Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 85 : Menuju malam panas.


__ADS_3

Episode 85 : Menuju malam panas.


***


Tanpa sadar Rembulan jadi terharu.


Dia menunduk lesu, "Aku hanya memberikan mu batu biasa, tapi kau memberikan aku sangat banyak ... aku merasa jadi sangat kecil ..." seru Rembulan jadi tahu betapa kecil dia dibandingkan suaminya.


"Hehe ... sayang siapa bilang hari ini kau hanya memberikan aku batu saja ... kau masih saja polos, malam ini kita akan saling memuaskan ... aku akan mengajari mu banyak hal seperti sebelumnya ..." bisik Kenzo membuat bulu kuduk Rembulan naik semuanya.


Rembulan terdiam membeku dan dia memang lupa sesaat bagaimana sejak tadi siang Kenzo telah menahan gairahnya.


'Astaga ... aku sungguh lupa, ah ... habislah aku malam ini, apakah besok aku masih bisa berjalan? bagaimana ini! Tidaaaakkkkkk!'


Rembulan jadi panik sendiri, dia mencoba mengalihkan perbincangan agar tidak terlalu fokus ke hal nakal itu.


"Wa ... wah, ha ha ha, indah sekali malam ini, bagaimana jika kita pergi memancing ... hehe," Rembulan mencoba menagih perbincangan dengan suara yang gugup.


Rembulan benar-benar payah dalam usaha mengalihkan perbincangan mereka.


'Memancing? Rembulan, apakah kau gila? dari antara semua kata kenapa memancing? ah ... habislah sudah!'


Rembulan panik sendiri dengan ucapannya yang tidak masuk akal.


Di malam hari dan hujan lebat begini dia malah mengajak suaminya memancing.


Sungguh Rembulan jadi malu dan membisu lagi.


Kenzo sadar jika istrinya malu ketika mencoba mengalihkan pembicaraan namun hal itu adalah salah satu pesona Rembulan.


Mungkin karena dia masih muda membuat Rembulan terkadang berbicara kekanak-kanakan, namun terlihat sangat menggemaskan seperti sekarang.


"Sayang ... sudah cukup kita main hujan-hujanan disini, ayo kita ke menu kencan utama kita, HA HA HA!"


Kenzo tak akan melepaskan Rembulan malam ini, Kenzo dengan sangat sigap dan cepat menggendong Rembulan yang tak bisa melepaskan dirinya lagi.


Kenzo melangkah memasuki kamar mereka dengan tubuh yang basah, bahkan langkah kakinya meninggalkan sisa air di lantai.


Rembulan ada di tangannya, dan Kenzo menatap ranjang hangat.


"Hmmm ... akan merepotkan jika ranjang kita basah, lebih baik kita mulai di kamar mandi saja ..." seru Kenzo bersikap biasa saja ketika mengatakan itu.


Berbeda dengan Rembulan yang sudah panik ketika kata-kata itu terdengar di telinganya.


"Ap ... apa? di ... di kamar mandi? tapi ... tapi aku beli pernah disana ... dan," Rembulan benar-benar gugup sekali.


Dia bahkan tak menemukan ucapan yang tepat yang bisa ia katakan sekarang.


Sesampainya di kamar mandi, Kenzo meletakkan Rembulan dengan hati-hati agar tidak licin karena mereka memang sangat basah sekarang.

__ADS_1


Bahkan di kamar mandi pemandangan terlihat luar biasa, Rembulan sampai tak habis pikir mengapa ada orang bisa mendesign tempat sehebat ini.


Di kamar mandi luas itu, ada bathtub besar, berisikan air berbusa yang di sisinya ada dinding kaca yang bisa melihat pemandangan luar yang tengah hujan.


Sekarang Kenzo sedang mencelupkan tangannya ke air dalam bathtub memastikan suhu nya tidak terlalu panas.


"Suhunya sudah pas ... saatnya kita mandi," seru Kenzo sudah melihat kearah istrinya yang terlihat kedinginan.


Namun ketika ia lihat dengan jelas lagi, pipi Kenzo langsung memerah dan jantungnya berdegup kencang sekali.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung nya berdegup sangat kencang dan dia hanya bisa menatap istrinya dan membeku sesaat.


Bagaimana tidak, dress yang dikenakan istrinya sudah tembus pandang, dan dari sana terlihat jelas warna pakaian dalam Rembulan yang tengah ia kenakan.


Kenzo menelan salivanya dengan kuat.


'Sepertinya aku harus membawanya membeli beberapa pakaian dalam yang seksi, dia pasti akan terlihat semakin luar biasa jika mengenakan itu, apalagi lingerie, astaga ... aku pasti gila!'


Kenzo bahkan sudah memiliki rencana nakal selanjutnya, dia akan membawa istrinya membelikan pakaian secara personal.


Dia tidak ingin dibelikan oleh orang lain, yang jelas segala hal yang menyangkut istrinya, maka dia harus turun tangan secara langsung.


"Sayang ... kau cantik sekali, semakin melihat mu semakin cantik, aku sungguh tak akan bisa melihat mu dengan yang lain ..." ucap Kenzo sekarang sudah ada di hadapan Rembulan.


Dia menatap nya dalam sekali sampai membuat Rembulan sangat malu dan menunduk.


'Astaga ... aku malu sekali, kenapa rasanya seperti malam pertama ya? aku malu ... bagaimana ini, aku ingin menutup mataku saja ...'


Rembulan entah mengapa malu sekali, dia mencoba menutupi tubuh transparan nya menggunakan tangan.


Tentu saja, Kenzo yang sangat bergairah kepada istrinya akan semakin bergairah jika Rembulan bersikap seperti ini.


"Sayang ... kau malu?" tanya Kenzo menyeringai nakal, dia sudah menuntun Rembulan agar melangkah dekat ke bathtub.


Rembulan yang memang tak bisa menahan rasa malunya, memejamkan matanya dan mengangguk.


"Ummm ... aku malu sekali," balas Rembulan dengan menundukkan kepalanya.


"Menggemaskan ... istriku memang sangat menggemaskan," bisik Kenzo secara perlahan membuka resleting dress istrinya dari belakang.


Lalu dengan lembut melepaskan semua nya dari tubuh istrinya.


Dress itu telah tergeletak di lantai, sehingga Rembulan terlihat sangat seksi sekarang di mata Kenzo.


Hanya menggunakan pakaian dalam dan tubuhnya basah karena hujan deras tadi, rambut panjang yang basah juga membuatnya terlihat sangat indah dan seksi.


Segala sesuatu dalam diri Kenzo sudah meledak sekarang melihat istrinya, dia ingin segera menghabisi istrinya semalam suntuk sampai pagi, akan tetapi Kenzo masih harus menahan dirinya sebentar lagi.

__ADS_1


Dia ingin mempertahankan malam ini romantis sampai akhir.


"Sayang ... buka matamu, nanti kau jatuh, masuklah ke dalam bathtub agar tubuh mu hangat," seru Kenzo meminta Rembulan untuk membuka mata.


Kenzo juga harus membuka bajunya, dia tidak ingin istrinya jatuh jika masuk ke dalam bathtub dengan mata terpejam.


Saat mendengar itu, Rembulan dengan cepat lepas dari genggaman tangan Kenzo dan masuk ke dalam bathtub.


Menutup dirinya sepenuhnya ke dalam busa air hangat.


"Ah ... hangatnya, setidaknya aku memiliki waktu sekitar satu menit untuk menahan rasa malu!" seru Rembulan pelan sekali.


Dia mencoba melihat ke sisinya dimana suara hujan terdengar ke telinganya, dia bisa melihat pemandangan laut yang terkena hujan ketika ia berendam di dalam bathtub.


Rembulan tak akan menyangka dalam hidupnya dia akan merasakan hidup seperti ini.


.


.


.


.


Author :


Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya๐Ÿค


Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu ๐Ÿ˜˜


Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.


Dan ketentuannya harus ada level fans.


Level fans :



Diamond akan mendapatkan pulsa 100K


Gold akan mendapatkan pulsa 50K


Silver akan mendapatkan pulsa 25K



Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.


Lope you sekebon ๐ŸŠ๐Ÿค

__ADS_1


__ADS_2