
Episode 51 : Gaun mu terlalu terbuka!
***
Kenzo melangkah dengan hati-hati, dia bisa melihat garis leher dan bagaimana bentuk gaun istrinya terlihat menampakkan keindahan tengkuk istrinya.
Kenzo menatap dengan tajam dan ada tekanan yang tak bisa dijelaskan oleh Rembulan dari tatapan itu.
Rembulan hanya diam saja, kakinya juga terasa kaku dan dingin karena menunggu cukup lama di taman.
Hanya karena dia tidak ingin Kenzo kerepotan menjemputnya di rumah, Rembulan sampai rela pergi sendiri ke perusahaan suaminya.
Setelah beberapa saat melangkah akhirnya keduanya sampai di dalam mobil, dimana supir pribadi Kenzo sudah menunggu disana.
Keduanya duduk bersampingan, Kenzo melepaskan jas nya dan meletakkan nya menutupi seluruh tubuh istrinya.
"Tuan ... aku baik-baik saja, tidak perlu memakai jas ini, aku juga mengenakan gaun berlengan panjang jadi tidak perlu mem ..."
Belum selesai Rembulan melanjutkan ucapannya ketika tangannya sudah menyalurkan jas kearah Kenzo.
Kenzo yang sudah mengambil rokok di kantongnya itu langsung menatap tajam kearah Rembulan.
"Berlengan panjang tetapi menampakkan lekuk tubuh dan garis leher! pakai jas itu bahkan saat makan malam sekalipun!"
"Siapa yang memilihkan baju itu untukmu, terlalu terbuka! bagaimana mungkin kau mengenakan baju seperti itu dan duduk sendirian di taman!"
"Semakin aku memikirkan nya semakin aku kesal! jadi diam saja dan pakai!"
Kenzo masih saja marah dan menggerutu, jika melihat betapa cantik istrinya malam ini tentu saja Kenzo yakin pasti ada lelaki yang melihat Rembulan sejak tadi.
__ADS_1
Dan semakin ia pikirkan semakin kesal dirinya.
"Hmmm!"
Rembulan menghela nafasnya berat dan panjang, seolah kesabarannya benar-benar terasah oleh keanehan sikap suaminya ini.
"Kau kesal kepadaku? kenapa kau menghela nafas sebarat itu? ha?"
Lagi dan lagi Kenzo begitu sensitif, seolah segala gerak gerik Rembulan membuatnya marah.
Ini semua karena Rembulan duduk sendirian di taman, tidak bisa dibayangkan oleh Kenzo jika saja ada sekelompok orang berencana menculik istrinya.
Sungguh, pemikiran Kenzo sudah sejauh dan sedalam itu.
"Tidak Tuan, saya tidak kesal!"
Rembulan mengenakan jas yang kebesaran di tubuhnya, dia seolah tenggelam di dalam jas itu.
Rembulan segera menggelengkan kepalanya, entah mengapa dia merasa Kenzo perhatian kepadanya sejak awal.
Namun Rembulan tahu segala perasaan pribadi tidak boleh dia kaitkan dalam hubungan pernikahan palsu ini.
'Imut nya! aku bisa gila! bagaimana dia menjadi sangat imut ketika memakai jas yang membuat tubuhnya tenggelam?'
'Sejak kapan dia seimut ini?'
Kenzo tengah memerhatikan sikap Rembulan yang mengenakan jas dan seperti memikirkan sesuatu.
Sembari menggelengkan kepalanya, pipinya yang lucu itu menggembung ketika Rembulan memusatkan dirinya dan seperti menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
'Ah tidak ... tidak ... tidak!'
'Aku harus memusatkan pikiran ku, wanita ini sungguh bisa membuat lelaki menjadi gila! aku tidak boleh terperdaya!'
Kenzo berdebat dengan dirinya sendiri, dia menggelengkan kepalanya dan mulai menghisap rokok untuk meringankan beban pikiran.
Jika Kenzo dalam keadaan gundah dan jika ada sesuatu yang ia pikirkan, maka Kenzo biasanya akan merokok.
Sama seperti sekarang, dia tidak bisa melepaskan istrinya dari pikirannya membuat Kenzo kebingungan dengan dirinya sendiri.
"Uhuk ... uhuk ... uhuk!"
Asap rokok membuat Rembulan batuk tetapi tidak ada kata larangan dari mulutnya.
Mata Kenzo langsung melirik dan melihat betapa tidak nyaman Rembulan oleh asap rokoknya.
Lalu sesuatu yang sangat mengejutkan pun terjadi.
Hal itu disaksikan oleh supir yang mengemudikan mobil, Kenzo mematikan rokoknya dan diam saja.
Padahal Kenzo sangat tidak suka mematikan rokoknya ketika ia tengah merokok.
'Wah ... wah ... wah! apa yang sedang terjadi disini? jelas jelas Tuan Kenzo lembut sekali kepada istrinya!'
'Gosip mengenai Tuan Kenzo tidak mencintai istrinya ternyata salah besar!'
Supir pribadinya berseru dalam hatinya, dia merasa hubungan suami istri ini sangatlah manis dan berbeda dari gosip yang tengah beredar.
.
__ADS_1
.
.