Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 105 : Hukuman sesungguhnya bagi Kenzo.


__ADS_3

Episode 105 : Hukuman sesungguhnya bagi Kenzo.


***


"Syukurlah ... syukurlah, Bos ... masih banyak yang menyayangi mu, walau kau sangat dingin, arogan dan ucapan mu pedas, tetapi hati mu baik dan hangat,"


"Orang-orang di kantor sangat menghawatirkan mu, syukurlah Bos baik-baik saja!"


Liam sangat bersyukur, tanpa sadar dia malah berbicara asal dan mengatakan jika Kenzo adalah lelaki yang dingin, arogan dan bermulut pedas.


"Uhmm ... apa?"


Kenzo memperjelas ucapan Liam, ketika itu Liam langsung membeku.


Dia tidak menyangka jika dia sungguh mengatakan ucapan itu kepada Bosnya.


'Astaga ... baru juga aku akan mendapatkan bonus banyak! semuanya hancur hanya dalam beberapa detik karena mulutku sendiri! ah sialnya!'


Liam hanya bisa menyesal dalam hatinya saja, dia tak akan bisa mengembalikan waktu.


"Bo ... Bos, maksud ku adalah ..."


Belum selesai Liam berbicara, Kenzo segera memotong pembicaraan itu.


"Sudah ... sudah, aku akan menganggap kau tidak mengatakan itu karena suasana hatiku sedang baik sekarang, kau pulanglah ..." seru Kenzo tidak mau terlalu memarahi Liam malam ini.


Liam sampai syok saat mendengar itu.


"Ba ... baik Bos," balas Liam sampai tak bisa berkata-kata.


"Apakah kepala Bos terbentur sesuatu? ataukah kejadian ini membuat karakter Bos berubah?"


"Ini adalah pertama kalinya aku tidak kena omel padahal aku sudah menghina nya secara tidak sengaja!"


Liam bertanya dan berbicara sendiri.


Padahal sebenernya percakapan Kenzo dan Liam berakhir baik-baik saja adalah karena suasana hati Kenzo yang sedang baik karena istrinya.


Bukan karena karakter Kenzo yang telah berubah drastis.


***


Ketika percakapan itu usai, Kenzo dan Rembulan sampai di kediamannya.


Kediaman yang sudah seminggu penuh tak dilihat oleh Kenzo Smith.


"Ah, sudah seminggu aku tidak pulang," ucapnya pelan sembari menggendong istrinya kembali ke dalam kediaman.


Entah mengapa Kenzo batu menyadari kerinduannya atas rumah nya sekarang.


Dia merebahkan tubuh Rembulan di atas ranjang, dia menatapnya begitu lama sembari mengusap rambutnya lembut.


"Istri nakal, karena mu aku harus mandi air dingin di tengah malam seperti ini!"

__ADS_1


Kenzo tentu tidak akan melupakan adik kecilnya yang sudah berteriak ingin keluar.


Dan semua ini terjadi karena ulah istrinya yang dengan tenang dan damai terlelap.


Setelah itu, Kenzo melangkah menuju kamar mandi dan melakukan sesuatu hal yang akan menjadi rahasianya.


Dia kemudian mandi air dingin setelah itu, dia tidak akan menyangka melakukan hal ini ketika ia sudah menikah.


"Aku benar-benar akan menghukum dia, jamur? kenapa dia menganggap milikku adalah jamur?"


Kenzo jadi menggerutu lagi, dia benar-benar akan menghabisi Rembulan ketika Rembulan sudah sembuh.


Setelah Kenzo usai melepaskan sesuatu yang harus ia lepaskan di kamar mandi, dia mengenakan piyama nya seperti biasa.


Lalu naik ke atas ranjang.


Mensejajarkan tubuhnya dengan istrinya dan memeluk istrinya nyaman sekali di dalam pelukannya.


"Hmm ... wangi sekali, ini adalah penyiksaan yang nyata bagi lelaki seperti ku!"


"Kau membuat aku mabuk begini, pasti kau sengaja kan? ah! apakah ini bentuk pembalasan atas sikapku satu minggu belakangan?"


"Ini benar-benar penyiksaan!"


Kenzo menggerutu lagi, ketika ia memeluk istrinya dan dia mencium tengkuk istrinya, dia bisa mencium wangi tubuh istrinya yang sangat ia rindukan.


Lalu disaat yang sama, dia tahu dia tidak bisa melakukan olahraga panas karena istrinya sakit, jadi bagi Kenzo ini adalah hukuman sesungguhnya.


Membuatnya uring-uringan sepanjang malam


***


Waktu akhirnya berlalu,


Pagi akhirnya menyingkirkan, hari ini rencananya Tasya ingin pergi ke kediaman Kenzo untuk menjenguk putrinya yang dikabarkan hamil pagi ini.


Akan tetapi, ada kejadian yang tak terduga tiba-tiba saja terjadi.


"Sya ... aku pulang ..." Bimo, lelaki bejat yang hanya memikirkan dirinya sendiri, lelaki yang sudah ingin dihilangkannya oleh Tasya dari kehidupan dan ingatannya tiba-tiba saja kembali pulang.


Dia tersenyum memasuki rumah seolah tak ada yang terjadi.


Tasya yang menjadi marah sekali melihat Bimo sampai merasakan tubuhnya bergetar hebat, dia menatap penuh kebencian terhadap Bimo.


Lia dan Mei yang beberapa waktu ini merawat Tasya belum pernah melihat Tasya semarah ini.


Jadi keduanya langsung waspada dan melindungi Tasya yang sebenarnya masih dalam proses penyembuhan.


Bahkan sekarang Tasya sedang memaksakan dirinya untuk bisa berjalan tanpa mengenakan kursi roda ke kediaman menantunya.


Agar nanti Rembulan tidak akan mengkhawatirkan Tasya melainkan fokus untuk kesehatan kehamilan putrinya itu.


"Siapa kau?" Lia sudah hendak menghubungi pihak keamanan yang memang bertugas melindungi mereka.

__ADS_1


Akan tetapi Bimo yang memiliki tujuan sendiri itu menatap kearah Tasya yang kelihatan marah sekali.


"Sya, apakah kau tidak beritahu mereka jika aku ini suami mu? kenapa mereka menganggap aku sebagai penjahat?" Bimo terlihat tak tahu malu.


Setelah semua kekacauan yang ia perbuat, dia masih berani menyebut dirinya sebagai suami Tasya.


Dimana Bimo hanya memberikan rasa sakit dan hutang baginya dan putrinya.


"KAU?!"


"PERGI SEKARANG JUGA! BAJINGAN!"


"BERANINYA KAU KEMBALI KESINI!"


"USIR DIA! CEPAT USIR DIA!"


Tasya sudah tak bisa menahan teriakannya, dia seperti seseorang yang kehilangan akal ketika meminta perawat yang menjaganya mengusir Bimo.


Hanya karena melihat Bimo benar-benar ada di hadapannya membuat Tasya pingsan dan tak sadarkan diri.


"Bu Tasya, Bu Tasya ..."


"Cepat siapkan mobil, kita harus segera ke rumah sakit!"


Mei meminta Lia untuk segera menyiapkan mobil, di saat yang bersamaan Mei tak lagi menggubris lelaki yang diteriaki Tasya dan hanya fokus kepada penyelamatan pertama dalam kondisi Tasya yang tiba-tiba saja ambruk dan memburuk.


Mei juga sedikit melihat ke arah lelaki tadi, dan tiba-tiba saja dia sudah tidak ada di dalam kediaman.


Ketika melihat Tasya sudah pingsan dan tak sadarkan diri, Bimo melarikan diri karena rencana pertamanya sudah berhasil.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Bimo yang sudah usai menyelesaikan misi pertamanya segera menghubungi suruhan dari Laura.


"Aku sudah membuat Tasya pingsan, jika melihat dari keadaannya pasti kesehatannya akan semakin memburuk!"


"Karena aku sudah melakukan tugas pertamaku, maka cepatlah kirim uang untukku, aku ingin uang muka!"


Bimo yang sudah terjatuh ke dunia sesat, dimana uang adalah segalanya, sama sekali tidak merasa bersalah telah membuat wanita yang masih berstatus istrinya begitu menderita.


Yang ia inginkan hanyalah uang dan uang.


"Baiklah, aku akan mengirimkan uang muka, sisanya akan aku kirimkan setelah kau menyelesaikan tugasmu, mengerti?"


Suruhan dari Laura segera mengirimkan uang ke rekening Bimo.


Dan Bimo hanya tinggal melakukan tugas akhirnya, ialah menjebak Rembulan disaat Tasya pingsan dan dirawat di rumah sakit.


.


.


.

__ADS_1


.


Author : Jika bab ini update nya lama berarti ada kendala di sistem ya, mohon maaf semuanya 🙏


__ADS_2