
Episode 96 : Keluar dari sini!
***
"Aku bilang keluar? apa hak mu bisa masuk ke sini? keluar sekarang juga!" Kenzo benar-benar telah menjadi dingin.
Ketika Rembulan mendengar itu, Rembulan jadi sadar bagaimana hubungan mereka ternyata tidak sedekat yang ia bayangkan.
Tatapan Kenzo barusan benar-benar dingin dan menakutkan sekali.
"Ummm ..."
Rembulan jadi panik, dia gugup dan tak tahu apa yang harus dilakukan.
Mungkin memang dia tidak seharusnya datang ke rumah sakit ini.
"A ... aku akan pulang jika itu mau mu, tapi setidaknya makan lah dulu ... aku tahu kau belum makan sama sekali,"
"Aku akan meninggalkan makanan ini di sini, jadi ..."
Rembulan tahu diri, dia akan segera pulang kalau begitu, ketika ia masih berbicara dan hendak pergi.
Kenzo yang dalam kondisi amarah yang tidak stabil, hati yang tidak stabil bangkit dengan segala kemarahan dalam dirinya.
Seolah tak memiliki seseorang untuk disalahkan, dia melihat Rembulan menjadi objek amarahnya.
Trauma memang semengerikan itu, tidak se sederhana ketika orang menjelaskan nya, ketika trauma tidak sembuh hanya disembunyikan dan ditekan maka trauma itu akan menjadi Boomerang yang menakutkan.
Sama seperti Kenzo sekarang, trauma nya Kehilangan seseorang yang berharga membuatnya menjadi gila dan tak bisa berpikir dengan jernih.
Di menahan tangan Rembulan menarik makanan yang tadi sudah dibuka oleh Rembulan untuk diberikan kepada suaminya.
__ADS_1
"Bawa ini pergi, dan menjauhlah! apa kau tidak tahu bahasa manusia?!"
Kenzo tanpa sadar membentak Rembulan.
Dia tidak sadar jika dia sudah keterlaluan sekali.
Rembulan hanya ingin ada ketika dia terpuruk, tetapi dia malah menyalahkan Rembulan untuk semua yang telah terjadi.
Rembulan terdiam sesaat, bisa terdengar dari luar bagaimana hujan mulai turun semakin deras.
Wajah pucat nya itu semakin terlihat jelas, ketika Rembulan menunduk dan hendak pergi, tangannya yang sudah gemetaran tak sengaja menjatuhkan barang bawaan nya yaitu bekal yang tadi diminta Kenzo untuk dibawa pulang.
"Prang!"
Bekal itu berserakan di lantai, Rembulan jadi panik, dia tidak ingin Kenzo marah lagi.
Sejenak dia melihat kearah Kenzo yang sudah menahan kemarahan, lalu dengan cepat sekali Rembulan duduk di hadapan Kenzo untuk memungut semua makanan yang sudah berserakan.
"Ma ... maafkan aku, aku tidak sengaja ... aku akan mengambil semuanya kembali ... maafkan aku,"
'Apa yang membuat aku merasakan sakit seperti ini? Suamiku hanya sedang terluka dan syok, dia pasti tidak sengaja melakukan ini!'
Rembulan menekankan dirinya jika Kenzo tidak mungkin dengan sengaja melakukan semua ini.
Walau air matanya mengalir deras, Rembulan menunduk sekali sehingga Kenzo tak akan bisa melihat air matanya.
Rembulan tidak mengerti mengapa hatinya sakit sekali, mungkin karena harapannya sendiri.
Bagaimana ia berharap Kenzo tak akan memperlakukan nya seperti ini, bagaimana Rembulan merasa kembali seperti dulu, ketika banyak orang menghinanya dan membuatnya menunduk seperti ini.
Luka di hatinya sangat sakit mungkin karena Kenzo berlaku seperti orang-orang yang selama ini menyakitinya.
__ADS_1
Rembulan terlihat memungut semua makanan dengan tangan kosong, memasukkan nya kembali ke wadah bekal dan bangkit.
Dia menundukkan kepalanya dan berpamitan.
"Aku pulang ... maafkan aku mengganggu mu malam ini,"
Rembulan sudah menghapus semua air matanya, dia tersenyum tegar dan menatap Kenzo beberapa saat.
Tatapan ini sama seperti tatapan yang dulu, ketika pertama kali Kenzo bertemu dengan Rembulan, dia juga menatap seperti ini.
"Kakek ... aku pulang dulu, walau Kakek tidak bisa mendengar aku, tetapi doa ku selalu menyertai Kakek ..."
Rembulan juga berpamitan kepada Kakek Reynold.
Dia kemudian melangkahkan pergi, dengan tubuh yang kedinginan dan menggigil.
Dia bahkan tak sempat mengenakan jaket karena khawatir, tetapi Kenzo malah memperlakukan nya seperti itu.
Hari ini membuat Rembulan sadar jika mungkin Kenzo sama sekali belum menganggap nya sebagai orang penting dalam hidupnya.
.
.
.
.
Author : Perjalan Kenzo dan Rembulan akan diuji, novel ini bukan novel misteri atau mafia seperti novelku biasanya akan tetapi novel ringan yang memainkan perasaan.
Jadi jika ada yang tidak suka dengan konfliknya saya minta maaf, saya sadar jika saya memang tidak bisa memuaskan semua orang.
__ADS_1
Tolong jangan komentar buruk ke saya, jika tidak suka tinggal skip ya 🥺 biar semangat menulisnya enggak luntur.
Lope you sekebon jeruk semuanya 😘🥺