
Episode 71 : Tuan, sepertinya kau sibuk.
***
Ingin terlihat lebih baik, lebih cantik dan lebih indah merupakan sebuah ciri bagaimana seorang wanita sudah mulai memilih perasaan.
Sama seperti Rembulan, karena Kenzo bersikap sangat lembut, baik dan selalu menunjukkan jika suaminya itu tertarik kepadanya membuat Rembulan sedikit lupa bagaimana sebenarnya pernikahan mereka tidak seperti pernikahan pasangan pada umumnya.
Pernikahan mereka adalah kesepakatan untuk mendapatkan anak dan akan segera bercerai setelah itu tercapai.
Dengan senyuman di wajah, tangan yang membawa beberapa makanan di goodie bag, lalu satu lagi kotak kue pertamanya.
Tangan Rembulan benar-benar penuh, di dalam kotak kue itu Rembulan bahkan menulis sebuah catatan kecil.
"Suami, ini adalah cake pertama yang berhasil aku buat, semoga kau suka ya suami! aku memberikan ini kepadamu sebagai ungkapan syukur karena Tuhan membawa aku bertemu denganmu, semoga hari mu menyenangkan suami🤍"
Itulah pesan kecil yang ia tulis seindah mungkin di sebuah kertas di dalam kotak kue.
Dia ingin tahu bagaimana keberadaan Kenzo akhirnya membuat nya bahagia, membuat nya lepas dari kehidupan jeratan hutang dan ketakutan setiap hari.
Bahkan membuatnya bisa mewujudkan mimpi belajar membuat kue.
***
Lalu setelah berkendara sedikit lama, mereka akhirnya sampai di lobby perusahaan.
"Nyonya Rembulan kita sudah sampai ..." seru supir pribadi yang memang mendapatkan tugas khusu untuk mengantar jemput Rembulan.
"Baik Pak, terimakasih banyak ya," sahut Rembulan dengan sangat cerah dan ceria.
Dia segera melangkah menuju perusahaan suaminya, karena seluruh karyawan sudah tahu jika Rembulan adalah istri pemilik perusahaan ini, mereka membiarkan Rembulan masuk ke perusahaan sebebasnya.
Tidak ada yang mencoba menghalangi Rembulan sebab karyawan yang beberapa menit yang lalu menghentikan Laura telah berganti shift dengan yang lain.
Langkah kaki Rembulan semakin bersemangat tak kala dia hampir sampai di ruangan pribadi suaminya.
***
Di ruangan pribadi Kenzo Smith,
"Ken ... apa benar kabar itu jika kau sudah menikah?"
Tanya Laura sekarang duduk di hadapan Kenzo.
Di sofa yang ada di ruangan pribadi itu.
"Ya!" Kenzo menjawab dengan singkat, dia juga entah mengapa tidak mau berlama-lama berbicara dengan Laura.
Seolah masih marah dengan pernikahan Laura yang dulu.
"Dengan siapa? kenapa? apakah Kakek memaksa mu?"
"Siapa gadis itu?"
"Apakah dia lebih cantik dariku?"
"Lalu kenapa kau tidak mengumumkan Pernikahan mu?"
__ADS_1
"Kenapa?"
Laura menjadi sangat dramatis, dia tahu Kenzo adalah sosok yang setia dan sulit untuk jatuh Cinta.
Laura sama sekali tidak terima jika ada wanita lain merebut hati Kenzo.
"Haah!"
Kenzo menghela nafasnya berat, dia kemudian melihat kearah Laura.
"Apakah tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan?"
"Jika tidak ada, silahkan pergi! aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan!"
Seru Kenzo segera berdiri.
Merasa Kenzo begitu dingin kepadanya membuat Laura kesal sekali.
"Ken! aku berusaha bercerai dengan nya setelah dua tahun menikah, seperti yang aku janjikan kepadamu dulu ..."
"Kau tahu alasanku menikah karena terpaksa, ayahku sakit saat itu dan dia dahulu telah bersumpah dengan ayah mantan suamiku agar aku menikah dengannya!"
"Kau tahu aku tidak bisa menolak, jadi aku menikah dengannya tanpa cinta, kau tahu aku hanya mencintai mu!"
"Setelah dua tahun aku mengurus perceraian dan ternyata tidak semudah itu, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengurus perceraian karena dia tak memiliki salah sama sekali!"
"Tetapi sekarang, kau yang tiba-tiba menikah setelah aku bercerai, apakah kau sudah tidak mencintai aku lagi?"
"Apakah wanita baru itu telah menggantikan aku di hatimu? aku tidak terima!"
Laura menjadi marah, dia tidak terima jika Kenzo bersama wanita lain.
Walau saat itu Kenzo tidak setuju, saat itu Kenzo mengatakan jika pernikahan tidak boleh dipermainkan, tetapi Laura bersikukuh dan benar-benar melakukannya.
"Laura, aku tidak pernah setuju dengan rencana mu hendak bercerai dengannya, kau adalah yang merencanakan itu sendiri lalu apa yang kau tuntut dariku ..."
"Aku sudah memberikan kau waktu untuk berbicara, jadi pergilah selagi aku masih memiliki kesabaran!"
Kenzo sebenarnya masih bingung, akan tetapi dia tahu jika saat dia masih menikah dengan Rembulan maka dia tidak boleh memiliki hubungan dengan wanita manapun.
Juga sepertinya rasa sukanya terhadap Laura sepertinya tidak sedalam itu, karena sekarang pun Kenzo masih bisa mengingat Rembulan.
"Tidak ... Kenzo, aku sangat mencintai mu, tolong jangan berubah ..."
Laura menangis tersedu-sedu, dia tidak menyangka Kenzo berubah secepat itu.
Laura berlari kearah Kenzo dan tanpa aba-aba segera memeluknya kencang sekali.
Kenzo terkejut dan hendak melepaskan Laura, sadar jika hal ini bukan sesuatu yang benar untuk dilakukan.
"Laura! LEPAS! APA YANG KAU LAKUKAN?" geram Kenzo ketika pintu ruangan kerjanya di ketuk dan kemudian di buka.
"Tok ... Tok ... Tok!"
"Suami, aku bawa makan siang, aku masuk ya ..."
Dengan suara yang lembut dan ceria, Rembulan membuka pintu ruangan pribadi suaminya.
__ADS_1
Akan tetapi hal yang ia lihat pertama kali sungguh merobek hatinya sebagai seorang istri.
Bagaimana tidak, Laura semakin mendekap Kenzo kencang sekali dan tak mau melepaskan Kenzo ketika mendengar suara wanita yang memanggil Kenzo dengan suami.
Sedangkan Kenzo yang tidak sempat menodorong Laura menatap terkejut kearah Rembulan.
"Drap!"
Tanpa sadar semua makanan yang di bawa oleh Rembulan terjatuh dari genggamannya.
Tubuhnya bergetar hebat, wajahnya menjadi pucat dan pikirannya kosong.
Satu hal yang ia rasakan dengan jelas adalah bahwa hatinya seperti ditusuk ribuan jarum, dan nafasnya menjadi sesak.
Dengan mata menyedihkan dan tak bisa berbuat apa-apa, Rembulan langsung tahu juka wanita itu pastilah Laura.
Nama yang ia dengar ketika suaminya bersama dengannya sejak awal.
Nama yang memiliki hati suaminya.
'Ah ... akhirnya aku harus bangun dari dunia mimpi, semua ini bukan milikku, tetapi kenapa aku sakit sekali, apakah aku menyukai dia? lelaki yang tidak akan pernah aku miliki?'
Rembulan tak tahu reaksi apa yang harus ia keluarkan, dia hanya memungut kembali makanan yang ia jatuhkan lalu menundukkan kepalanya.
"Tuan, sepertinya anda sibuk ... aku permisi dulu ..." serunya dengan suara yang bergetar dan hati yang sangat sakit.
Rembulan dengan tubuh mungilnya, segala persiapan yang ia lakukan, dia pergi begitu saja.
Dan saat itu, Kenzo tahu jika hatinya lebih hancur melihat itu.
🌹
🌹
🌹
Author :
Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya🤍
Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu 😘
Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.
Dan ketentuannya harus ada level fans.
Level fans :
Diamond akan mendapatkan pulsa 100K
Gold akan mendapatkan pulsa 50K
Silver akan mendapatkan pulsa 25K
__ADS_1
Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.
Lope you sekebon 🍊🤍