Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 91 : Trauma yang kembali lagi.


__ADS_3

Episode 91 : Trauma yang kembali lagi.


***


Ketakutan yang tak bisa dijelaskan merenggut segala kebahagiaan yang baru saja menghampiri Kenzo.


Dia ingin berteriak tetapi trauma mengenai kehilangan orangtuanya membuatnya semakin cemas dan hampir gila.


Dia tidak akan siap jika ditinggalkan oleh kakeknya, seseorang yang menyelematkan nya dari keterpurukan selama ini.


Jalanan dilalui mobil yang sekarang dibawakan oleh assiten nya, dia melihat dengan tatapan kosong kearah jalanan penuh lampu malam yang membuat malam itu begitu terang.


Masih teringat jelas oleh Kenzo bagaimana kakeknya bahkan tak mau menangis setelah kehilangan putranya untuk selamanya demi menghibur Kenzo.


"Pak, kita sudah sampai ..."


Tak terasa mobil yang terus memecah malam yang diterangi lampu kota akhirnya berhenti di sebuah kediaman yang memiliki banyak sekali kenangan bagi Kenzo.


"Tak!"


Hanya beberapa saat setelah itu, Kenzo membuka pintu dan berlari menuju kamar pribadi Kakeknya.


Nafasnya semakin memburu dan berdetak begitu kencang, disaat langkah kakinya berlari seolah tak sabar bertemu kakeknya.


Namun disaat yang bersama, dia juga takut bertemu dengan Reynold, dia takut tak sanggup melihat keadaan kakeknya.


Sudah sampai Kenzo di depan pintu kamar Reynold, ketika itu kepala pelayan hendak masuk ke ruangan tuannya namun langkah kaki mereka berhenti ketika melihat Kenzo ada di depan pintu.


Semua pelayan menundukkan kepalanya, lalu pergi dalam diam seolah mengerti jika hati yang kalut itu dan sakit itu tak bisa mereka interupsi.

__ADS_1


"Haaah!"


Menghela nafas begitu dalam, mengendalikan emosi sebisa mungkin, Kenzo membuat garis senyum di wajahnya, dia ingin semuanya terlihat biasa-biasa saja.


Dia ingin bersikap seolah kakeknya tidak pernah sakit dan dia tak pernah mendapatkan panggilan mengenai keadaan kakeknya.


'Tidak ada yang terjadi, semuanya baik-baik saja!'


Benak yang terus berlawanan dengan keadaan memenuhi hati dan pikiran Kenzo.


Dia menggenggam gagang pintu dan membuka dengan senyuman yang begitu lebar.


"Kakek ..."


Ucapnya lantang memenuhi ruangan sunyi seketika.


Dentuman jantung yang semakin terdengar, getaran tubuh yang semakin hebat, Kenzo mencengkeram kuat gagang pintu dan menahan nafasnya sejenak.


Tidak ada sahutan dari Kakek nya seperti biasa, tidak ada Omelan yang ia dengar seperti biasa.


Sepenuhnya sunyi, yang ada di pandangan matanya hanyalah Kakeknya terbaring lemah di atas ranjang.


Ekspresinya seperti tengah tidur dan bermimpi indah.


"Kakek ..."


Lagi suara Kenzo terdengar memanggil, dia melangkah mendekat seolah kakinya menjadi sangat berat di setiap langkahnya.


Ketika Kenzo sampai di dekat ranjang, dilihatnya Kakeknya lekat sekali.

__ADS_1


Dia masih berdiri namun wajah Kakek Reynold memberikan ketakutan berlebihan kepada Kenzo.


Semua ketakutan ditinggalkan oleh orang yang ia sayangi memenuhi kepalanya.


Kecelakaan tragis yang ia alami bersama kedua orangtuanya mencuat kembali seperti banjir yang tak kenal ampun.


Selama ini, keberadaan Kakeknya lah yang menahan semua rasa sakit, duka dan traumanya ketika melihat kedua orangtuanya kehilangan nyawa di hadapannya sendiri.


Melihat kakeknya akan dipanggil semesta kembali menyadarkan Kenzo jika semua ingatan buruknya tidak akan pernah sembuh.


Yang membuatnya bisa lupa akan semua itu hanyalah kakeknya.


Tangan hangatnya meraih tangan tua Reynold, bisa dirasakan oleh Kenzo keriput dan dingin di tangan Kakeknya.


Hanya dengan menggenggam tangan lemah itu, Kenzo akhirnya sadar jika semuanya sudah tidak akan pernah sama lagi.


Ternyata selama bertahun-tahun dia membohongi dirinya sendiri, dia selalu menganggap kakeknya tidak akan pernah menua.


Karena dengan begitulah Kenzo bisa bertahan tanpa rasa sakit, tetapi sekarang semuanya sudah terlihat jelas.


Jika waktu terus berjalan, ketika usia mu bertambah dewasa, disaat yang bersamaan orangtuamu, kakek dan nenek mu juga bertambah tua.


Waktu terdengar kejam ketika menyadari hal itu, akan tetapi begitulah hukum alam, tak ada satu pun yang bisa menggugat hal itu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2