
Episode 76 : Kau hanya milikku.
***
Rembulan mencoba mendorong, akan tetapi ketika Kenzo mendengar Rembulan memanggil nya dengan sebutan Tuan sejak tadi semakin membuatnya murka.
"Tuan? kau memanggilku Tuan lagi?"
"Apakah sejak awal kau sudah memikirkan untuk segera berpisah dariku? apakah sejak awal semuanya hanya sandiwara bagimu?"
"Apakah kau bahkan sudah memiliki lelaki lain di hatimu? kau senang kan Laura kembali, jadi kau memiliki alasan untuk pergi dariku?"
Kenzo menekan Rembulan, tubuhnya sudah merapat dengan tubuh Rembulan dan mereka sudah dekat sekali.
Kenzo bisa melihat dengan sangat lekat wajah istrinya itu lagi.
Mendengar Rembulan sama sekali tidak cemburu, dan sangat konsisten dengan perjanjian awal mereka membuat Kenzo seolah kehilangan dirinya.
Malam itu, Rembulan bisa melihat betapa tajam mata Kenzo, sama seperti pertama kali mereka hendak melakukan nya di hotel saat lalu.
Sentuhannya sangat kuat dan nafasnya terasa menekan dan panas.
"Tuan, kau tahu aku tidak memiliki lelaki lain sebelum bersama mu, tega nya Tuan mengatakan sudah ada lelaki lain di hatiku!"
"Aku hanya mengikuti semua ucapan mu saat dulu, kenapa Tuan menyalahkan aku sekarang? bukankah kita memang Akhirnya akan berpisah?"
"Kenapa menyalahkan aku ketika Tuanlah yang sedang bersama Laura?"
Rembulan tidak terima disalahkan, bagaimana Kenzo seolah menyalahkan dirinya atas ucapannya di mobil.
Padahal dia tidak mengatakan hal yang salah, Rembulan hanya mengatakan fakta.
Ketika mendengar itu, Kenzo semakin marah, dia tidak tahu apa yang membuatnya marah sekali, dia belum pernah semarah ini sebelumnya.
"Jadi ... kau benar-benar akan pergi dariku? setelah memiliki anak, akan langsung pergi dariku? begitu?"
"Kalau begitu sayang, lakukan lah tugasmu, bukankah kau harusnya juga ingat jika kau adalah budak ranjang ku jika di atas ranjang, ayo ... layani aku seperti pemuas!"
"Bukankah itu yang kau inginkan?"
"Bukankah perjanjian awal kita yang selalu kau ingat? maka sekarang lakukan lah ..." bisik Kenzo tidak sadar jika dia telah menyakiti Rembulan lebih dalam lagi.
Rembulan yang tadi hendak memberontak menatap dengan pilu kearah Kenzo.
Dia berhenti mendorong, matanya yang dalam dan penuh rasa sakit melihat dengan rasa tidak percaya kepada Kenzo.
Rembulan terdiam sebentar, dia tetap menahan air matanya.
Dia salah menilai Kenzo, dia salah dalam hubungan ini tetapi yang diucapkan Kenzo adalah benar.
Jika dia memang telah setuju untuk melakukan itu semua, mungkin dalam hal ini Rembulan lah yang lupa diri.
Jika sebenarnya dia hanyalah wanita yang dibeli demi melunasi hutang.
__ADS_1
"Ah ... aku lah yang ternyata lupa siapa diriku,"
"Tuan ... terimakasih sudah mengingatkan aku, aku akan melakukan tugasku dengan benar ... seperti perjanjian kita ..." balas Rembulan dengan ucapan yang begitu dalam.
Matanya kosong dan hatinya semakin sakit, hubungannya dengan Kenzo semakin renggang.
Perlakuan lembut Kenzo selama ini membuatnya buta, membuatnya lupa batas dan lupa diri.
Rembulan dengan sukarela mencoba membuka bajunya, Kenzo bisa melihat tangan istrinya gemetaran sekali.
Wajah pasrah yang tergambar di wajah itu membuat Kenzo merasakan perasaan yang terbakar.
'Sebenarnya apa yang aku mau?'
'Kenapa aku menyakiti hatinya?'
'Kenapa aku kehilangan diriku ketika tahu setelah semua ini, dia akan pergi dariku!'
Rembulan sudah melucuti pakaiannya, dia sudah mengerti cara berhubungan dewasa karena Kenzo selama ini selalu menginginkan tubuhnya, tetapi ini adalah kali pertama dia akan berinisiatif melayani Kenzo.
Keduanya diam saja, ketika tubuh indah Rembulan terekspos dan terlihat jelas di hadapan Kenzo.
Bulan yang bersinar terang diluar jendela kaca membuat tubuh bening itu terlihat sangat indah dan menggoda.
'Jangan malu Rembulan, lakukan saja! lalu lupakanlah malam ini!'
'Kau hanya bernilai sebagai wanita penghangat ranjang baginya, maka bersikaplah seperti itu!'
Rembulan menahan rasa malunya sekarang, dia harus bisa melakukan ini dan melupakannya esok.
Kenzo yang dalam amarah dirinya sendiri bangkit dan menarik tangan Rembulan, dia membuat Rembulan berada di bawah tubuhnya lagi.
Dia menatap lekat wajah Rembulan dan matanya yang ia sukai itu.
Kenzo mulai mengecup Rembulan dari dahi, hidung, pipi kemudian bibir yang sudah sangat ia inginkan sejak tadi.
Tangannya menjelajah ketika bibirnya mulai melaksanakan tugasnya.
Malam ini rasanya sedikit berbeda dari malam sebelumnya, rasanya sangat panas, menekan dan kelembutan Kenzo dalam memperlakukan Rembulan selalu saja membuat Rembulan lupa diri namun hatinya malah semakin sakit.
Kenzo memang tak akan pernah bisa memperlakukan Rembulan dengan kasar apalagi diatas ranjang, hanya saja kali ini dia melakukannya sedikit menekan, dia ingin menunjukkan seberapa marah dia malam ini.
Kenzo memberikan banyak tanda kepemilikan di seluruh tubuh Rembulan, dia bermain sangat lama, setiap jengkal tubuhnya ada tanda biru yang ia sematkan.
Dengan begitu seolah membuat Rembulan benar-benar telah menjadi miliknya seorang.
Sampai pada akhirnya dia melihat Rembulan benar-benar penuh dengan tanda kepemilikannya, Kenzo kemudian menyeringai.
"Akhirnya kau siap, sayang ..." bisik Kenzo menyudahi pemanasan nya dan mulai melakukan adegan utama.
Mereka akhirnya berolahraga panas dalam suasana hati yang sebenarnya kalut.
Rembulan melihat kearah Bulan yang bersinar, dia seolah kembali ke titik awal dimana Kenzo menilainya sebagai wanita murahan dan hanya pemuas saja.
__ADS_1
'Pejamkan matamu Rembulan, anggap saja malam ini tidak pernah terjadi, kau harus menahan rasa sakit di hatimu!'
'Sebab sejak awal yang lupa diri adakah kau, yang berharap adalah kau, jadi yang harus mengakhiri semua ini juga adalah kau!'
Rembulan bertekad dalam hatinya, dia akan berhenti berharap dan menunggu saat untuk mereka berpisah nantinya.
Kenzo meraih kedua pipi Rembulan, dimana saat ia mulai melakukan penyatuan itu, dia hanya ingin melihat Rembulan.
Kenzo menatap mata kosong Rembulan, dia mengecup dahinya berulangkali ketika penyatuan itu terjadi.
Kenzo bermain sangat lama, berulang kali bahkan sampai subuh.
Rembulan sudah kehabisan tenaga hingga dia benar-benar terlelap diatas ranjang.
Sedangkan Kenzo, dia terdiam dengan menatap langit-langit.
Dia memikirkan mengapa dia begitu marah dan kecewa malam ini.
Apakah karena Rembulan sudah siap berpisah?
Atau karena apa, semuanya masih menjadi tanda tanya bagi Kenzo.
.
.
.
.
Author :
Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya๐ค
Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu ๐
Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.
Dan ketentuannya harus ada level fans.
Level fans :
Diamond akan mendapatkan pulsa 100K
Gold akan mendapatkan pulsa 50K
Silver akan mendapatkan pulsa 25K
Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.
__ADS_1
Lope you sekebon ๐๐ค