Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 35 : Kau menarik sekali.


__ADS_3

Episode 35 : Kau menarik sekali.


***


Padahal sebenarnya Rembulan hanya ingin memeriksa saja apakah tindakan ini hanya ulah para pelayan atau memang atas dasar suruhan suaminya untuk menyiksa dirinya.


Tetapi ternyata dia salah, sudah jelas dari perubahan ekspresi dan emosi Kenzo, Kenzo sama sekali tidak tahu menahu mengenai bubur itu.


"Tunggu disini, aku akan memberikan mereka pelajaran!"


Kenzo benar-benar serius dengan ucapannya, Kenzo akan turun tangan secara langsung untuk memberikan pelajaran para pelayannya karena dengan berani mengerjai istrinya sendiri.


Rembulan yang masih tertegun dengan mata yang berkedip-kedip karena tak tahu jika Kenzo memiliki sisi Seperti ini mencoba menahan tangan Kenzo.


"Tu ... Tuan ..."


Rembulan menahan tangan Kenzo yang terasa besar di tangannya.


Kenzo bisa merasakan panas dari tangan mungil wanita ini, permukaan tangannya yang kasar selalu saja membuat hati Kenzo serasa diremas.


Permukaan tangan seseorang bisa menjadi saksi bisu bagaimana orang itu menjalani hidupnya.


Dan melihat betapa kasar tangan Rembulan dan beberapa luka yang selalu ditutupi perban menunjukkan betapa keras kehidupan Rembulan selama ini.


"A ... ada apa?"

__ADS_1


"De ... Dengar ya, aku melakukan ini bukan hanya untukmu, aku melakukan ini karena mereka sudah dengan enteng mengerjai mu, dimana itu mencoreng nama baikku sebagai Tuan,"


"Jadi jangan salah paham!"


Kenzo berbicara sedikit terbata-bata, pipinya merah merona dan entah mengapa jantung nya tak bisa ia kontrol ketika tangan mungil itu bergantung dan menggenggam nya erat sekali.


Seolah berteriak jika hanya dirinyalah yang bisa melindungi wanita ini selamanya.


Rembulan mendengar jawaban Kenzo lalu menatap kearah suaminya, Rembulan tersenyum dan bahagia sekali.


Rembulan bahagia hanya karena dibela untuk pertama kali oleh seseorang selain ibunya.


"Tuan, aku lapar sekali, aku ingin makan terlebih dahulu ..."


"Juga mengenai para pelayan itu, tidak bisakah memberikan aku wewenang untuk mengurus mereka?"


"Aku bahkan tidak bersekolah karena di sekolah orang-orang berkelakuan sama, menyingkirkan seseorang yang miskin seperti ku,"


"Tapi sekarang, aku sudah menyandang gelar sebagai istri Tuan muda Kenzo Smith, aku sudah bisa mengangkat wajahku, membela diriku dan mengatakan jika aku tidak salah,"


"Tuan, tolong berikan aku wewenang untuk melakukan itu sendiri, aku ingin berdiri dengan kakiku sendiri ..."


Rembulan dengan wajah yang sangat cantik dan manis, tubuhnya mungil dan sekarang wajahnya masih pucat, telapak tangannya kasar dan Rembulan selalu gemetaran jika saja Kenzo menyentuhnya.


Hanya dalam satu hari setelah pernikahan nya, Kenzo bisa melihat sisi menakjubkan dari wanita muda ini.

__ADS_1


Wanita yang berbicara dan menggenggam tangannya ini sangat berbeda dari wanita kebanyakan yang selalu memohon dan meminta tolong tanpa melakukan sesuatu.


Rembulan berbeda, Rembulan ingin melakukan banyak hal dengan tangannya sendiri.


Mengetahui betapa menariknya wanita muda ini, Kenzo meraih dagu istrinya dan duduk kembali.


Memajukan wajahnya agar berhadapan dengan wajah Rembulan.


"Kau menarik sekali ..."


"Aku akan mengijinkan mu, tapi ada syarat nya ..." bisik Kenzo menyeringai.


Matanya melihat begitu dalam kedalam mata gelap Rembulan, keduanya bertatapan seolah keduanya bisa berbicara hanya dari tatapan itu.


Rembulan selalu saja penasaran mengapa mata biru lelaki itu membuatnya tenang, takut dan segan disaat yang bersamaan.


Lelaki yang memiliki kekuasaan besar yang meringkuh nya erat, membisikkan kata-kata yang tidak dimengerti oleh nya.


Seolah Rembulan telah membangunkan sesuatu di dalam diri Kenzo, rasa penasaran dan gairah menggebu-gebu yang tidak bisa dijelaskan oleh siapapun.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2