
Episode 41 : Memohon ampun.
***
"Mohon ampuni saya Nyonya Rembulan, saya bersalah karena tidak bisa mendidik anggota saya ... tetapi kami membutuhkan pekerjaan ini untuk bisa bertahan hidup ... jika kami dipecat maka kami tidak akan bisa menghidupi keluarga ..."
Lia, selalu kepala pelayan yang bertugas langsung meminta tolong juga.
Dia merasa Rembulan sudah keterlaluan langsung memecat mereka semua.
Rembulan melihat dengan mata yang sangat sedih, dia sakit hati, tangannya menggenggam erat.
"Apakah kalian tahu bagaimana menyedihkan hidup kalian? karena aku adalah istri Tuan kalian sekarang kalian baru mengakui salah dan meminta maaf!"
"Jika saja aku hanya orang biasa dan masih menjadi pelayan biasa, kalian pasti akan semakin mengerjai aku kan?"
"Kalian memberikan bubur asin karena kalian merasa aku tidak pantas mendapatkan kehidupan di sisi Tuan kalian,"
"Aku penasaran, kenapa kalian yang juga merasakan kerasnya hidup harus menindas sesama kalian, kalian tahu bagaimana rasa sakit tidak mendapatkan dukungan apapun, tetapi kenapa kalian bahagia membuat teman sesama kalian menderita?"
"Jika aku tidak bertindak dengan cepat, pasti kalian akan lebih mengerjai aku kan?"
"Melakukan rencana yang lain untuk menjatuhkan aku! mencari cara lain untuk membuat aku kesakitan!"
Rembulan langsung bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh para pelayan itu jika tidak bertindak.
Rembulan yang biasanya hanya diam dan menerima ketidakadilan akhirnya bisa berdiri dan membela dirinya sendiri, akan tetapi entah kenapa ketika mendengar jika para pelayan itu memiliki keluarga membuat Rembulan menjadi iba.
Para pelayan yang sedang memohon itu terkejut ketika mereka menyadari jika Rembulan tahu rencana mereka selanjutnya.
__ADS_1
Mereka semakin menangis.
'Kita harus menangis dan memohon ampun, kita tidak boleh kehilangan pekerjaan ini!'
'Karena dia menjadi nyonya dalam satu malam, dia menjadi sombong!'
'Jika kita mengadu kepada Tuan, pasti Tuan tidak akan memecat kita!'
Mereka membisik diantara mereka, merasa Rembulan seperti lupa daratan karena tiba-tiba saja menjadi Nyonya dalam satu malam.
"Mohon ampuni kami Nyonya, kami tidak akan pernah melakukan nya lagi, kami hanya salah menaruh garam, tidak lebih dari itu ..."
"Mohon maafkan kami ..."
Mereka terus memohon, berharap Rembulan iba dan mengasihani mereka, lalu mereka akan mencari cara untuk bisa memutarbalikkan fakta kepada Tuan mereka.
Rembulan terdiam sebentar, dia tidak tega jika kelima orang ini Kehilangan perkejaan maka Keluarga mereka akan terlantar.
Tetapi ketika Rembulan hendak berbicara ....
"Tak ... Tak ... Tak!"
Terdengar suara langkah kaki dari arah belakang.
Para pelayan yang menonton kejadian itu semakin menunduk.
Rembulan yang heran itu ikut melihat ke belakangnya dan melihat jika Kenzo sudah datang dari arah ruangan kerjanya.
Dia tersenyum menyeringai ke arah Rembulan.
__ADS_1
'Astaga, kenapa dia datang kesini? apakah dia akan menghukum aku karena memecat pelayan nya?'
Rembulan menjaga panik, dia takut Kenzo akan menghukum nya karena hendak memecat pelayan di kediaman ini.
Rembulan segera berdiri dari tempat ia duduk, dia menundukkan kepala untuk menyambut suaminya.
...
Rembulan menundukkan kepalanya, dan membayangkan jika Kenzo akan marah kepadanya ...
Akan tetapi berbeda dari bayangan Rembulan, Kenzo segera menarik pinggang istrinya dan mendekapnya dihadapan semua pelayan.
Membuat semua pekerja yang ada di mansion ini sangat terkejut sampai mata mereka tidak berkedip.
"Sayang ... ternyata kau itu hebat juga! pantas saja Kakek menginginkan aku menikah dengan mu!" Kenzo membisik dan menyeringai.
Dia mendekap Rembulan dengan sangat erat kemudian berbicara dengan lantang kearah para pelayannya.
"Kalian berlima, apakah kalian tahu apa yang sudah kalian lakukan?"
Kenzo bertanya dengan sangat angkuh, sembari melangkah dan duduk di sofa dengan tetap memeluk istrinya, seolah menunjukkan jika Rembulan adalah Nyonya di rumah ini.
.
.
.
.
__ADS_1