
Bonus Chapter : Nathan Smith dan Nala Smith.
***
Kehidupan Kenzo dan Rembulan terasa begitu indah, bulan madu yang direncanakan sepihak oleh Kenzo tak akan pernah disesali oleh Rembulan.
Rembulan akhirnya bisa melihat berbagai hal indah karena suaminya.
Kebahagiaan yang sesungguhnya benar-benar tak pernah lepas darinya ketika sudah menikah dengan Kenzo Smith.
Rembulan memang sangat beruntung namun Kenzo juga beruntung mendapatkan Rembulan.
Hati dan kesetiaan mereka akan selalu berlayar di atas bahtera rumah tangga yang sebentar lagi akan dikaruniai anak.
"Sayang ... istriku, wanita ku, tidak ada hal yang lebih indah dari apapun di dunia ini selain dirimu, ketika pertama kali mata kita bertemu, apakah kau tahu jika aku sudah merasakan sesuatu?"
"Seperti aliran listrik bergetar di tubuhku, aku tak akan pernah melepaskan mu, dan akan menjadikan mu wanita paling bahagia di dunia!"
"Aku berjanji!"
Kenzo tengah mengajak istrinya berdansa di malam hari, tempat dimana mereka berbulan madu secara privat.
Disana begitu indah, dihiasi lampu dan deburan ombak terasa menjadi musik dansa mereka.
"Terimakasih sayang, kau juga adalah suami yang benar-benar aku inginkan, terimakasih sudah menjanjikan kebahagiaan untukku ... dan aku menantikan petualangan selanjutnya bersama mu!"
"Dalam pernikahan ini, aku akan menjadi istri yang kau andalkan!"
Balas Rembulan memeluk suaminya, dia sebenarnya tidak bisa berdansa, jadi Rembulan menginjak kaki suaminya agar bisa bergerak sesuai keinginan Kenzo.
"Aku mencintaimu ..." bisik Kenzo di telinga istrinya.
Mendengar itu, Rembulan semakin mengeratkan pelukannya, lalu tersenyum.
"Aku juga ..." balas Rembulan lembut sekali.
Malam itu begitu indah, bulan madu yang selama ini tertunda bisa terlaksana karena rencana dadakan Kenzo.
***
Time skip,
Tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, dalam proses kehamilan Rembulan, Ibunya sudah sembuh dan bersemangat menantikan cucu pertamanya.
Juga Kenzo yang khawatir tidak kepayang bagaimana Rembulan memutuskan hubungan untuk melahirkan secara normal.
Kata Rembulan, dia ingin merasakan bagaimana buah cinta mereka akan lahir ke dunia.
Bagi Rembulan hal itu akan sangat indah walau menyakitkan.
"Dok, kau harus lembut kepada istriku! jika dia kesakitan sedikit saja aku akan mematahkan tanganmu!'
Kenzo berada di sisi istrinya yang sejak tadi sudah meringis perih ketika sudah merasakan bukaan lahirannya.
"Huuuuhhh ..." Rembulan yang tengah mengatur pernafasannya langsung mencengkeram tangan suaminya yang setia menggenggam istrinya.
__ADS_1
Rembulan sungguh tak menyangka suaminya mengancam dokter wanita yang menjadi dokter lahiran Rembulan tepat sebelum ia melahirkan.
"Jangan mengancam nya, tentu saja aku akan sakit ketika melahirkan! diam saja dan tenangkan aku!"
ketus Rembulan dimana emosinya sudah begitu meledak-ledak karena rasa sakitnya.
Mata Kenzo melebar ketika diceramahi oleh istrinya.
Begitu pula dengan semua tenaga medis yang ada di ruangan itu, bahkan ada yang sampai menjatuhkan alat gunting kesehatan dan harus diganti dengan yang baru.
'Astaga ... ternyata sang Tuan Kenzo yang terkenal galak dan dingin itu pun tunduk kepada istrinya, hebat sekali!"
'Ini adalah pertama kalinya aku melihat ada seseorang yang mengatakan hal seperti itu kepada Tuan Kenzo, sungguh langka sekali!'
Mereka berbicara dalam hatinya.
Namun yang membuat lebih terkejut lagi adalah bagaimana respon Kenzo Setelah itu.
Kenzo sama sekali tidak kesal apalagi marah.
"Baiklah sayang, maafkan aku ... karena aku kau jadi kesakitan begini, seandainya aku bisa menggantikan mu ..."
"Sayang ... kau pasti bisa ... aku akan mendampingi mu,"
Kenzo terlihat khawatir sekali, tak menghiraukan ucapan menyelekit istrinya.
Tentunya, Kenzo tahu jika ketika seorang wanita melahirkan maka mereka tengah mempertaruhkan nyawa.
"Hmmmm ... sakit sekali." seru Rembulan semakin mencengkeram tangan suaminya.
"Lihat aku ... semuanya akan baik-baik saja, kita akan memiliki anak sebentar lagi, dan keluarga kita akan sempurna ..." bisik Kenzo juga tak mampu melihat istrinya menderita.
Jika Rembulan kesakitan maka Kenzo juga merasakan hal yang sama, hati mereka sudah benar-benar terhubung satu sama lain.
"Hmmm ..." Rembulan hanya bisa menganggukkan kepalanya sembari menahan sakit.
Dokter sudah menginstruksikan layaknya dokter yang membantu seorang ibu melahirkan.
"Tarik nafas ... buang ..."
"Keluarkan tenaga nya Ibu ... ya begitu ... ya ..."
Dokter melihat begaimana kata-kata cinta dan keberadaan seorang suami benar-benar menjadi pendorong baik kepada seorang ibu.
Seperti Rembulan sekarang, walau ini adalah lahiran pertamanya namun rasanya Rembulan seperti mendapatkan kekuatan yang tiada batas Karena ketika Kenzo mengecup dan terus menggenggam istrinya.
Lahiran menjadi lebih mudah.
*Terdengar tangisan bayi pertama*
*2 menit kemudian terdengar tangisan bayi kedua*
Ketika tangisan itu terdengar, mata Rembulan dan mata Kenzo bertemu lagi, sama seperti ketika mereka pertama kali bertemu, mata mereka menyatu seperti sekarang.
Dan sekarang mata mereka menyatu karena mendengar kebahagiaan dan keajaiban buah dari cinta.
__ADS_1
"Sayang, anak-anak kita ..."
"Kau sudah berhasil, kau sangat hebat! terimakasih sayang ... terimakasih."
Kenzo membisik, lalu memeluk istrinya bahkan sampai menangis karena kebahagiaan yang melimpah tak bisa ia kira.
Rembulan menangis tersedu-sedu karena bahagia, dia bahagia untuk segalanya, untuk anaknya, suaminya dan keluarga kecilnya.
Kedua bayi kembar, dimana bayi laki-laki adalah yang pertama lahir segera digendong oleh suster untuk diberikan ke pelukan ibunya.
Dimana hal ini sangat penting ketika bayi baru lahir, sentuhan kulit bayi dan ibunya akan menenangkan bayi dan bayi tak akan terlalu terkejut dengan perubahan lingkungan yang baru saja ia alami.
Sebelum bayi kembar itu berada di pelukan ibunya, mereka menangis begitu kencang, namun ketika mereka berada dalam pelukan ibunya, kedua bayi itu menjadi tenang dan seolah tahu jika yang mereka peluk adalah ibunya.
Kenzo ikut memeluk mereka lembut, menangis terharu dan tak ada kata-kata yang bisa ia ucapkan.
"Terimakasih sayang sudah lahir ke dunia, Mommy mu yang hebat ini sudah bekerja keras untuk kalian ..."
"Daddy juga akan bekerja keras untuk kalian di masa depan, kebahagiaan kalian dan Mommy kalian adalah prioritas Daddy!"
"Nathan Smith untuk Kakak laki-laki, dan Nala Smith untuk dedek perempuan, hadiah dari Tuhan ..."
"Kalau Ibumu, ya hadiah untuk Daddy ..."
Kenzo tertawa namun air matanya tak berhenti mengalir.
Dia bangga dan bahagia, dan nama anak-anaknya juga sudah dipersiapkan olehnya dan istrinya, juga ibu mertuanya.
Rembulan juga ikut tertawa, bagi seorang ibu walau melahirkan itu sakit, namun ketika melihat bayinya sehat dilahirkan, maka rasa sakit itu tak akan pernah sebanding.
"Daddy mu memang suka bercanda, Nathan ... Nala, baby Mommy akhirnya lahir ke dunia juga ... Mommy dan Daddy bahagia sekali ..."
Rembulan juga menyampaikan rasa bahagianya.
Keluarga kecil itu mendapatkan hadiah dari Tuhan, dua bayi kembar sehat yang akan mewarnai kehidupan Kenzo si posesif dan Rembulan si tegas.
Sang nenek juga tak kalah bahagia, alasan kesembuhan yang begitu cepat juga karena menantikan cucunya.
Sungguh peribahasa itu benar, badai pasti berlalu.
TAMAT
.
.
.
.
Author : Selamat untuk Kenzo dan Rembulan ❤️
Sudah benar-benar tamat ya guys, bonus chapter ini adalah yang terakhir 😍
Terimakasih sudah mengikuti karya ini dari awal hingga akhir.
__ADS_1
Lope you sekebon jeruk semuanya.