Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 45 : Malam pertama yang sesungguhnya (III)


__ADS_3

Episode 45 : Malam pertama yang sesungguhnya (III)


***


"Tuan, to … tolong tunggu sebentar, kita ... kita lakukan disini saja, aku tidak bisa melakukannya di ruangan terbuka,” seru Rembulan memejamkan matanya dan menahan rasa malu nya.


Tidak akan pernah diduga oleh Rembulan jika dia benar-benar telah setuju melakukan semua ini.


Tetapi nasi sudah menjadi bubur, dia sudah terlanjur tenggelam dalam kepedihan hidup, dia tak akan pernah sama lagi setelah semuanya ini usai.


Tetapi Rembulan menerima itu dengan lapang dada, yang penting ibunya dapat perawatan yang baik.


Dan kehidupannya akan lebih terjamin.


Saat Kenzo melihat betapa indah tubuh istrinya, sekalipun tak terbayang lagi wajah atau ingatan mengenai Laura.


Wajah yang selalu ia ingat jika melihat Rembulan.


Kali ini, malam ini yang ia lihat hanyalah Rembulan yang memalingkan wajahnya, menyembunyikan lekuk tubuhnya yang indah sekali.


Rembulan terlihat sangat indah dan cantik.


Seperti namanya, Rembulan, dia terlihat begitu indah saat terkena sinar bulan yang bersinar diantara mereka.

__ADS_1


Tangan kokoh Kenzo mulai mengusap rambut Rembulan, saat itu Rembulan langsung mengernyitkan dahi menunjukkan betapa ia terkejut merasakan sentuhan itu.


"Tuan ... ku mohon lakukan dengan lembut, aku takut kesakitan Seperti saat lalu ..."


Suara kecil Rembulan yang ia tutupi menggunakan jemarinya yang mungil semakin membakar gairah Kenzo yang telah terpendam selama ini.


Kenzo menyeringai tajam, matanya yang biru itu bersinar dan seperti singa yang baru menemukan mangsa nya, Kenzo tak bisa lagi menghentikan bibirnya hendak menyesap seluruh tubuh istrinya ini.


“Peluk aku kalau begitu, jika kau ingin aku melakukannya dengan lembut, peluk lah aku dengan keinginanmu sendiri, bukan karena paksaan,” bisik Kenzo mengusap wajah Rembulan yang mencoba menahan malu, namun malah terlihat terlalu menggemaskan bagi Kenzo.


Sepertinya Kenzo memiliki hobi baru, sesuatu yang membuatnya ketagihan adalah sifat dan ekspresi wajah istrinya ini, wajahnya terlihat sangat cantik dan nakal, namun perilakunya polos dan murni, terlalu berbanding terbalik, daya tarik yang tidak pernah Kenzo temui sebelumnya.


'Wanita ini, sekali disentuh membuat orang ketagihan, jika di ingat-ingat, sentuhan dan wajahnya membuatku tidak bisa lepas, mengerjainya saja sudah bisa membuatku puas dan sangat bahagia,' benak Kenzo semakin bersemangat.


Agar ia cepat hamil dan mereka bisa berpisah.


“Ba … baiklah Tuan, aku akan memelukmu, ta … tapi tolong lebih lembut, aku tidak tahu tetapi rasanya tidak nyaman dan geli,” sahut Rembulan dengan nada suara yang bergetar.


Tubuhnya sekarang menghadap ke arah Kenzo, dia bisa melihat tubuh bidang dan gagah suaminya.


Saat melihat tubuh gagah suaminya, entah mengapa membuat darahnya mendidih, tidak seharusnya dia merasakan ini, namun mengapa perasaan aneh ini tiba-tiba terbakar dalam tubuhnya.


Rembulan segera menggelengkan kepalanya dan memeluk suaminya dengan pelan dan penuh kehati-hatian.

__ADS_1


“Tubuh mu sudah bergetar hebat, padahal kita belum mulai sayang, aku tidak tahu jika kau begitu sensitif, tapi aku tidak ingin terburu-buru, aku ingin merasakannya secara perlahan, ini adalah malam pertama kita yang sesungguhnya, tidak perlu terburu-buru,” bisik Kenzo tersenyum puas saat Rembulan memeluknya dengan keinginannya sendiri.


Tentu saja pelukannya di balas dengan erat oleh Kenzo, Kenzo langsung memeluk kembali istrinya dan mengangkat tubuh istrinya dengan sangat mudah sampai tubuh Rembulan berada di atas tubuhnya.


“Baiklah sayang, berhenti berbincang-bincang nya, aku akan memulai, kau sebaiknya persiapkan dirimu karena kau mungkin akan pingsan, aku tidak akan berhenti sampai aku puas dan menaruh benih di rahim mu,” bisik Kenzo menarik tubuh Rembulan sampai tenggelam dalam kasur, dia menciumnya dengan ganas sampai Rembulan tidak mampu mengikuti ciuman itu.


“Hmm, ciuman mu payah, kau harus belajar banyak mulai dari sekarang, aku suka wanita yang pandai berciuman dan hebat di atas ranjang,” Kenzo berbicara dan menyeringai, ciumannya sudah mendarat di seluruh tubuh Rembulan.


Tetapi Rembulan sadar, jika Kenzo terlihat hati-hati, tanda biru yang ia tinggalkan dan terasa perih tidak akan disentuh oleh Kenzo, melainkan akan dicium dengan lembut sampai membuat darah Rembulan berdesir.


"Hmmm ..."


Rembulan menutup mulutnya sekencang mungkin, agar ia tak mengeluarkan suara dan membuat ruangan ini semakin berisik.


Perlahan-lahan, ketika Kenzo memperlakukan nya dengan sangat lembut berbeda dari sebelumnya, tubuh Rembulan mulai merespon.


Tanpa disadari, Rembulan mulai memejamkan matanya dan pasrah dengan segala keadaan yang akan ia terima.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2