
Episode 69 : Chef Austin Baker.
***
Waktu akhirnya berlalu,
Sudah sekitar dua minggu berlalu ketika insiden di perusahaan Kenzo Smith.
Sekarang ini Rembulan merasa bahagia dengan hidupnya, dia belajar membuat kue dan dekorasinya, dia sudah belajar sekitar dua minggu ketika assiten suaminya, Liam membawakan seorang koki handal khusus pastry dan kue.
Dimana koki itu adalah koki yang sudah sangat terkenal, sudah sering masuk televisi karena rupawan juga kemampuannya.
Liam sengaja memilih dia untuk jadi pengajar Rembulan dikarenakan Rembulan masih muda, jadi butuh guru yang juga muda dan mengerti mengenai perkembangan teknologi jaman sekarang.
Rembulan terlihat fokus sekali ketika dia membuat adonan kue, memanggang dan mencoba mendekorasi sesuai dengan contoh yang diberikan koki itu.
"Saat kau menggunakan alat ini, kau harus memiringkan tangan mu sedikit agar bentuk yang kau inginkan bisa terbentuk lebih natural ..."
Austin Baker adalah nama koki itu, berusia 28 tahun dan masih tergolong sangat muda, tampan dan sukses.
Keluarganya secara turun-temurun memang selalu melestarikan menu menu kue, roti di toko mereka.
Toko mereka sudah tersebar di seluruh provinsi dan Austin terlihat sangat menyenangi pekerjaan nya.
Dia khusus belajar di universitas terbaik demi bisa mengembangkan bisnis keluarga, dan dia berhasil.
Dia juga mendapat gelar chef terbaik tahun ini, karena dia secara khusu tidak hanya berfokus kepada pastry saja akan tetapi ke makanan juga.
Austin secara pribadi menerima permintaan Liam juga adalah karena dia mengenal Liam, Austin juga ingin menambah pengamalan nya sebagai seorang pengajar.
"Baik Chef, terimakasih ... kali ini aku tidak akan membuatnya gagal ..."
Rembulan tengah berkobar sekali, dia dengan sungguh-sungguh meniru kue yang sudah dihias oleh Chef Austin.
Kue dengan hiasan yang cukup sederhana, yaitu dihiasi dengan cream putih diselang-seling dengan warna pink pastel, dan di atasnya ada hiasan bunga roses terbuat dari cream, dan di sisinya ada buat strawberry potong berserta potongan jeruk.
'Aku harus berhasil kali ini!'
'Aku ingin membawanya ke kantor suami dan menjadikannya orang pertama yang melihat kue ku!'
'Semangat Rembulan!'
Rembulan tengah bersemangat sekali, walau tangannya masih kaku dia berusaha dengan kuat membentuk helaian bunga mawar di atas adonan kue yang sudah ia lapisi dengan cream putih dan pink pastel.
Beberapa kali Rembulan menelan salivanya gugup, wajahnya yang begitu fokus terlihat sangat cantik.
Sepertinya Austin tidak sadar jika dia telah menatap Rembulan sejak tadi, wajahnya yang dimana ada tepung di pipinya.
__ADS_1
Wajah serius, dan mata bulatnya yang fokus membuat nya terlihat sangat menggemaskan namun menawan disaat yang bersamaan.
Ketika Austin sadar dia terpesona, dia segera menggelengkan kepalanya, dia tidak boleh memilukan perasaan itu.
Dia tahu wanita ini walau masih sangat muda, tetapi dia sudah menikah.
'Hentikan Austin, jangan melewati garis, kau hanya boleh menjadi pengajar disini, bukan untuk menjalani hubungan romantis terlarang!'
Geram Austin menyadarkan dirinya.
"Hah!"
Rembulan menghela nafasnya dalam-dalam, dia akhirnya sukses membuat helaian demi helaian bunga rose di atas adonan kue.
Walau bentuknya tidak sebagus yang dibuat oleh chef Austin, tetap saja Rembulan sudah senang karena menurutnya bentuknya tidak terlalu buruk.
"Akhirnya bunga selesai, tinggal mengatur buah-buahan!" serunya mengepal tangan.
Rembulan segera menyelesaikan dekorasi kue yang ia buat, lalu diakhir seperti biasa Austin akan menilai dengan subjektif.
***
"Chef ... aku sudah selesai, tolong berikan penilaian yang sejujurnya ya Chef ..."
Rembulan meletakkan kue diatas meja, dia menatap Austin dengan mata yang penuh harap.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Entah kenapa jantung Austin berdegup kencang sekali ketika ia melihat Rembulan menantinya menilai kue yang ia hias barusan.
"Ehem!"
Austin berdehem untuk memusatkan pikirannya, dia mulai melakukan tugasnya dengan melihat hasil cake yang dibuat oleh Rembulan.
Mata Austin tajam sekali, dia melihat dari segala sudut.
Rembulan menelan salivanya ketika melihat Austin begitu serius, Rembulan akan menjadi sangat gugup dalam tahap ini.
"Hmmm ..."
"Kali ini tidak seburuk sebelumnya, walau bentuknya juga tidak terlalu baik tetapi perpaduan warnanya membuat ilusi jika cake ini terlihat sangat segar dan indah ..."
"Kau harus meningkatkan kemampuan mu dalam mengontrol getaran tangan, karena saat tanganmu terlalu gugup dan bergetar maka apapun bentuk yang ingin kau buat, hasilnya tidak akan bertahan lama, terlihat kaku dan tidak indah ..."
"Untuk hari ini, aku rasa cake ini lumayan menunjukkan perkembangan mu ... hanya saja sering-sering lah latihan mengontrol getaran tangan, banyak berlatih membentuk cream dengan gambar-gambar ..."
Austin tidak lupa memberikan saran ketika sudah usai memberikan penilaian atas cake yang dibuat oleh Rembulan.
__ADS_1
Mendengar jika cake hasil buatannya tidak buruk dan sudah lumayan bagus membuat Rembang melompat kegirangan.
"Terimakasihnya chef ... aku sangat bersyukur, terimakasih sudah mau mengajari aku, aku berjanji akan belajar lebih giat lagi, sungguh ... aku tidak akan mengecewakan mu!"
Rembulan berbicara dengan sungguh-sungguh, dia sangat senang bagaimana Austin Baker sangat sabar dan lihai dalam mengajari nya sejak awal.
Tidak pelit ilmu dan memang mengajar dengan tegas.
'Kacau! aku pasti sudah gila tertarik dengan istri orang lain! sadarlah Austin!'
Austin mencoba menyadarkan dirinya dengan mengalihkan pandangannya.
"Baiklah ... untuk hari ini kelasnya sampai disini dulu, aku ada jadwal penting lain yang harus aku hadiri ..." Austin segera pergi berlalu.
Dia tidak ingin semakin menyimpang dengan perasaannya, dia merasa wanita bernama Rembulan itu sangatlah cantik, menggemaskan dan banyak pesona lainnya dalam dirinya.
Pantas saja dia menikah dengan lelaki paling diminati di negara ini, lelaki yang menjadi idola para gadis yaitu Kenzo Smith.
"Kenapa Chef Austin terlihat menjauhi aku ya?"
"Apakah dia membenci aku? astaga ... sepertinya selanjutnya aku harus lebih sopan!"
Seru Rembulan melihat kue yang ia buat.
"Aku bisa membawa kue ini ke kantor suami, dia pasti senang jika aku membawa ini!"
"Saatnya memasak! aku tidak boleh terlambat mengantarkan makan siang untuk suami!"
Rembulan benar-benar menikmati hidupnya sekarang, dia suka ketika Kenzo ketagihan dengan masakannya.
Dia juga suka ketika Kenzo memuji apapun yang masak selalu terasa enak, rasanya usahanya dihargai dan dinikmati, hal itu sangat memuaskan bagi Rembulan.
Rembulan segera pergi menyiapkan bahan masakan, dia akan memasak sesuatu yang enak hari ini agar suaminya lebih semangat bekerja.
***
Author : Hey guys aku cuma mau bilang, jika kemarin tuh aku sudah update malam hari sesuai pengumuman crazy up yang aku beritahu, akan tetapi saat itu aplikasi sedang error makanya updatenya terlihat telat tapi dari akunya ga telat kok.
Maapin aku yaa 🥺
Btw tunggu ya masih ada dua episode lagii..
.
.
.
__ADS_1
.