
Episode 36 : Kenzo memasak secara langsung.
***
Saat mendengar keputusan Rembulan yang ingin melakukan nya sendiri dengan caranya sendiri.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Sebuah api seolah terbakar dalam diri Kenzo, Kenzo dibuat merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Wanita yang menjadi istrinya ini sangat menarik dan berbeda disaat yang bersamaan.
Mungkin Kakeknya memilih Rembulan menjadi istrinya tentulah ada alasan khusus untuk itu.
"Aku akan mengijinkan mu, tapi ada syarat nya ..." bisik Kenzo menyeringai.
Matanya melihat begitu dalam kedalam mata gelap Rembulan, keduanya bertatapan seolah keduanya bisa berbicara hanya dari tatapan itu.
"Apa syaratnya Tuan?"
Rembulan bertanya dengan hati-hati, juga penasaran mengapa lelaki ini tiba-tiba saja bersemangat sekali.
Kenzo menyeringai tajam.
"Kau bilang kau istriku bukan?"
Bisik Kenzo mengusap wajah Rembulan lembut sekali.
Rembulan menganggukkan kepalanya, penasaran apa yang hendak disampaikan oleh Kenzo kepadanya.
"Sesuai dengan kesepakatan kita tadi malam, di samping kau belajar menguasai rumah ini, memberikan pelajaran kepada para pelayan, kau harus belajar juga melayani ku,"
"Aku tertarik melihat mu, dan cara berpikir mu, hal itu membuat sesuatu terbakar dalam diriku, dan kau harus memadamkan nya,"
__ADS_1
Kenzo berbicara jujur sekali, hal itu membuat Rembulan seolah merasakan sesuatu meledak di kepalanya, sebuah kembang api yang besar sekali.
Rembulan menjadi sangat malu, banyak hal yang memang ingin ia lakukan akan tetapi dia sama sekali tidak akan pernah siap jika dalam hal nakal seperti itu.
Tetapi apa boleh buat, dia adalah istri Kenzo Smith, dimana mereka juga harus segera memiliki anak agar Kakek Reynold tenang.
Juga agar mereka berdua, Kenzo dan dirinya bisa berpisah dan menjalani kehidupan yang mereka inginkan.
Rembulan menelan salivanya gugup sekali.
Rembulan menunduk malu, lalu mengangguk.
"Baik Tuan, aku tidak akan lupa janjiku kepadamu," balas Rembulan membuat Kenzo semakin bersemangat.
Seolah jiwa muda dalam dirinya terbakar lagi oleh wanita yang menjadi istrinya ini.
"Gruk ... Gruk ... Gruk!"
Ditengah perbincangan mereka, suara perut Rembulan berbunyi seolah pertanda jika Rembulan sungguh sudah lapar sekali.
Pipi Rembulan semakin merah, lalu Kenzo yang menyadari itu segera bangkit berdiri.
"Tunggu sebentar disini, aku akan bawakan makanan ..."
Seru Kenzo bangkit dan dengan cepat menuju dapur.
Kali ini dia akan memasak sendiri, resep sederhana milik ibunya dulu jika dia sakit.
Kenzo tidak mempedulikan para pelayan hanya saja matanya tajam sekali dan tatapannya seolah bisa membunuh mereka.
Kenzo pergi ke dapur sendiri, dan memasak dengan cepat.
"Astaga ... matilah kita,"
__ADS_1
"Tuan Kenzo turun tangan memasak secara langsung,"
"Dan apakah kalian tidak melihat tatapan mengerikan Tuan Kenzo barusan?"
"Sepertinya wanita pelayan yang menjadi istri Tuan Kenzo bukan seseorang yang bisa dirundung,"
Keempat pelayan itu sudah panik sekali ketika melihat Tuan mereke secara pribadi memasak dengan kedua tangannya.
Dan selama mereka menjadi pelayan, mereka belum pernah melihat Kenzo memasak sekalipun.
"Yang jelas, nanti kita harus memohon ampun,"
"Kita harus bisa memohon kepada wanita pelayan yang menjadi istri Tuan, lalu kita cari cara lain untuk menggulingkan dia!"
"Apakah kalian tidak iri padanya? jika wanita itu pergi maka kita pasti memiliki kesempatan!"
Para pelayan itu belum juga sadar dengan apa yang sedang mereka rencanakan.
Mereka seolah merasa setara dengan Rembulan sekarang, dan merasa memiliki kesempatan untuk memiliki Kenzo sama seperti Rembulan.
.
.
.
.
Author : halo guys, seperti yang aku bilang sebelumnya ya, novel ini akan sedikit berbeda dari novel aku sebelum nya yang selalu mengusung tema dark romance.
Novel ini adalah novel romance yang memainkan perasaan, tidak akan berbelit-belit tetapi karakter wanita nya kuat sesuai porsinya.
Aku tidak menyalahkan Beberapa dari kalian merasa novel ini terlalu umum 😌 karena aku sadar penulis di dunia ini banyak sekali, sedangkan ide hanya itu-itu saja.
__ADS_1
Tetapi aku bisa jamin jika ceritaku pasti memiliki feels sendiri karena aku menulis sungguh sesuai dengan imajinasi ku sendiri.
Terimakasih banyak 🤍