Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 94 : Rembulan mengunjungi Kenzo ke rumah sakit.


__ADS_3

Episode 94 : Rembulan mengunjungi Kenzo ke rumah sakit.


***


Ketika Kenzo tidak siap menerima kenyataan, Reynold sungguh sudah merasa tak akan bisa bertahan lebih lama lagi.


"Ken, yakinlah ... kau pasti akan menemukan kebahagiaan mu sendiri bersama keluarga kecilmu, jangan menggantungkan kebahagiaan mu kepada Kakek mu ini,"


"Kakek yakin, kau pasti bisa melupakan kenangan buruk mu tanpa Kakek ... istrimu itu, Kakek memilih dia untukmu, dia pasti bisa mengisi hari-hari mu, jaga dia dengan baik ..."


Reynold tersenyum, dia mengusap rambut cucunya yang tidak siap dengan semua yang diucapkan Reynold.


Kenzo tak menjawab ucapan itu, apapun ucapan yang ia dengar seolah tak bisa ia rasakan lagi, kesedihan dan rasa takut sudah memenuhi dirinya.


Tak ada satu katapun yang bisa menenangkan nya sekarang.


Ketika Reynold mengucapkan apa yang memang hendak ia katakan, setelah ia usai mengatakan itu rasanya hati menjadi tenang.


Reynold yakin, Kenzo pasti bisa bahagia, Rembulan akan menggantikan posisinya, Rembulan pasti bisa menyembuhkan luka hati Kenzo yang selama ini ia sembunyikan.


Reynold memejamkan matanya, terlalu lelah ia berbicara sehingga tenaga nya terkuras habis.


"Kakek ... Kakek!"


"KAKEK!"


Kenzo memanggil Reynold berulang kali, tetapi Reynold sudah tak bisa membuka matanya lagi.


Dia belum berpulang akan tetapi dia sudah terlalu lelah.


"Dok!"

__ADS_1


"Kepala pelayan!"


"Kalian dimana? kita harus segera membawa Kakek ke rumah sakit!"


Kenzo menjadi semakin panik, di memanggil dokter dan kepala pelayan yang memang berjaga untuk segera datang.


Disaat yang sama ketika rasa panik itu merajalela, Rembulan masih setia menunggu suaminya pulang.


Duduk di kursi sofa dengan membayangkannya dengan cara apa dia akan menyambut suaminya.


"Haruskah aku berlari memeluknya?"


"Ah, tidak ... tidak, aku akan dihabisi semalaman jika melakukan hal seperti itu, bahkan ketika aku tidak memeluknya saja dia sudah mengatakan aku menggoda, apalagi jika aku peluk?"


"Cari cara lain?"


Rembulan menggelengkan kepalanya, dia sedang mencari cara untuk menyambut suaminya.


"Tapi kenapa dia belum pulang, sudah larut ..." pandangannya terus saja menuju pintu, walau Kenzo tak kunjung terlihat.


Sampai ketika dering ponselnya mengejutkan konsentrasi Rembulan yang tengah memikirkan bagaimana dia akan menyambut suaminya malam ini.


"Tring ... Tring ... Tring!"


"Halo Pak?"


Rembulan melihat jika kepala pelayan dari mansion Kakek Reynold tengah menghubungi dirinya.


"Nyonya Rembulan, maafkan saya mengganggu anda tengah malam begini, akan tetapi sepertinya anda harus segera ke rumah sakit menjumpai Kakek Reynold dan suami anda ..."


Kepala pelayan itu menjelaskan segala sesuatu yang sedang menimpa Kenzo.

__ADS_1


Rembulan merasakan sakit ketika mendengar kabar jika Kakek Reynold sudah terbaring lemah di rumah sakit, sepertinya hanya menunggu waktu saja sampai Kakek Reynold meninggalkan dunia.


Kata pergi selamanya sangat menakutkan bagi Rembulan, dia telah kehilangan ayahnya lalu disaat yang sama Ibunya juga memiliki penyakit dan tengah berjuang untuk sembuh, rasanya Rembulan tahu apa yang sedang dialami oleh suaminya sekarang.


Tanpa menunggu lama, Rembulan mengemas beberapa makanan untuk suaminya, dia yakin suaminya pasti belum makan malam.


Setelah itu barulah ia pergi ke rumah sakit diantarkan oleh supir pribadinya.


***


Tak menunggu lama, Rembulan sudah sampai di rumah sakit, dan beberapa pelayan sudah menunggunya di lobby.


Langkah kakinya cepat sekali, wajahnya terlihat sangat khawatir, karena terlalu khawatir Rembulan bahkan tak sempat membawakan jaket di tubuhnya.


Dia hanya mengenakan gaun putih polos yang sering ia pakai untuk tidur.


Dia lebih mengkhawatirkan suaminya lebih dari dirinya sekarang.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Pintu ruangan diketuk oleh Rembulan ketika ia sudah sampai di ruangan rawat Kakek Reynold.


Ketika Rembulan masuk, hawa dingin segera menusuk gaun yang ia pakai, tapi untuk sekarang rasa dingin itu tak dirasakan oleh Rembulan sama sekali.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2