
Episode 28 : Mengembalikan uang.
***
"Baik Tuan ..." Rembulan menurut saja, dia berdiri dari tempat duduk, kaki bagian dalamnya masih sakit akibat baru saja melepaskan perawan nya, jadi Rembulan menunjukkan wajah yang meringis dan hendak melangkah.
"Aku berubah pikiran! untuk malam ini saja kau duduk di dekatku!" ketus Kenzo lagi.
Entah kenapa Kenzo tidak suka melihat wanita ini kesakitan, hal itu akan membuat Kenzo Mengubah keputusan nya secepat kilat.
Rembulan yang mendengar hal itu tetap bersikap biasa saja, menurut dan menghindari masalah dengan Kenzo.
"Baik Tuan ..." balasnya lagi menunduk dan duduk kembali.
Setelah itu mereka berdua mulai makan bersama.
Keduanya diam saja, hanya alat makan yang saling beradu.
Kenzo yang tak bisa mengalihkan perhatiannya selalu saja memperhatikan kearah Rembulan yang kelihatan sekarang dengan jelas jika wajah wanita ini pucat.
Saat melihat wajah pucat itu, Kenzo mencoba mengalihkannya perhatiannya, namun ia gagal lagi.
Sekarang bukan hanya wajah yang ia lihat, tangan Rembulan yang memang bertekstur kasar dan beberapa jari dibalut membuat Kenzo semakin penasaran.
__ADS_1
"Kenapa kau terlihat menyedihkan sekali? ada apa dengan tangan mu? kenapa banyak perban disana?"
Kenzo tak bisa menahannya lagi, dia ingin tahu mengapa tangan gadis ini terluka begitu banyak dan tekstur nya kasar sekali.
Rembulan menelan makanannya karena ia belum selesai makan, dan dia masih lapar sekali.
Tetapi dia tetap menoleh kearah suaminya dan menunduk hormat untuk menjawab pertanyaan Kenzo.
"Tangan saya terluka karena terlalu sering terkena air dan detergen Tuan, sebelumnya saya bekerja di bagian cuci, dan sebenarnya tangan saya sensitif jadi setiap terkena detergen maka tangan saya akan terluka ...."
Rembulan menjelaskan dengan matanya yang bulat dan antusias sekali, sambil sesekali menelan salivanya agar dia tidak gugup.
Rembulan kembali melanjutkan ucapannya.
Sembari melihat tangannya dia tersenyum tulus, "Tapi tidak sakit Tuan, karena aku membantu Ibuku dan hal itu membuat ku senang,"
"Deg ... Deg ... Deg!"
Kenzo terdiam dan matanya melebar, dia tidak pernah melihat wanita seperti Rembulan dengan antusias menjelaskan luka di tubuhnya.
Menurut Kenzo, luka di tubuh wanita pastilah akan sangat memalukan dan setiap wanita pasti akan berusaha menghilangkan luka itu.
Akan tetapi sungguh berbeda dengan Rembulan, Rembulan bangga mengatakan asal luka itu karena alasan membantu ibunya yang sakit.
__ADS_1
"Cih!"
Kenzo mengalihkan pandangannya agar dia tidak terus terpaku dengan wanita cantik yang bercerita sangat tulus di dekatnya.
"Aku jadi penasaran kenapa kau menghasut Kakek agar menikah denganku! padahal kau bisa meminta uang saja!" gerutu Kenzo hendak menyelesaikan makanan nya saja dan pergi.
"Ummm ..."
Setelah mendengar mengenai uang, Rembulan baru saja teringat akan sesuatu.
"Tu ... Tuan, maafkan aku jika waktunya tidak tepat tapi ini uang anda, aku selalu simpan dengan baik,"
"Sesungguhnya aku tidak membutuhkan uang, karena Kakek Reynold sudah membayar hutang ayah tiri ku, jadi ...."
"Aku kembali cek ini kepadamu,"
Rembulan mengembalikan cek yang diberikan oleh Kenzo kepadanya saat lalu.
Rembulan tidak membutuhkan uang sebanyak itu, apalagi secara cuma-cuma, walau Rembulan tidak bersekolah sampai jenjang yang tinggi, Rembulan memiliki prinsip jika dia harus bisa menghasilkan uang nya sendiri.
.
.
__ADS_1
.
.