
Episode 73 : Melupakan rasa sedih di rumah Ibu.
***
Di apartemen Laura,
Laura telah kembali ke apartemen yang khusus ia sewa untuk mendekati Kenzo lagi, dia tengah berjalan mondar-mandir.
Hatinya kacau dan kalut ketika melihat wanita muda yang merupakan istri Kenzo Smith.
"Tidak akan aku biarkan! aku harus mencari cara untuk memisahkan mereka segera!"
Laura harus mencari cara untuk memisahkan Rembulan dari Kenzo.
Laura sudah rela bercerai akan tetapi saat ia ingin kembali kepada Kenzo, Kenzo malah bersama wanita lain.
Tentu saja Laura tidak akan terima dengan hal itu.
Walau yang sebenarnya terjadi adalah bagaimana Kenzo sejak awal tidak setuju dengan rencana perceraian nya sejak awal.
Laura sebenarnya memiliki keluarga yang kaya dan cukup terpandang jadi membayar seorang mata-mata untuk menyelidiki semua informasi mengenai Rembulan adalah hal mudah baginya.
Dan itu adalah apa yang akan ia lakukan.
Dia akan mencari celah dalam hubungan Kenzo dan Rembulan, dan dia akan menggunakan hal itu sebagai senjatanya untuk merebut Kenzo.
"Wanita muda itu, kau harus segera pergi dari sisi lelakiku!" geram Laura menelepon seseorang dan meminta pertolongan nya.
***
Di kediaman Tasya,
"Rembulan, putriku ... apa yang kau lakukan disini?"
Tasya terlihat dengan kondisinya yang semakin baik, dia bahkan tengah melihat-lihat tanaman bunganya di belakang rumah.
Sembari duduk di kursi santai, dia menyingkirkan dedaunan busuk dari bunga-bunga nya yang ada di pot.
"Kenapa Bu? memangnya putrimu ini tidak boleh kembali ke rumah Ibunya?"
Rembulan ikut berbagi kursi dengan ibunya, membuat ibunya merasa sempit namun Rembulan langsung memeluk Tasya.
"Aku merindukan mu Ibu, bisakah Ibu memeluk aku sebentar?"
Rembulan berbicara dengan nada yang bergetar.
Menyadari ada hal yang tidak beres dengan putrinya, Tasya segera mengusap pundak Rembulan.
Tasya juga melihat bagaimana gaun pink putrinya yang cantik ini ternoda oleh cream di bagian bawah.
Sudah jelas sekali ada yang terjadi hari ini kepada putrinya.
Tasya yang khawatir Rembulan terluka dan menahan dirinya agar tidak menyusahkan orang segera bertanya tentunya.
__ADS_1
"Rembulan ..." Tasya berbicara sembari mengusap pundak Rembulan.
"Hmmm?"
Rembulan menyahut dengan manja, seperti anak kecil yang sedang mengadu kepada ibunya.
"Coba ceritakan kepada Ibu, apakah ada yang terjadi kepadamu?"
"Walau Ibu tidak bisa membantu banyak, akan tetapi Ibu sudah lebih banyak mengetahui banyak hal di dunia, jadi siapa tahu Ibu bisa memberikan saran yang sedikit berguna ..."
Tasya berbicara lembut sekali, dengan lembut ia ingin putrinya ini berbagai keluh kesah dengannya.
Rembulan yang ditanyai seperti itu tentu saja semakin menangis, dia menangi sampai sesenggukan dan tak berbicara sepatah katapun.
Dia hanya menangis dalam pelukan ibunya Seperti anak kecil yang mengadu jika dia baru saja mengalami hari yang buruk.
Tasya tetap sabar menunggu hingga putrinya tenang, dia mengusap pundaknya terus menerus.
Sampai akhirnya Rembulan mulai membuka pembicaraan lagi.
"Ibu ... sebenarnya aku punya teman, jadi teman ku ini memergoki suaminya bersama orang lain, menurut Ibu apa yang harus dilakukan teman ku itu Bu?"
Tanya Rembulan dengan gugup.
Dia mencari cara lain agar dia tidak membicarakan mengenai dirinya dengan cara mengalihkan kisahnya menjadi kisah teman.
Padahal jelas-jelas Rembulan tidak memiliki teman, dan Tasya tahu akan hal itu.
Tasya terdiam sebentar, dia melihat putrinya dengan lekat dan langsung tahu apa yang baru saja menimpa putrinya.
"Jadi wajar saja jika ada seorang wanita yang pernah mengisi hatinya, tetapi jika dia sudah berani bersama dengan wanita lain tetapi tidak tidur bersama maka kau harus mencari tahu alasannya,"
"Pernikahan itu bukan hal sederhana yang bisa dihentikan ketika bosan, atau ada percikan masalah ..."
"Rembulan ... kau memang masih sangat muda, akan tetapi jika kau merasa suami mu pantas dipertahankan maka perjuangkan dia ..."
"Tetapi jika dia memang sungguh mengkhianati mu maka tidak ada jalan lain dan tinggalkan saja,"
"Hanya satu saran Ibu, Nak, lakukan peranmu sebagai istri dahulu, perjuangkan suami mu jika dia belum mengkhianati mu, bisa saja wanita masa lalunya yang tiba-tiba datang dan mencoba merebut suami mu ..."
"Jika kau pergi melarikan diri seperti ini maka tentu saja wanita itu akan menang,"
Rembulan melebarkan mata ketika mendengar hal itu.
Semua yang diucapkan oleh Ibunya membuat Rembulan terkejut namun menghela nafasnya dalam lagi.
'Tapi dalam hal ini sepertinya aku adalah wanita pengganggu nya, sejak awal Tuan Kenzo tidak menjanjikan apapun, lalu apa alasanku untuk memperjuangkan nya, ketika Tuan Kenzo tidak menunjukkan jika dia menginginkan untuk hidup bersamaku selamanya!'
Rembulan berbicara dengan dirinya sendiri, dia menatap ibunya dan tidak sadar jika dia sudah membuat ibunya kesempitan.
Akan tetapi Rembulan baru saja sadar bagaimana Ibunya menggambarkan semua yang diucapkan sebagai suaminya.
"I ... Ibu, cerita itu mengenai suami teman ku kok, bukan suamiku ... Ibu jangan khawatir dan ..."
__ADS_1
Belum sempat Rembulan melanjutkan ucapannya, Tasya menatap dengan tatapan menyelidik.
"Kau kan tidak memiliki teman ... sudah jangan membohongi Ibu ..." balas Tasya mencoba mencairkan suasana.
"Ehem ..."
Rembulan langsung gugup, dia segera berdiri dan membuat Tasya lega.
"Ibu ... mau makan kue buatan ku tidak? beberapa minggu terakhir ini aku sudah belajar membuat kue ..." seru Rembulan mengalihkan pembicaraan.
Walau tadi kue yang ia bawa sudah terjatuh akan tetapi tidak keluar dari kotak, jadi masih aman untuk di makan.
"Baiklah, bantu Ibu berdiri, sejak tadi kaki Ibu pegal ..." sahut Tasya mengulurkan tangannya agar diraih oleh Rembulan.
Sekarang, dokter memang menyarankan Tasya untuk berjalan lebih sering, agar otot-ototnya bisa normal lagi.
Jadi sebisa mungkin Tasya tidak boleh menggunakan kursi roda jika tidak ada hal urgent yang terjadi.
Rembulan segera membantu ibunya berdiri dan berjalan, lalu tanpa basa basi membuka kotak kue dimana si dalam bentuk kue yang tadi ia hias sudah hancur lebur.
"Sia-sia usahaku!" gerutunya mengambil piring kecil sejumlah 4.
Ada dua perawat sekarang tinggal di kediaman Tasya untuk merawat Tasya agar cepat sembuh.
.
.
.
.
Author :
Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya๐ค
Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu ๐
Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.
Dan ketentuannya harus ada level fans.
Level fans :
Diamond akan mendapatkan pulsa 100K
Gold akan mendapatkan pulsa 50K
Silver akan mendapatkan pulsa 25K
__ADS_1
Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.
Lope you sekebon ๐๐ค