Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 43 : Malam pertama yang sesungguhnya.


__ADS_3

Episode 43 : Malam pertama yang sesungguhnya.


***


Jantung Rembulan berdegup sangat kencang, dia tahu Kenzo pasti hendak meminta imbalan dari apa yang mereka sepakati.


Yaitu tidur menjadi wanita penghangat ranjang dan melahirkan anak untuknya.


Rembulan menunduk dan tangannya mencengkeram erat, dia masih belum siap tetapi keadaan begitu kejam, dimana dia sudah tidak memiliki pilihan lain.


"Istriku ... sepertinya kau sudah dalam kondisi yang sangat bugar? lalu bagaimana jika kita makan malam terlebih dahulu dan menagih kesepakatan yang sudah kita sepakati?"


"Kau sudah dengar kan? kau harus melahirkan anak untukku sebagai penerus keluarga Smith, seharusnya kau bersyukur untuk itu bukan?"


Kenzo membisik begitu dekat, matanya tahan dan ia menyeringai begitu mengerikan.


Entah mengapa dia mengatakan hal itu, entah jawaban apa yang hendak ia dengar dari istrinya ini.


Rembulan sudah takut sekali, dia sebenarnya belum siap tetapi dia sudah menyetujui kesepakatan bersama, dimana Kenzo telah menyanggupi permintaan Rembulan yang menjadi nyonya di rumah ini.


Rembulan kemudian tersenyum ramah, dia melihat ke sisi Kenzo.


"Akan aku lakukan Tuan, sesuai kesepakatan, aku pasti akan melahirkan anak yang sehat untuk mu,"

__ADS_1


Rembulan tersenyum lembut sekali, tetapi bisa terlihat bagaimana kepedihan di matanya.


Kenzo tentu sadar jika Rembulan tahu jika Rembulan tak akan pernah memiliki posisi di hatinya, tetapi walau begitu, Rembulan tetapi tersenyum seolah tak ada hal menyakitkan yang terjadi kepadanya.


"Berpura-pura kuat lagi, aku jadi semakin penasaran kepadamu, istriku ..." bisik Kenzo lagi dan mengajak Rembulan untuk makan malam bersama sebelum mereka melakukan malam penyatuan tanpa cinta itu.


Setelah pembicaraan itu, keduanya benar-benar makan bersama, keduanya diam saja walau sekarang sebenarnya jantung Rembulan sudah berdegup sangat kencang dan dia gugup sekali.


Dia akan melakukan nya lagi, hal yang menyakitkan itu lagi, dadanya semakin berdegup sangat kencang namun tetap ia tutupi dengan cara makan dengan lahap.


Pipi Rembulan sudah menggembung, Kenzo memerhatikan Rembulan yang tengah gugup itu, entah mengapa hal itu menjadi hiburan baginya, Kenzo mendapati jika Rembulan terlihat sangat menggemaskan ketika memperlihatkan ekspresi itu.


Kenzo berpangku tangan dan hanya menatap Rembulan sepanjang mereka makan bersama.


Membuat Rembulan semakin gugup dan mencoba mengalihkan pandangannya kearah yang lain.


Hanya dalam beberapa saat mereka sudah selsai makan, keduanya kembali ke kamar mereka dan setiap langkah yang mereka lalui membuat jantung Rembulan seolah akan meledak sewaktu-waktu.


'Tenang Bulan, kau sudah berjanji, tutup matamu saja dan semuanya akan baik-baik saja!'


Rembulan mencoba menenangkan dirinya sendiri, dia harus melewati ini dengan tabah dan tegar.


Semua demi kesepakatan yang sudah ia setujui.

__ADS_1


"Istriku ... kau tahu kan apa yang akan kita lakukan?"


Kenzo langsung bertanya kepada Rembulan, sembari membuka pintu balkon agar udara segar masuk dan cahaya bulan menerangi ruangan itu.


Tentu saja Rembulan hanya diam saja, tak tahu apa yang harus ia katakan.


Rembulan hanya diam saja, berdiri tegap dan tegang sekali, wajah dan ekspresi ketakutannya terlihat jelas sekali oleh Kenzo.


Kenzo meraih tangan Rembulan agar berdiri di balkon kamar bersamanya melihat terangnya Rembulan malam itu.


“Wajahmu ini bahkan lebih terang dari bulan itu, apakah kau sadar jika menunjukkan ekspresi seperti ini akan membuat predator semakin bersemangat? hmm?” bisik Kenzo ke telinga Rembulan, begitu dekat sampai membuat Rembulan semakin takut.


Tubuhnya semakin gemetaran, tenaganya seolah hilang dibawa angin, dia sama sekali tidak bisa menolak sentuhan pria yang ada di hadapannya ini karena telah ditekan oleh rasa takut yang amat sangat.


Kenzo memandang wajah lemah dan ketakutan itu lagi, rambut panjang yang terurai di sentuh lembut oleh angin.


Sekarang Rembulan terlihat seperti wanita paling cantik yang pernah ia lihat, terlalu cantik sampai ingin dia sembunyikan dan tidak ingin seorangpun melihat.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2