
Episode 44 : Malam pertama yang sesungguhnya (II)
***
Disentuhnya wajah istrinya dengan sentuhan lembut, Rembulan yang tersentak langsung menutup matanya dan seperti ingin menangis.
Walau Rembulan sudah memberanikan dirinya tetap saja dia takut melakukan hal itu lagi, apapun alasannya Rembulan sesungguhnya tidak akan siap melakukan hal itu.
Tangan Kenzo tidak berhenti bahkan saat menerima penolakan dan melihat ekspresi ketakutan dari istrinya, di bukanya baju terusan berwarna putih bersih yang dikenakan oleh Rembulan, dilihatnya tubuh polos yang diterangi rembulan.
Matanya tertuju pada bekas biru yang ada di beberapa bagian tubuh istrinya.
Dia sedikit menyesal kemarin memberikan kesan kasar saat melakukan nya pertama kali, padahal Rembulan sama sekali tidak melakukan kesalahan dan mengadu kepada kakeknya.
Rembulan mencoba menutupi tubuh polos tanpa busananya dengan kedua tangannya, namun tangan itu langsung diraih dan digenggam erat ke belakang hanya menggunakan satu tangan Kenzo saja.
“Kenapa? Tubuhmu sangat indah, bahkan lebih indah dari bulan yang sedang bersinar itu!” bisik Kenzo sudah sepenuhnya kehilangan kendali atas dirinya.
Wanita yang selalu saja menunjukkan betapa kuat dirinya ini walau sebenarnya lemah dan mudah takut, telah membuat Kenzo melupakan segalanya.
__ADS_1
Yang Kenzo inginkan malam ini hanyalah menghabiskan malam dengan Rembulan, istrinya.
Tanpa sadar, Rembulan meneteskan air matanya lagi, dia tak bisa menahannya, selalu berpura-pura kuat dan tegar, tetap saja Rembulan tak bisa menahan genangan air matanya.
Malam ini, dia akan sungguh-sungguh melakukan penyatuan itu lagi, dan semuanya tidak akan sama lagi.
Melihat wajah cantik memerah itu dibasahi oleh air mata membuat Kenzo melepaskan genggaman erat dan menuntut nya pada tangan mungil Rembulan, di usapnya kedua pipi yang sudah basah itu.
'Wanita ini sangat menarik dan sangat cantik, jika saja wajah dan ekpresi ini dilihat orang lain, aku pasti akan membunuhnya, hanya kepadaku, dia hanya boleh menangis dan menunjukkan ekspresi ini hanya di hadapan ku,' geram Kenzo entah mengapa merasakan kobaran api hasrat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Gadis muda yang baru ia temui ini, wajahnya, ekspresinya, caranya berbicara dan caranya memandang orang lain terlihat terlalu manis dan menggoda, Kenzo yakin, siapapun pria yang melihat Rembulan seperti ini akan melakukan segalanya demi mendapatkannya.
“Ahh, ja … jangan, jangan di luar Tuan,” ucap Rembulan dengan suara yang terengah-engah karena ciuman menuntut itu tidak lepas sedikitpun dari bibirnya.
Kenzo yang gagah benar-benar terlihat seperti pria tangguh yang menundukkan istrinya.
Mendengar pernyataan seperti itu bukan nya penolakan membuat Kenzo menyeringai seperti seorang yang kehilangan kendalinya, dia puas, bangga dan semakin bergairah.
“Sudah kuduga kau akan suka, mulai hari ini kau akan menghangatkan ranjangku sampai kau memiliki anak dariku, mengerti?” bisik Kenzo sembari menggigit tipis leher istrinya dan tanpa menunggu lama menggendongnya ke atas ranjang.
__ADS_1
Saat meletakkan Rembulan ke atas ranjang, Rembulan menjadi sangat malu, sudah tidak ada pakaian yang melekat di tubuhnya, bahasa tubuhnya yang malu-malu, tangannya yang mencoba menutupi tubuhnya terlihat sangat menggoda bagi pria seperti Kenzo.
“Kau memang wanita penggoda, kau tidak akan lepas dariku malam ini, tidak sampai ada benih ku yang tertanam di tubuhmu,” bisik Kenzo memandangi tubuh istrinya dari atas kebawah.
Kenzo dengan cepat sudah menanggalkan seluruh pakaiannya dan setelah itu langsung memeluk tubuh indah istrinya dengan sangat erat.
“Tu … tunggu, sebelum itu, bisakah Tuan mematikan lampu? Aku terlalu malu dan tidak bisa membuka mata jika lampunya hidup seperti ini,” ucap Rembulan memalingkan wajahnya ke samping dan menutup matanya.
Dia sebenarnya belum siap, dia terlalu malu dan tidak bisa melihat tubuh bidang suaminya, apalagi sekarang tubuh mereka bersentuhan, rasanya geli dan membuatnya malu.
“Hehe, aku tidak suka melakukan ini di kegelapan, kau pilih satu, kita melakukannya di ranjang ini dengan lampu menyala, atau kita lakukan diluar dengan bulan sebagai penerangan, keputusan ada di tanganmu sayang,” bisik Kenzo sembari mengusap lembut daerah sensitif istrinya sampai Rembulan meringis geli.
"Tuan, to … tolong tunggu sebentar, kita ... kita lakukan disini saja, aku tidak bisa melakukannya di ruangan terbuka,” seru Rembulan memejamkan matanya dan menahan rasa malu nya.
.
.
.
__ADS_1
.