
Episode 39 : Saatnya memberikan pelajaran.
***
Kenzo sampai mengusap dadanya karena rasa perih, dia baru pertama kali melihat wanita muda yang begitu rapuh dan tersenyum puas memakan semangkuk bubur.
Seolah kehidupan yang dijalani istrinya itu sebelum bersamanya sangatlah pelik dan menyedihkan.
"Hanya karena makanan itu saja dia seolah mendapatkan harta yang sangat berharga!"
"Kenapa kau membuat ku jadi merasa bersalah!"
Kenzo memegangi kepalanya, dia mengusap rambutnya dengan kasar.
Saat lalu ia telah gelap mata langsung mengatai istrinya itu murahan dan menjual dirinya, tetapi secara perlahan alasan nya jadi jelas mengapa Rembulan sampai rela menjebaknya.
...
Hari itu, Kenzo sama sekali tidak masuk kerja, dia bingung dengan dirinya sendiri dan langkah apa yang harus ia lakukan.
Dia memang tidak akan melukai hati Rembulan akan tetapi, hubungan mereka sungguh bukanlah hubungan yang ia inginkan, jadi dia hanya kan meneruskan kesepakatan mereka dia awal.
Sedangkan Rembulan, kondisinya sudah mulai membaik, dia akan mengumpulkan semua pelayan yang ada di mansion ini.
Dia akan melihat siapa yang sebenarnya memberikan bubur asin kepadanya.
***
__ADS_1
Sekarang sudah sore hari, sebentar lagi matahari akan tenggelam, Rembulan sudah keluar dari kamar pribadi suaminya.
Disaat Kenzo ada di ruangan kerjanya, Rembulan yang sudah dalam kondisi baik memanggil kepala pelayan yang bertugas hari itu untuk mengumpulkan seluruh pelayan di hadapannya.
Tindakan Rembulan ini terdengar sangat berani, tetapi Rembulan merasa tindakan memberikan bubur asin itu sudah sangat keterlaluan.
Jika dibiarkan maka pelaku akan melunak dan pasti akan melakukan hal yang lebih mengerikan lagi.
"Kumpulkan semua pelayan yang ada di kediaman ini,"
"Tidak boleh ada yang tersisa!"
Rembulan memerintahkan kepala pelayan yang ada di rumah, sejak tadi Rembulan tidak melihat keberadaan kepala pelayan ini.
Kepala pelayan yang bernama Lia yang sudah berumur sekitar 40 tahunan itu sedikit kebingungan, dia merasa wanita bertubuh mungil itu terlalu berlebihan mengumpulkan mereka semua.
"Nyo ... Nyona Rembulan, kalau boleh tahu untuk apa ya saya harus mengumpulkan semua pelayan yang ada di kediaman ini?"
Lia bertanya cukup sopan namun dalam ucapannya dia terdengar remeh.
Kabar mengenai Rembulan yang hanya seorang pelayan dan tiba-tiba menjadi istri Kenzo sepertinya membuat para pelayan ini memandang sebelah mata dan kurang hormat kepada Rembulan.
Rembulan melihat kearah Lia, yang berdiri menunduk di hadapannya saat ia tengah duduk di kursi sofa ruang tamu.
Mata Rembulan menjadi tajam, dia merasa status sosial bahkan sangat mempengaruhi hati nurani para pelayan ini, dan oleh karena itu dia menjadi sangat marah.
"Heh!"
__ADS_1
"Apakah kau pantas menanyakan itu kepadaku? apakah kau pantas bertanya untuk apa mengumpulkan para pelayan?"
"Apakah kau lupa aku sekarang adalah Nyonya kalian? istri dari Kenzo, Tuan kalian!"
"Apakah kau mau kehilangan pekerjaan mu selamanya?"
Rembulan menghujani Lia dengan pernyataan yang menyelekit dan membuat takut.
Lia yang sadar jika Rembulan bukanlah wanita lemah yang bisa mereka remehkan langsung menunduk hormat sekali.
"Ma ... maaf Nyonya, saya akan segera mengumpulkan para pelayan sekarang juga ..."
Lia langsung pergi berlalu, mengumpulkan seluruh pelayan tanpa tersisa.
Tetapi sebelum pergi ...
"Jangan ada satupun yang tertinggal, aku akan membuat peraturan baru di rumah ini!"
Rembulan akan mengantisipasi segala kecurangan dan bagaimana para pelayan di rumah ini sepertinya meremehkan nya di belakang.
Rembulan akan menegaskan posisinya dan akan membuat seluruh pelayan di rumah ini sadar jika dia bukanlah seseorang yang pantas mereka remehkan lagi.
.
.
.
__ADS_1
.