Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 40 : Kalian semua dipecat.


__ADS_3

Episode 40 : Kalian semua dipecat.


***


Hanya dalam beberapa saat, Lia sudah berhasil mengumpulkan semua pelayan di mansion itu.


Semuanya berkumpul ke ruangan tamu dimana Rembulan menunggu mereka.


Walau Rembulan masih tergolong sangat muda, Rembulan tahu apa yang sedang ia lakukan, dia sudah lelah tertindas dan mengalah karena tak bisa membela diri.


Sekarang, dia sudah bisa melakukan sesuatu akibat perjanjiannya dengan Kenzo, jadi dia akan mempergunakan status Nyonya ini dengan baik.


"Nyo ... Nyonya Rembulan, saya sudah mengumpulkan semuanya ..."


Lia, sebagai kepala pelayan memberikan laporan kepada Rembulan jika dia sudah mengumpulkan semua pelayan yang ada di mansion.


Rembulan sebenarnya gugup sekali, dia mengeratkan tangannya tetapi apa yang akan ia lakukan ini adalah untuk kebaikan nya ke depan hari.


"Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku secara langsung kepada kalian, agar kalian tidak asal menggosip di belakang ku!"


"Aku adalah Rembulan, walau aku masih muda akan tetapi aku adalah istri dari Kenzo, yang artinya aku adalah Nyonya kalian!"


"Tetapi nampak nya kalian meremehkan aku karena status sosial ku, menyedihkan bukan? kalian yang juga adalah pelayan meremehkan orang lain juga karena status sosial!"


"Aku tahu apa yang ada di dalam hati kalian, kalian pasti merasa bisa menyingkirkan aku dengan mudah karena dulunya aku adalah pelayan dan masih muda!"


"Bahkan ada beberapa dari kalian yang sengaja memberikan aku bubur asin padahal aku sakit!"


Rembulan berbicara dengan tegas, dia membuat semua pelayan membisik, bertanya siapakah yang memberikan makanan asin itu kepada Rembulan.


Dan semua mata mereka segera tertuju kepada empat orang yang merupakan pelayan yang memiliki giliran memasak di dapur.


Keempat orang itu sudah gemetaran, tetapi mereka masih diam saja, mereka takut untuk maju dan mengakui kesalahan mereka.


"Aku ingin mereka yang dengan berani memberikan aku bubur asin tadi pagi agar maju ke depan!"


"Jika tidak, kalian semua hanya akan memakan bubur asin selama satu bulan penuh!"

__ADS_1


"Tidak boleh Memakan makanan lain selain itu! jadi jika kalian semua ingin terlepas dari hukuman yang tidak kalian lakukan, cepat tunjukkan kepadaku siapa pelayan yang bertugas memasak hari ini dan dengan berani mengerjai aku!"


Rembulan terdengar tenang, namun sebenarnya dia juga gugup karena ini adalah kali pertama dia berdiri dengan kakinya sendiri untuk membela dirinya.


"Hei ... kalian berempat! cepat maju, dan akui kesalahan kalian!"


Sebagai kepala pelayan, tentu Lia langsung tahu siapa yang disebut oleh Rembulan.


Setelah mendengar teguran itu, keempat orang yang saat lalu sangat berani memberikan bubur asin kepada Rembulan langsung menangis, dan berlari kedepan sembari berlutut.


"Maafkan kami Nyonya Rembulan, kami tidak sengaja, ini semua karena dia, dia menyuruh kami melakukan nya,"


"Apa maksudmu, kita dengan sadar melakukan itu semua, jangan mengada-ada!"


"Tidak, kau yang meminta kami untuk melakukan nya,"


"Tidak ... kamu yang memberikan ide untuk melakukan itu!"


Keempat orang itu malah saling menyalahkan membuat Rembulan semakin kesal.


Rembulan berbicara dengan kuat, matanya marah sekali dan tangannya mengepal kuat.


"Kalian adalah manusia terburuk!"


"Tega nya kalian melakukan itu kepada orang yang sakit, jika saja aku bukan istri Tuan kalian, pasti kalian akan senang menggosip dan merayakan keberhasilan kalian sudah mengerjai ku kan?"


Rembulan tersenyum tajam namun wajahnya memerah karena marah sekali.


"Ti ... tidak Nyonya, mohon ampuni kami, kami tidak akan berani lagi,"


"Mohon ampuni kami ..."


Keempat orang pelayan itu memohon ampun, mereka tidak mau kehilangan pekerjaan hanya karena itu.


Tetapi Rembulan sudah terlanjur marah.


Dia memanggil Lia, kepala pelayan yang bertugas hari itu.

__ADS_1


"Kau ... adalah kepala pelayan disini kan?"


Rembulan melihat kearah Lia, alih-alih menjawab keempat pelayan yang memohon ampun itu.


"I ... Iya Nyonya ..."


Lia segera datang menunduk juga.


"Kau dan keempat orang ini, angkat kaki dari rumah ini sekarang juga! kalian berempat dipecat! tidak akan diberikan pesangon atau apapun!"


Rembulan langsung memecat mereka semua.


Membuat seluruh pelayan yang tengah berkumpul langsung tegang dan ketakutan sekali.


Mereka bergetar karena takut akan kehilangan pekerjaan juga.


***


Sedangkan Kenzo di ruangan kerjanya, tersebut puas ketika melihat tindakan Rembulan.


Dinilai dari ucapan dan tindakan istrinya itu, Kenzo terlihat semakin tertarik kepada Rembulan.


"Ternyata kau benar-benar melakukannya dengan cara mu sendiri, aku salah menilai kau adalah wanita yang lemah, ternyata kau memiliki pemikiran mu sendiri dan caramu sendiri untuk menyelesaikan masalah ..."


"Bagaimana ini, kau semakin menarik di mataku!"


Tanpa sadar, rasa tertarik di dalam diri Kenzo tak bisa ia bendung lagi.


Dia sudah menampiknya sejak pertama kali bertemu dan sepertinya Kenzo akan semakin bingung dengan dirinya di kemudian hari.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2