
Episode 46 : Akan menghabisi mu lagi.
***
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Rembulan berdetak sangat kencang ketika bibir suaminya menyentuh seluruh tubuhnya.
Bagaimana pun, lelaki ini adalah lelaki pertama yang menyentuhnya dan membuat jantungnya berdegup sangat cepat, rasanya tidak nyaman namun tubuhnya terasa semakin panas.
Setelah beberapa saat keduanya bergumul dalam ciuman, akhirnya Kenzo memulai penyatuan dengan lembut.
Tidak terburu-buru, dia tidak ingin Rembulan kesakitan lagi.
Dan benar, Rembulan merasakan rasa yang aneh, tubuhnya seolah tak mendengarkan dirinya, tubuhnya seolah dikendalikan oleh lelaki yang menjadi suaminya ini.
***
Penyatuan itu berjalan lama, Kenzo seolah tidak pernah puas dengan tubuh istrinya ini, dia menciumnya puluhan kali dan memeluknya dengan begitu erat, pendingin udara ditambah udara luar yang memasuki ruangan yang tadinya membuat suhu dingin sudah tidak mempan, tubuh mereka dipenuhi oleh keringat dan suhu panas sekarang.
'Ahh, aku lelah, tapi hatiku menggebu-gebu dan rasanya hangat, sesuatu yang belum pernah kurasakan membuatku kehilangan diriku dan tenggelam dalam pesonanya,' Rembulan yang sudah kelelahan sekali.
Dia baru tahu jika hubungan suami istri itu adalah yang seperti ini, dia baru mengetahui nya bersama Kenzo Smith, suaminya.
__ADS_1
“Rasamu enak, jika tahu seperti ini aku akan memakanmu saat pertama kali kita akan melakukannya di hotel, dari mulai sekarang aku akan membuatmu kenyang dengan benihku,” bisik Kenzo menyudahi kegiatan panasnya karena kasihan melihat Rembulan yang sudah kehabisan tenaga, dia takut jika dilanjutkan Rembulan akan benar-benar pingsan.
Rembulan hanya diam saja, Rembulan tak berani melihat kearah Kenzo dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Kenzo berbaring di sisi Rembulan, matanya melihat langit-langit dan nafasnya masih terengah-engah.
Dia baru saja merasakan penyatuan yang sangat hebat dan membuat kepalanya sedikit pusing.
Dia tak tahu jika saat melakukan nya dengan istrinya ini seolah seluruh dahaga yang ia tahan selama ini tersalurkan.
Kenzo melihat ke sisinya dimana Rembulan bersembunyi di dalam selimut.
"Hei ... istri, haruskah kita lakukan sekali lagi?"
Kenzo memiringkan tubuhnya, dia hendak mengerjai Rembulan yang pastinya sudah sangat malu sekarang.
Rembulan menggelengkan wajahnya dan meminta Kenzo untuk tak melakukannya lagi.
"Tuan, aku sungguh tak bisa melakukannya lagi,"
Rembulan terlihat sangat imut saat mengatakan itu, sesuai dengan usianya yang masih sangat muda.
Ternyata sikap Rembulan juga masih sangat polos dan imut sekali.
__ADS_1
"Ahhh ... tutup matamu! kenapa kau melihat ku seperti itu?"
Kenzo berbicara dengan nada yang sedikit meninggi, saat melihat mata bulat Rembulan entah mengapa Kenzo tiba-tiba saja berdebar-debar tak karuan.
Membuat Kenzo langsung panik sendiri.
Rembulan yang menerima ucapan itu menurut dengan polosnya, membuat Kenzo semakin gemas.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Kenzo segera bangkit dari ranjang, dia ingin mandi lebih dulu, dengan pipi yang memerah dia berseru kepada Rembulan yang tengah memejamkan matanya sembari seluruh tubuhnya tenggelam dalam selimut.
“Jika kau masih bersikap sangat menggemaskan seperti ini, aku akan menghabisi mu lagi sampai kau pingsan,” ketus Kenzo dengan wajahnya yang merona, dia seperti terpesona dengan balasan polos istrinya ini.
Lalu, ia pergi ke kamar mandi untuk mandi dan menyegarkan dirinya.
.
.
.
.
__ADS_1
Author : Maaf ya penggambaran adegan dewasa tidak akan terlalu jelas, semoga pesan dan kesan tetap sampai ya.
Terimakasih banyak, Lope you sekebon jeruk 🍊🤍