzo secara tidak sadar bersinggungan dengan tangan Rembulan yang mengikuti gerakan Kenzo.


Memastikan agar Kenzo terlindungi dari air hujan.


Kenzo yang terpuruk dalam dirinya sendiri, akhirnya bisa memerhatikan jika di sisinya ada istrinya.


Matahari sudah hampir tenggelam, langit mulai gelap dan hujan semakin deras.


Rembulan tersenyum ketika mata Kenzo menangkap keberadaan nya, seluruh tubuhnya sudah hampir basah semua karena lebih fokus memayungi suaminya sejak tadi.


Tubuhnya kelihatan semakin kurus, seluruh tubuhnya menggigil namun wajahnya tetap tersenyum seolah ingin menghibur suaminya.


"Sudah hampir malam, nanti kau sakit ... sebaiknya kita pulang dulu, nanti kita bisa datang lagi berkunjung kesini ..."


Rembulan benar-benar menunjukkan sosok seorang istri yang setia dan tulus mendampingi.


Walau dia juga terluka dengan sikap acuh Kenzo beberapa waktu belakangan, akan tetapi Rembulan mencoba memahami dan mengenal suaminya.


"Deg!"


Getaran itu terasa lagi, getaran yang begitu kuat, sama seperti getaran ketika melihat Rembulan pertama kali.


Tangan kokoh Kenzo meraih bahu istrinya yang terkena hujan, dia menggenggamnya sejenak sampai akhirnya Kenzo memeluk istrinya lagi seperti ia memeluk Rembulan satu minggu lalu di ruangan pasien kakeknya.


"Setelah semua yang aku lakukan kepadamu, kau tetap berdiri di sisiku, kau memang monster kecil yang keras kepala!"


"Terimakasih sudah berada di sisiku hingga sekarang, walau aku menyakiti mu ... tetapi kau tetap mendukung aku dan mendampingi aku,"


Bahkan ketika ia memperlakukan dirinya dengan tidak baik, Rembulan terus berada di sisinya dan tak pergi.


"Aku adalah istrimu, dan sudah menjadi tugas ku untuk tetap setia dan mendukung mu."


Rembulan membalas pelukan suaminya, dia senang karena Kenzo sepertinya sudah bisa melihat kearahnya.


Melihat jika dia tidak benar-benar sendirian, karena sekarang Kenzo sudah memiliki istri yang setia.


Pernikahan Paling luar biasa yang awalnya diragukan oleh keduanya siapa sangka menjadi pernikahan yang begitu kuat dan saling melengkapi.


"Sudah malam, sebaiknya kita pulang ..." Rembulan mengajak Kenzo untuk pulang, karena malam memang sudah menyapa.


***


Disaat yang bersamaan,


Sebenarnya satu minggu ini, Laura sudah berusaha keras untuk bertemu dengan Kenzo.


Ketika Laura mendengar mengenai keadaan Kakek Reynold, Laura tidak sabar ingin bertemu dengan Kenzo dan menjadi seseorang yang berada di sisinya ketika terpuruk.


Akan tetapi sepertinya Laura salah besar, Rembulan tidak membiarkan siapapun bertemu dengan Kenzo disaat terpuruknya.


Selama satu minggu penuh, Rembulan meminta pengawal untuk memeriksa siapa saja yang hendak mengunjungi Kenzo.

__ADS_1


Awalnya semuanya dilakukan Rembulan demi kenyamanan emosi suaminya yang naik turun ketika Kakek Reynold di rumah sakit.


Tetapi siapa yang menduga jika permintaan penjagaan itu juga mengahalau Laura untuk bisa bertemu dengan Kenzo.


Juga disaat bersamaan, Bimo yang diperintahkan oleh Laura melakukan sesuatu juga jadi tidak terlaksana sesuai dengan jadwal.


Karena Rembulan sama sekali tidak bisa dihubungi selama satu minggu penuh.


Jadi rencana mereka diundur, walau dengan begitu Bimo sudah siap sedia dengan rencananya demi mendapatkan uang banyak dari Laura.


"Dasar wanita sialan itu! dia pikir dia siapa? beraninya memerintahkan pengawal untuk menghalangi ku bertemu Kenzo, seolah dia adalah nyonya besar!"


"Oh, atau kah dia takut aku bisa merebut suaminya? ketika aku bertemu Kenzo disaat terpuruk seperti ini, pasti Kenzo terharu dan memilih aku dibandingkan wanita sialan itu!"


Laura tengah menggigil sekarang, dia menunggu di luar pemakamannya keluarga Kenzo, dia sengaja tidak mengenakan payung agar dia terkena hujan dan dengan begitu akan bisa menarik simpatik Kenzo.


"Ah ... itu dia ..." seru Laura ketika melihat Kenzo dan Rembulan tengah melangkah bersama menuju mobil mereka.


"Kenzo ..."


Laura berteriak dan berlari, memanggil Kenzo dengan ekspresi wajahnya yang amat sedih.


.


.


.


.


Author :


Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya๐Ÿค


Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu ๐Ÿ˜˜


Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.


Dan ketentuannya harus ada level fans.


Level fans :



Diamond akan mendapatkan pulsa 100K


Gold akan mendapatkan pulsa 50K


Silver akan mendapatkan pulsa 25K



Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.

__ADS_1


Lope you sekebon ๐ŸŠ๐Ÿค


__ADS_2