
Episode 107 : Terimakasih sudah berada di sisiku
***
"Kau membuat ku gila!" seru Kenzo membuka tali piyamanya dan terlihat lah jamurnya yang sudah besar dan tegak akibat ulah Rembulan.
Mata Rembulan melebar dan akhirnya ia sadar maksud dari jamur hidup yang dikatakan oleh suaminya.
“Sayang …” Suara nafas yang berat dan bibir yang terus mengecup setiap sudut tubuh istrinya.
Tak ada jawaban dari Rembulan saat ini, Rembulan terlihat memejamkan matanya dan terlihat malu sekali.
Wajah Kenzo naik ke atas dan menghadap tepat di hadapan wajah istrinya, lalu ia membisik di telinganya sembari melakukan hal itu dengan sangat lembut.
“Terimakasih sudah berada di sisiku, kau adalah hadiah terbaik yang pernah aku dapatkan seumur hidup,” bisik Kenzo kemudian melanjutkan aksi nakalnya.
Seperti yang ia katakan, dia sungguh melakukan hal itu dengan sangat lembut dan hangat.
Tetapi hal itu lah yang membuat Rembulan semakin aneh, dia tidak bisa melepaskan dirinya dari rasa indah yang diberikan oleh suaminya kepadanya.
Setelah beberapa saat …
Keduanya sudah dibasahi oleh keringat pagi itu, mungkin karena matahari sudah semakin meninggi menambah suhu panas di kamar mereka.
“Aku mau mandi dulu!”
Sembari menundukkan kepalanya, Rembulan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya pergi ke kamar mandi.
Dia terlalu malu untuk melihat suaminya sekarang.
Kenzo sedang berbaring di atas ranjang, dengan mata tajamnya terus saja mengikuti jejak istrinya itu.
Tangannya ia buat sebagai tumpuan kepalanya, dia terlihat santai sekali mengikuti langkah istrinya.
“Istriku! Kenapa kita tidak mandi bersama saja? Kan kita berdua sama-sama keringatan …”
Kenzo masih menggoda istrinya, dia bahkan tersenyum nakal sekali melihat Rembulan yang seolah tak sabar ingin menghilang dari hadapannya dan membersihkan tubuhnya.
“Berhenti menggodaku!” geram Rembulan melihat ke belakang dan hendak memberitahu Kenzo untuk berhenti menggodanya.
Karena Rembulan benar-benar malu sekali sekarang ini.
*Blush*
__ADS_1
Pipi Rembulan langsung merah sekali ketika ia melihat ke belakang, matanya melebar dan mulutnya tak sengaja mengatakan sesuatu yang membuatnya ingin menghilang saja.
“Ja … jamur,” serunya membeku sesaat.
Bagaimana tidak, dia melihat suaminya dengan percaya diri memamerkan tubuhnya di atas ranjang, tanpa mengenakan apapun dan menatapnya dengan percara diri.
Sungguh mulai hari ini, Rembulan akan memikirkan hal aneh jika melihat jamur sungguhan.
“Ah, kenapa pagi ini sangat memalukan, kenapa aku mengatakan jamur juga! ah!” seru Rembulan langsung berlari kecil ke kemar mandi.
Jantungnya berpacu sangat cepat dan seolah ingin meledak saja, karena Rembulan menarik semua selimut memang membuat tubuh suaminya yang indah itu terpampang nyata, termasuk jamur suaminya itu.
“Tubuhnya indah sekali, kenapa ada laki-laki setampan dan semenarik dia sih? Apalagi dia sekarang suamiku, ah! Rembulan, kau pasti gila, jika dilihat-lihat sekarang sikapmu sudah mirip dengan sikap suamimu!”
Rembulan memegangi kedua pipinya, melihat ke cermin dan berbicara sendiri.
“Suami … hehe, iya … dia suamiku!” Rembulan senyam senyum lagi.
Rembulan akhirnya mulai membersihkan dirinya dan disaat yang sama Kenzo tak bisa menahan tawanya melihat istrinya yang siper malu ketika melihat tubuhnya tak mengenakan apapun.
“Kenapa istriku semakin menggemaskan, sangat sangat menggemaskan!” seru Kenzo mengambil piyama tidurnya yang sudah tergelatak di lantai.
Dia mengenakan piyama itu lalu dia mengambil ponselnya yang berada di laci meja samping ranjang.
Karena mode ponsel nya sedang dalam mode silent membuat Kenzo tak bisa mendengar jika sejak tadi sudah banyak sekali panggilan tak terjawab dari kepala pelayan juga Liam.
“Tring … Tring … Tring!”
“Halo, ada apa? kenapa pagi-pagi begini sudah menghubungi ku?” Kenzo sebenarnya tidak terlalu suka di ganggu saat pagi.
Apalagi tiga hari ini dia bermaksud untuk libur bersama istrinya, lalu memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter keluarganya mengenai pengobatan Panik attack yang dia derita.
Ya, selama ini Kenzo tidak terlalu peduli dengan kesehatan mentalnya, dan tidak merasa jika panik attack nya penting.
Namun setelah saat lalu dia mengatakan sesuatu yang tidak pantas kepada istrinya saat mengalami panik attack, saat itu Kenzo sadar jika dia harus menyembuhkan penyakit nya itu secepatnya.
Kenzo tak ingin lagi menyakiti istrinya menggunakan kata-kata pedas dari mulutnya, apalagi sebentar lagi mereka akan memiliki anak.
“Tuan Kenzo, maafkan saya mengganggu anda pagi ini, akan tetapi kami sudah mencoba menghubungi nomor Nyonya Rembulan, namun nomornya tidak aktif, kami ingin memberitahu jika Ibunda dari istri anda sedang berada di rumah sakit dan dalam kondisi kritis,”
Kepala pelayan itu memberitahu mengenai keadaan Tasya yang pagi ini dilarikan ke rumah sakit dan sedang dalam kondisi kritis.
Sebenarnya sejak tadi beberapa pelayan sudah mencoba mengetuk pintu kamar Kenzo, akan tetapi sama sekali tidak bisa di dengar oleh Kenzo ataupun Rembulan yang tadi fokus berolahraga panas.
__ADS_1
Kenzo menjadi terdiam sesaat setelah mendengar itu, dia tahu istrinya akan sangat panik dan sedih jika mendengar kabar ini, apalagi istrinya sedang dalam kehamilan muda.
Jadi Kenzo harus bisa sebaik mungkin mencari kata-kata untuk memberitahu istrinya dengan tenang, dan Kenzo akan memastikan istrinya akan baik-baik saja.
“Baiklah, kami akan segera ke rumah sakit, jangan ada yang menunjukan wajah panik setelah kami kesana, mengerti?” Kenzo memperingati kepala pelayan dan beberapa pelayan yang sudah lebih dulu berada di rumah sakit.
“Baik Tuan …” balas kepala pelayan itu segera mengkoordinasi semua bawahannya sesuai dengan perintah kenzo.
Kenzo hendak pergi mandi dengan cepat ke kamar mandi yang berada di ruangan kerjanya, namun saat dia meletakkan ponselnya di atas meja, tiba-tiba ada seseorang yang menghubungi Kenzo lagi.
“Tring … Tring … Tring!”
Kenzo mengambil ponselnya dan melihat dengan mata yang memicing ke arah nomor tak dikenal yang ada di layar ponselnya.
Awalnya Kenzo tak ingin mengangkat panggilan itu, namun entah mengapa jarinya mengetuk tombol terima panggilan.
“Halo?”
Kenzo menjawab panggilan itu dengan sedikit curiga.
“Halo, benar ini dengan Kenzo Smith ya, aku ingin memberitahu sesuatu …”
Panggilan itu berlangsung sedikit lebih lama dari perkiraan Kenzo, seseorang yang misterius yang menghubunginya memberitahunya sebuah fakta yang membuat Kenzo marah besar dan tak bisa menahan emosinya.
Panik attcaknya hampir saja kambuh namun dia menahannya dengan cara menarik nafas dan menghebuskan nafas secara perlahan.
Setelah menerima panggilan dan menerima beberapa bukti di email-nya, Kenzo duduk sebentar di atas ranjang.
Kenzo menenangkan dirinya.
“Beraninya! Lihat saja apa yang akan aku lakukan!”
Geram Kenzo tak akan membiarkan hal yang diperingati orang misterius tadi terjadi.
Setelah Kenzo menenangkan dirinya, dia pergi mandi secepat kilat, Rembulan mandi sedikit lebih lama karena merileks kan otot-totonya yang lelah akibat perilaku suaminya.
Dan Rembulan memang biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama di kamar mandi.
.
.
.
__ADS_1
.
Author : Masih ada yang akan menyusul, ditunggu yaa 😘❤️