
Episode 61 : Datang ke kantor ku.
***
Rembulan semakin bingung dan bingung dengan sikap Kenzo, bagaimana saat dia berbicara apapun dikatakan menggoda.
Jadi Rembulan diam saja, dia menahan emosinya karena sebentar lagi, Kenzo akan membuatnya belajar kue.
Jadi sebisa mungkin Rembulan harus mengalah.
Setelah mereka berdua selesai makan siang ....
"Istri, aku tidak mau membawa bekal makan siang, karena rasanya akan dingin, dan aku tidak memiliki waktu untuk memanaskan nya, jadi ... nanti kau datang saja ke kantor dan memberikan aku makan siang!"
Seru Kenzo sudah memberikan misi kepada istrinya.
Mata Rembulan langsung melebar, dia mengernyitkan dahinya dan tangannya mengepal di depan karena tiba-tiba gugup.
"Tuan, apakah aku pantas pergi ke gedung perusahaan dimana disana karyawan mu pasti memiliki sekolah yang tinggi, sedangkan aku hanya tamatan SMA, aku merasa tidak pantas pergi ke tempat orang-orang pintar seperti itu ..." Rembulan berbicara jujur.
Dia merasa sangat rendah karena dia tidak melanjutkan sekolahnya, bagi Rembulan hal itu sangat tidak pantas untuk dilakukan.
"Bicara apa sih kamu? Istri ... aku bahkan memanggil mu istri, kau itu berarti atasan mereka juga, tidak penting kau lulusan apa, yang jelas pemikiran mu dewasa dan kau itu pintar dalam hal yang kau tekuni, jadi jangan berkecil hati!"
__ADS_1
"Atau kau hanya ingin menghindari aku? begitu istri?" Mata Kenzo langsung menajam, dia menatap kearah Rembulan seolah tengah menghakimi.
"Ti ... tidak, tentu saja tidak, bagaimana mungkin aku menghindari mu Tuan,"
Balas Rembulan sedikit panik, dia menatap Kenzo dengan bersungguh-sungguh, matanya yang bulat seperti kucing selalu saja membuat Kenzo berdebar-debar.
"Ba ... baguslah! nanti Liam akan mencarikan guru memasak, jadi tunggu kabar saja ... aku pergi ke kantor dulu!" seru Kenzo dengan pipi merona dan malu malu.
Kenzo naik ke dalam mobil, dimana setelah sampai di mobil, dia tidak menyembunyikan senyumannya lagi.
Sepertinya moodnya tengah bagus sekali karena kejadian tadi malam dan makanan yang ia makan karena itu adalah buatan istrinya.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Kenzo segera menghubungi Liam, assisten nya.
"Halo Pak Ken? ada apa?" seru Liam mengangkat panggilan itu.
"Cari koki memasak paling handal untuk Rembulan, khusus untuk kue dan dekorasi kue!" perintah Kenzo membuat Liam terdiam sebentar.
"Halo? Liam ... kau dengar tidak?" Kenzo memanggil Liam lagi, mencoba melihat sinyal di ponselnya dan memastikan panggilan mereka tersambung.
"De ... dengar Pak, akan saya carikan secepatnya," balas Liam mencium bau bau aneh dari sikap Kenzo kepada istrinya yang awalnya sangat dibenci dan dihindari oleh Atasan itu.
__ADS_1
Setelah itu, panggilan keduanya akhirnya berakhir, dan Kenzo memulai harinya benar-benar dengan wajah ceria.
Sampai sampai supir yang menyetir hari itu terkejut dan syok berat dengan senyuman dan pipi memerah tuannya.
Saat Kenzo sampai di kantor pun, semua orang dibuat terkejut dengan suasana cerah dan bahagia dari Kenzo.
Senyuman di wajahnya saat melangkah sudah cukup membuat karyawannya menggosip dan bertanya kejadian apa yang sanggup membuat atasan mereka seceria itu.
"Ada apa dengan Pak Kenzo? kenapa dia terlihat ceria sekali?"
"Iya ... aku jadi semakin takut, tidak pernah dia senyum seperti itu,"
Para karyawan Kenzo memulai gosip di pagi hari.
"Aku dengar, mantan kekasih Pak Kenzo baru saja bercerai, siapa tahu Pak Kenzo senang karena bisa bersama dia lagi,"
"Benar juga, dengar dengar Pak Kenzo hanya mencintai wanita itu, secantik apa ya dia?".
Satu gedung berasumsi jika Kenzo senang karena Kenzo bisa bersama dengan mantan Kekasihnya lagi.
.
.
__ADS_1
.
.