
Episode 79 : Kencan pertama?
***
"Aku akan berjanji tetapi kau juga harus berjanji, berikan aku kepastian secepatnya, dan jangan bertemu dengan wanita itu lagi, kau bilang aku istrimu kan? jadi aku berhak melarang mu bertemu wanita itu kan?" seru Rembulan benar-benar tegas.
Dia tidak akan mau hubungan ini seperti berlayar tanpa arah lagi.
Kenzo menyeringai nakal ketika mendengar itu, dia tahu istrinya pasti akan mengatakan hal itu.
"Aku akan berjanji tetapi pertama-tama cium aku dulu ..." balas Kenzo dengan tatapan mata yang tajam dan menggoda Rembulan.
Rembulan melihat dengan bingung namun ia menjadi kesal lagi.
"Aku sedang tidak bercanda!" ketus Rembulan memajukan bibirnya dan nafasnya menjadi sedikit berat karena suaminya ini malah menggodanya.
"Pfft ..."
"Kenapa istriku ini sangat menggemaskan sih? Iya ... iya aku berjanji, kau istriku dan kau memiliki hak untuk melarang ku bertemu wanita lain ..." balas Kenzo masih nyaman dengan posisi berpelukan ini.
"Oh ya ..." ketika itu Kenzo memiliki ide di kepalanya.
Dia tidak mau hubungan nya dengan Rembulan renggang jadi dia memikirkan sesuatu.
"Sayang ... bagaimana jika kita pergi kencan hari ini?" seru Kenzo sudah duduk dengan menggendong tubuh Rembulan seolah itu bukanlah apa-apa.
Keduanya masih berhadap-hadapan dan saling menatap.
Ketika Rembulan mendengar kata kencan pipinya langsung merona, dia tidak bisa mengendalikan dirinya dan hanya bisa malu.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantungnya juga berdegup kencang sekali, bagaimanapun dia belum pernah kencan sama sekali dan ini akan menjadi kencan pertamanya.
"Aku belum pernah pergi kencan, aku tidak tahu caranya, aku terlalu sibuk selama ini bekerja membantu Ibu jadi aku benar-benar tidak paham cara kerja kencan itu ..."
"Tapi bukannya aku menolak pergi kencan denganmu hanya saja, apakah ada beberapa hal yang harus aku lakukan? atau pakaian khusus kencan seperti itu?"
Rembulan sangat polos sekali dalam hal seperti ini, dia sungguh tidak memiliki waktu untuk mengetahui bagaimana itu sebenarnya kencan.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Kenzo berdegup kencang sekali, dia menatap istrinya penuh arti dan sangat dalam.
Semakin banyak hal dalam diri Rembulan yang membuat Kenzo semakin ingin mempertahankan nya dan membuatnya bahagia selamanya.
Kenzo langsung memeluk istrinya lagi erat sekali, dia merasa masa muda istrinya ini benar-benar telah direnggut oleh pekerjaan nya dulu menjadi seorang pelayan membantu ibunya.
"Sayang ... aku berjanji kau akan bahagia ketika bersama ku, aku akan mengajak mu kencan sesering mungkin jika kau suka ... aku akan mengajar kan mu banyak hal, yang perlu kau lakukan hanyalah bersandar padaku, mengerti?"
Kenzo sungguh akan membuat Rembulan tak akan merasakan rasa sakit seperti dulu lagi.
Rasa sakit mencari uang dan bekerja sampai telapak tangannya menjadi kasar sekali.
__ADS_1
"Ummm ..." Rembulan menganggukkan kepalanya.
Rembulan tak akan pernah menduga bagaimana hubungannya dengan Kenzo benar-benar seperti rollercoaster, tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
***
Setelah beberapa saat,
Kenzo langsung membersihkan dirinya ketika itu, dia merasa dirinya sangat jenius memikirkan kencan disaat seperti ini.
Yang dimana hal itu akan mempererat hubungannya dengan Rembulan, dan dia akan mengetahui perasaan sejatinya lebih cepat.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Ketika Rembulan masih menggantikan pakaiannya saat mereka mau kencan, Kenzo menelepon assiten nya terlebih dahulu.
"Halo Bos?" seru Liam yang sebenarnya sudah menghubungi Kenzo sejak tadi.
"Liam, hari ini tidak ada pekerjaan urgent kan? kau handle pekerjaan di kantor ya, aku mau kencan dengan istriku seharian ini ..."
"Juga aku ingin kau menyiapkan sesuatu nanti malam, tenang saja ... aku akan menambahkan bonus tahunan mu ..." seru Kenzo sudah memerintahkan bawahannya untuk mengambil alih pekerjaan nya sementara.
Liam yang mendengar itu tak akan pernah menduga bagaimana hubungan atasannya dengan Rembulan berjalan dengan sangat baik.
Bagaimana sebenarnya selama ini, Liam tahu jika Kenzo hanya menyukai Laura, tetapi ternyata perasaan lelaki setia itu ternyata bisa berubah juga.
"Baik Bos ..." balas Liam padahal panggilan sudah dimatikan lebih dulu oleh Kenzo sebelum Liam menjawab.
"Ah ... terserahlah, yang penting bonus tahunan ku bertambah!"
Liam tengah semangat dalam menjalani pekerjaannya, dia akan melakukan yang terbaik agar Kenzo tidak kecewa kepada kinerjanya.
***
Kenzo yang sudah sangat lapar karena tidak memakan apapun sejak kemarin tetap setia menunggu Rembulan yang tengah mengganti pakaiannya di ruangan pakaian.
Setelah beberapa saat menunggu di atas ranjang ...
"A ... aku sudah siap, apakah tidak apa memakai pakaian seperti ini ketika kencan?"
Rembulan sedikit gugup, dia mengenakan dress casual yang nyaman untuk dipakai.
Rambutnya ia gerai agar dia terlihat lembut dan feminim.
Dia juga mengenakan sedikit riasan di wajahnya, tidak tebal tetapi membuatnya benar-benar terlihat menawan.
Mata Kenzo segera melebar, dia berdiri dari atas ranjang dan melangkah kearah Rembulan.
"Sayang ... kau cantik sekali, aku jadi tidak terima jika nanti banyak orang yang akan melihat kecantikan mu ini!" ketus Kenzo berterus terang.
Dia sebenarnya tidak ingin membagikan kecantikan istrinya ini, akan tetapi dia sudah berjanji mengajak Rembulan kencan jadi dia harus melakukannya.
Kenzo juga ingin sekalian mengajak Rembulan bermain-main menikmati hidup, sepertinya Rembulan belum pernah bermain-main dengan bebas tanpa memikirkan uang.
__ADS_1
Saat mendengar pujian itu dari suaminya, Rembulan bahagia, dia suka mendapatkan pujian dari suaminya ini.
Saat Rembulan hendak menjawab Kenzo, tiba-tiba saja suara lapar perut Kenzo menggema di ruangan.
"Tapi sayang, sebelum kita pergi kencan bisakah kita makan dulu, aku lapar sekali, sejak kemarin aku belum makan apapun ..."
Seru Kenzo tersenyum nyeri, dia langsung mengajak istrinya makan pagi dulu.
"Apa? tidak makan sejak kemarin? bagaimana bisa? apakah disana tidak ada yang bisa membawakan makanan untuk mu?"
"Bagaimana mungkin tidak makan selama itu? bagaimana jika kau sakit dan ..."
Rembulan menjadi benar-benar cerewet, dia berbicara dengan sangat cepat sembari mereka melangkah.
"Pfft ... iya istriku yang cerewet, aku sebenarnya ingin makanan yang kau buat, tapi banyak hal terjadi kemarin, jadi aku tidak sempat makan ..."
Kenzo senang sekali mendengar istrinya cerewet karena dia belum makan.
Rasanya hubungan mereka sungguh sangat dekat satu sama lain.
.
.
.
.
Author :
Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya๐ค
Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu ๐
Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.
Dan ketentuannya harus ada level fans.
Level fans :
Diamond akan mendapatkan pulsa 100K
Gold akan mendapatkan pulsa 50K
Silver akan mendapatkan pulsa 25K
Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.
Lope you sekebon ๐๐ค
__ADS_1