Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Bonus Chapter : Pergi berbulan madu.


__ADS_3

Bonus Chapter : Pergi berbulan madu.


***


"Selamat pagi sayang, kalian baik kan disana? Daddy dan Mommy mu yang cantik ini akan menjaga kalian sebaik mungkin, jadi baik-baik disana ya ..." ucap Kenzo lagi mengusap baby bump Rembulan.


Seolah berbicara dengan baby mereka yang masih berada di dalam perut Rembulan.


"Sayang ... terimakasih sudah berada di sisiku ketika aku bangun ..." Kenzo menatap kearah istrinya yang masih terdiam terpaku karena baru saja merasakan ciuman di baby bump nya.


"Hmmm ... aku memang sengaja selesai memasak langsung kembali kesini, oh iya ... aku sudah memasak, kita harus makan dan bersiap-siap, bukankah pagi ini kita akan bepergian?"


Rembulan mencoba mengingatkan Kenzo mengenai bulan madu mereka yang merupakan rencana Kenzo sendiri.


Mendengar itu, Kenzo duduk di tempat tidur dan tetap memandangi istrinya yang juga sudah duduk, karena ketika Kenzo duduk Rembulan merasa suasana mencekam yang seakan menuju olahraga panas ini akan berakhir.


"Baiklah ... aku akan menunggu diluar sebentar, sebaiknya kau mandi dulu ..." ucap Rembulan lagi hendak pergi.


Namun Kenzo menahan tangan istrinya, lalu ekspresinya yang sangat manja bisa dilihat oleh Rembulan.


"Ciuman pagi ku mana? apakah kau lupa?"


"Apa kau tidak mau mencium ku karena aku belum mandi?"


Kenzo menatap dengan serius namun ekspresi wajahnya sungguh menggemaskan.


Rembulan yang melihat itu tentu saja tertegun, sikap menggemaskan suaminya ini sudah ia lihat beberapa kali namun melihatnya kali ini lagi tetap saja membuat Rembulan seakan tak percaya jika Kenzo memang adalah tipikal suami yang sangat manja.


Atau mungkin memang bawaan hamilnya memang mempengaruhi suaminya juga.


Rembulan tidak jadi berdiri dan pergi, dia duduk dan meraih kedua pipi suaminya.


Lalu ....


"Cup!"


Ciuman di pipi segera mendarat dengan sempurna.


"Selamat pagi sayang, aku tidak lupa dengan ciuman pagi, kalau begitu aku menunggu mu di meja makan ya?"


"Apakah kau ingin membatalkan perjalanan bulan madu kita?"


Rembulan tersenyum manis sekali, memberikan perasaan hangat dan lembut di hati Kenzo.


Keberadaan Rembulan sungguh memberikan segala yang ia butuhkan.

__ADS_1


Dengan pipi yang memerah dan jantung yang berdegup begitu kencang, Kenzo menggelengkan kepalanya.


"Aku akan mandi, tentu perjalanan kita tidak boleh ditunda ..." seru Kenzo seolah mendapatkan energi dari ciuman sang istri.


Setelah itu, pagi menantang bagi Rembulan namun sangat menyenangkan bagi Kenzo sudah berakhir.


Kenzo tidak membiarkan Rembulan kelelahan, Kenzo akan benar-benar overprotektif dengan segala hal yang menyangkut istrinya.


Sebagai contohnya ketika diperjalanan ....


"Sayang ... apakah kau lapar?"


"Sayang, apakah kau lelah, haruskah aku mengurut kakimu?"


"Sayang, tidurlah di pundak ku dan katakanlah jika ada yang kau butuhkan ya ..."


Segala pertanyaan dan rasa khawatir memenuhi Rembulan selama perjalanan.


Sebenarnya hal itu adalah bentuk dari rasa khawatir Kenzo, namun Rembulan merasa sedikit cemas bagaimana seluruh orang yang berada di sekitar mereka akan terkena imbasnya.


Ketika mereka mengalami turbulensi di udara, Kenzo bahkan memarahi habis-habisan petugas penerbangan khusus pilot di pesawat pribadinya itu.


Mengatakan bagaimana mereka tidak bisa melakukan pekerjaan dengan benar karena membuat Rembulan hampir celaka dengan getaran yang diakibatkan oleh turbulensi.


Kenzo kesal dan tidak suka ketika melihat istrinya terlihat tidak nyaman akibat turbulensi yang baru saja terjadi.


Namun Rembulan menahan tangan suaminya, lalu tersenyum lembut sekali.


Menurut Rembulan hanya ini satu-satunya cara agar membuat Kenzo tenang dan tidak terlalu khawatir.


"Aku lelah ... bisakah duduk di sisiku saja? lagian yang baru saja terjadi hanya turbulensi biasa ..."


"Jangan terlalu khawatir, aku kan berada di sisimu selamanya, jadi aku pasti akan baik-baik saja!"


"Kita nikmati saja perjalanan ini berdua, dan mengingat nya sebagai kenangan seumur hidup ..." Rembulan mencoba menenangkan kepanikan dari Kenzo.


Mencoba mengatakan kepada Kenzo jika sudah tidak ada hal yang harus dikhawatirkan berlebihan seperti itu.


Mungkin ini berkaitan dengan trauma Kenzo, namun Rembulan sudah bertekad akan membantu Kenzo berdamai dengan traumanya.


"Haaahhh!"


Kenzo menghela nafasnya dalam, lalu duduk di sisi istrinya, mengenakan seatbelt dengan nyaman lagi.


"Tapi mereka harus hati-hati, ada kau disini, jadi mereka harus lebih ekstra hati-hati, bagaimana jika sesuatu terjadi dan ..."

__ADS_1


Wajah khawatir dari Kenzo bisa terlihat dengan sangat jelas, bagaimana Kenzo memang benar-benar khawatir sekali dan tidak ingin satu hal bahaya pun terjadi kepada istrinya.


Sebelum Kenzo melanjutkan ucapannya, Rembulan menarik tangan suaminya dan bersandar di bahunya.


"Aku baik-baik saja, temani aku disini saja ya, sebentar lagi kita juga akan sampai di tujuan ... tenanglah ..." Rembulan memejamkan matanya.


Menggandeng tangan suaminya dan bersandar di bahunya.


Ketika itulah Kenzo bisa tenang, ketika melihat istrinya terlihat sangat membutuhkan dirinya dan bergantung padanya.


Rasanya Kenzo merasa semakin penting dan hatinya terasa semakin ringan.


Dan benar saja ketika Kenzo menenangkan dirinya, tak terasa mereka sudah sampai di landasan helikopter menuju tempat berbulan madu mereka.


Lalu mereka menaiki helikopter lagi lalu sampailah mereka di tempat berbulan madu mereka.


Ialah di sebuah pulau pribadi yang sangat asri dan hanya pernah dikunjungi oleh keluarga Smith saja.


Namun disana, Liam sudah menyiapkan para pelayan, tenaga medis, semua hal yang memang dibutuhkan oleh Kenzo dan istrinya disana.


"Woah ..." mata Rembulan segera berbinar-binar ketika melihat pulau yang sangat indah dan bersih.


Bahkan langit nya terlihat sangat biru dan indah, rasanya surga dunia seperti ini barulah ia lihat pertama kali dalam hidupnya.


.


.


.


.


Author : Hello guys, bonus Chapter akan terus lanjut reguler setiap hari, tapi tidak crazy up, sekali lagi ya hanya mengingatkan jika aku hanya akan melanjutkan hingga Rembulan melahirkan.


Aku tidak ingin menambahkan konflik apapun lagi, karena jatuhnya nanti akan bertele-tele.


Dan juga terimakasih untuk saran kalian yang sangat keren keren untuk nama anak mereka.


Aku terharu banget baca satu-satu, salah memang belum bisa bales komen secara menyeluruh.


Aku terharu sekali 🥺😭


Aku akan memilih saran Kak Vitha ya, dengan nama Nathan dan Nala 😍❤️


__ADS_1


__ADS_2