Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 37 : Akan memperlakukan Rembulan dengan baik.


__ADS_3

Episode 37 : Akan memperlakukan Rembulan dengan baik.


***


Kenzo memasak seadanya, walau dia selalu dilayani dan makanan susah selalu siap sedia, tetapi Kenzo memiliki kemampuan memasak, Kenzo sudah yatim piatu sejak ia kecil.


Secara alami, Kenzo sudah mandiri dengan caranya sendiri.


Setelah beberapa saat bergelut di dapur, akhirnya bubur buatan sang tuan muda akhirnya tersedia.


Sedangkan di dalam kamar Kenzo, Rembulan tengah mengambil ponsel jadulnya yang sudah sedikit rusak.


Rembulan hendak menghubungi Ibunya, ini adalah kali pertama dia tidak satu atap dengan sang Ibu, hal itu membuat Rembulan sedikit khawatir.


"Tring ... Tring ... Tring!"


"Halo Nak?"


Tasya dengan cepat mengangkat panggilan dari putrinya, sama dengan Rembulan, Tasya juga tengah menunggu panggilan dari putri satu-satunya itu.


Tasya tak mau menelepon lebih dulu karena khawatir mengganggu waktu pengantin baru antara putrinya dan Kenzo Smith.


"Ibu, apakah Ibu baik-baik saja? Ibu sudah meminum obat kan? bagaimana dengan perawat yang menjaga Ibu, apakah mereka memperlakukan Ibu dengan baik ..."


Rembulan khawatir sekali, dia bertanya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi, dia ingin tahu keadaan Ibunya.


"Nak, Ibu baik-baik saja, semuanya baik kepada Ibu, Ibu juga sudah meminum obat, sudah makan pagi dan sekarang hendak menunggu dokter untuk melakukan pemeriksaan rutin,"

__ADS_1


"Kakek Reynold baik sekali kepada kita ya, sekarang beliau memerintahkan dokter pribadinya untuk memeriksa kesehatan Ibu ..."


Tasya memberitahukan kabar baik kepada Rembulan, setelah mendengar itu Rembulan menjadi lega dan tenang.


Kakek Reynold sepertinya memang sangat senang cucunya akhirnya menikah dan akan memiliki keluarga, sehingga dia memberikan segala yang dibutuhkan oleh Rembulan dan Ibunya tanpa diminta.


"Syukurlah Bu, aku senang sekali ... aku khawatir, jika tidak ada aku, Ibu akan kesusahan ..." Rembulan tengah menahan tangisnya.


Dia lemah sekali jika mendengar suara ibunya, entah mengapa Rembulan ingin sekali berlari pulang dan merawat ibunya secara pribadi.


Tetapi untuk sekarang hal itu belum bisa dilakukan, karena ia harus fokus dalam hubungan palsu nya dengan Kenzo.


"Jangan khawatir kepada Ibu Nak, tenang saja ... kau fokus saja dengan suami mu dulu, Ibu pasti baik-baik saja, sudah banyak yang merawat Ibu disini,"


"Bagaimana denganmu, apakah semuanya baik kepadamu?"


Pertanyaan Ibunya membuat Rembulan membisu, hatinya ngilu mendengar pertanyaan itu.


Sebenarnya Rembulan tengah tidak baik-baik saja, tetapi tentu saja Rembulan tak bisa memberitahu segalanya kepada Ibunya.


Untuk sementara waktu dia akan menerima segalanya, di sisi yang sama Rembulan merasa dia masih bisa mentoleransi tindakan Kenzo yang berubah-ubah kepadanya, jadi tidak masalah.


"Aku ... aku sangat baik Ibu,"


Rembulan duduk di atas ranjang, dia tersenyum dan terdengar bersemangat saat menjawab pertanyaan ibunya.


Walau jika dilihat secara langsung, sudah ada buliran air mata menetes di pipinya.

__ADS_1


"Su ... suamiku memperlakukan aku dengan sangat baik, dia langsung mengantarkan aku ke rumahnya ketika upacara pernikahan,"


"Ibu jangan khawatir aku, semuanya memperlakukan aku dengan baik disini ..."


"Sekarang Ibu fokus menjaga kesehatan Ibu ya, aku mau makan dulu ... aku mencintaimu Ibu,"


Rembulan dengan buru-buru mematikan panggilan itu, dia tidak tahan berbohong kepada Ibunya.


Karena sebenarnya Suaminya tak memerlukan dia dengan baik, para pelayan di rumah ini juga meremehkan dia.


Rembulan terpaksa berbohong demi kebaikan dan kesehatan Ibunya.


"Jangan menangis Rembulan, keadaan tak akan berubah jika kau menangis, kau hanya harus berdiri dengan kedua kakimu sendiri, kau harus bisa tegar demi Ibu ..."


"Kau bisa!"


Rembulan mengusap air matanya yang terus mengalir, dia bahkan sampai sesenggukan saat ia menyemangati diri sendiri.


Rasanya sakit sekali menikah dengan lelaki yang tak dikenali, tidak dicintai dan hanya diperlakukan sebagai wanita pembuat anak saja.


Dan disaat yang sama, Rembulan harus menerima itu semua dengan senyuman di wajah.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2