
Episode 84 : Hari kencan kita belum berakhir.
***
Katanya manusia hanya bisa jatuh cinta sekali seumur hidup, sisanya hanyalah sebuah kebohongan dimana kita mencari seseorang yang sesuai atau mirip dengan mantan yang kita cintai.
Kenzo berpikiran demikian beberapa saat sebelum mengenal Rembulan, hatinya benar-benar lurus dan setia, dia pernah mencintai seorang gadis, dan dia merasa hal itu benar-benar serius.
Akan tetapi Kenzo bukanlah seseorang yang pandai memperlihatkan hatinya sehingga banyak kesalahpahaman dalam hubungan sebelumnya bersama Laura hingga dia harus rela melepaskan Laura menikah dengan lelaki lain.
Ketika itu, Kenzo berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menikah lagi, dia merasa tidak akan bisa jatuh cinta lagi.
Dan jika dia memaksakan menikah maka kelak istrinya akan terluka karena dia tak akan mencintainya.
Kenzo pernah berpikir jika jatuh cinta itu hanya sekali seumur hidup seperti yang dirasakan oleh orangtuanya dan kakek neneknya.
Kenzo hidup diantara keluarga yang setia, karena itulah dia awalnya bingung dengan perasaannya ketika bertemu Rembulan.
Gadis muda yang memiliki seribu pesona, membuat Kenzo meruntuhkan prinsip dirinya.
Sudah lewat sekitar sepuluh menit sejak Kenzo memeluk istrinya, Kenzo memiliki kebiasaan seperti ini, dia terlalu nyaman memeluk istrinya sehingga lupa waktu.
*Terasa tetesan hujan mulai turun*
Kenzo maupun Rembulan terkejut merasakan ada tetesan hujan tiba-tiba jatuh ke sekitar mereka.
"Hujan ... ayo kita masuk ..." Rembulan langsung bangkit dengan terburu-buru.
Rembulan memiliki refleks jika hujan turun, karena dulu dia bekerja di bagian cuci kain, dia jadi selalu terburu-buru jika hujan datang.
"Sayang ... tunggu, ini masih kencan kita ... aku ingin menggendong mu ..." Kenzo menahan tangan Rembulan yang sudah ingin melarikan diri masuk ke dalam kamar hotel mereka.
Rembulan melihat ke belakang, dengan wajah yang sedikit memelas dan kesal disaat yang bersamaan.
Bagaimana tidak, hujan sudah mulai deras, terlihat dari kejauhan dan beberapa saat lagi mereka akan basah kuyup.
"Hujan akan semakin deras, sebaiknya kita berlari saja ... kaki ku juga sangat sehat untuk digunakan berjalan sendiri, jadi ayo ...." seru Rembulan mencoba menarik tangan Kenzo namun tak berhasil sama sekali.
Kenzo menatap dengan tajam, menyeringai nakal dan mencengkeram tangan Rembulan agar tidak bisa bergerak.
'Ada apa dengan suami ini lagi, kenapa dia tersenyum sangat nakal sekarang? apa yang dia pikirkan sekarang, pasti hak nakal kan? iya kan? astaga!'
Rembulan sudah tidak habis pikir lagi dengan suaminya ini, bisa-bisanya tersenyum nakal disaat sekarang.
Hujan semakin deras, dan semuanya telah terlambat, mereka sudah diguyur hujan dan wajah lesu Rembulan telah terpampang nyata.
"Benar kan kataku, sudah hujan, kenapa menahan tanganku? kita sudah basah kuyup sekarang, bagaimana jika kita demam besok dan ...." Rembulan mengomel tanpa henti.
Dia tidak mengerti jalan pikiran suaminya, mengapa berhenti di tengah hujan seperti ini.
__ADS_1
Akan tetapi sebelum Rembulan menyelesaikan ucapannya, Kenzo menarik pinggang istrinya dan mendekapnya erat sekali.
Tak memberikan ruangan diantara keduanya, Kenzo memastikan dia menempel sepenuhnya pada tubuh Rembulan.
"Sayang ... bukankah aku bilang ini masih hari kencan kita, masih ada satu lagi kejutan untuk mu,"
"Lagian walau kita kehujanan bisa langsung mandi nanti, jadi tidak akan sakit ... percaya saja padaku ..." bisik Kenzo mengusap bibir istrinya lembut.
Menatap dari jarak yang amat dekat, dahi mereka menempel dan Rembulan tak bisa mengalihkan pandangannya dari suaminya.
Air hujan membuat rambut suaminya basah, dan bajunya terlihat sudah transparan membuat suaminya yang memang sangat tampan ini menjadi semakin tampan.
'Wah ... aku kadang lupa jika aku memiliki suami yang sangat tampan! kenapa dia bisa begitu tampan?'
'Tapi jangan tunjukkan Rembulan! nanti dia semakin percaya diri dan akan semakin arogan!'
Benak Rembulan tanpa sadar dia menjadi nyaman berada di bawah hujan sembari di dekap oleh suaminya.
Matanya benar-benar terpesona oleh suaminya ini.
"Sayang ... aku tahu aku sangat tampan sehingga kau tak bisa memalingkan pandangan mu dariku, tapi untuk sekarang aku ingin kau melihat apa yang aku siapkan untukmu ..." bisik Kenzo seperti bisa membaca pikiran Rembulan.
Rembulan sampai terkejut ketika mendengar ucapan itu dari suaminya.
Matanya melebar namun saat itu Kenzo melanjutkan ucapannya lagi.
Ketika ia mendengar itu, secara refleks Rembulan memejamkan matanya.
Kenzo meraih tangan istrinya dan menuntun istrinya berdiri di hadapannya.
"Satu ..."
"Dua ..."
"Tiga ..."
Ketika Kenzo menghitung sampai tiga, Rembulan membuka matanya dan sesuatu yang sangat luar biasa terlihat di hadapannya sekarang.
Mata Rembulan berbinar dan tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kekaguman dan rasa harunya sekarang.
Bagaimana tidak, ketika itu kembang api super besar dan banyak mewarnai langit malam.
Tetesan hujan yang mengenai lautan terlihat seperti bintang jatuh ke laut dalam jumlah yang banyak akibat bias cahaya dari kembang api.
Rembulan terpaku melihat apa yang sedang terjadi.
Hujan membuat pesta kembang itu semakin spektakuler, karena mereka sedang di pantai dan bisa melihat langit malam dihiasi kembang api.
Kenzo memeluk istrinya dari belakang, dia juga menikmati kembang api yang dia minta kepada Liam untuk disiapkan sejak tadi pagi.
__ADS_1
Keduanya terdiam sejenak, diguyur hujan tak terasa dingin lagi, mereka berdua terhipnotis sepenuhnya oleh keromantisan ini.
"Sayang ... ini adalah wujud permintaan maaf ku mengenai hal yang kau lihat di kantor, aku tidak berniat berpelukan dengan Laura ... hanya saja dia tiba-tiba datang dan melakukan itu,"
"Aku tahu apapun yang aku katakan, aku tetap bersalah ... akan tetapi aku sungguh ingin memperbaiki pernikahan kita, aku akan lakukan apa saja sehingga kau tidak ragu kepadaku, tidak membahas mengenai perpisahan,"
"Jangan mendua, jangan pergi dari sisiku dan tetaplah menjadi istriku yang memberikan segala kebahagiaan dan rasa hangat kepadaku ...." bisik Kenzo mengeratkan pelukannya.
Kencan ini memang salah satu wujud permintaan maaf Kenzo kepada Rembulan.
Kenzo bukanlah lelaki yang hanya manis di bibir, dia meminta maaf sembari menyiapkan sesuatu karena dia ingin Rembulan tahu jika dia berharga dan penting untuknya.
Tanpa sadar Rembulan jadi terharu.
Dia menunduk lesu, "Aku hanya memberikan mu batu biasa, tapi kau memberikan aku sangat banyak ... aku merasa jadi sangat kecil ..." seru Rembulan jadi tahu betapa kecil dia dibandingkan suaminya.
.
.
.
.
Author :
Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya๐ค
Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu ๐
Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.
Dan ketentuannya harus ada level fans.
Level fans :
Diamond akan mendapatkan pulsa 100K
Gold akan mendapatkan pulsa 50K
Silver akan mendapatkan pulsa 25K
Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.
Lope you sekebon ๐๐ค
__ADS_1