Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 78 : Apakah aku harus membuat suamiku jatuh cinta kepadaku?


__ADS_3

Episode 78 : Apakah aku harus membuat suamiku jatuh cinta kepadaku?


***


Di kamar pribadi Kenzo Smith,


Ketika tubuhnya jatuh kedalam pelukan Kenzo, Rembulan bisa merasakan getaran di tubuh suaminya.


Rembulan tidak tahu apa yang dimimpikan oleh Kenzo akan tetapi untuk saat ini dia akan menenangkan nya dulu.


Rembulan mengusap pundak dan rambut suaminya, memberikan Kenzo waktu untuk menenangkan dirinya.


Sudah berlalu sekitar 10 menit ketika Kenzo mendekap Rembulan begitu erat, Rembulan sudah merasa sedikit pegal dan panas.


Saat Rembulan mengintip sedikit kearah suaminya, Kenzo Smith masih memejamkan matanya.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Dering ponsel juga sudah berbunyi sejak tadi, tetapi seolah tak dihiraukan oleh Kenzo sama sekali.


"Tuan ... telepon mu," Rembulan mencari cara agar bisa lepas, dia merasa Kenzo telah benar-benar terlambat pergi ke kantor.


"Tidak ... aku tidak ingin mengangkat panggilan itu, jika aku mengangkat panggilan itu, pasti aku berubah pikiran untuk segera pergi ke kantor dan hubungan kita akan semakin jauh!"


Kenzo sungguh memikirkan mengenai ucapan Rembulan tadi malam, bagaimana Rembulan sungguh akan menyelesaikan pernikahan mereka ketika mereka sudah memiliki anak.


Kenzo sesaat lupa jika yang mencetuskan semuanya adalah dirinya sendiri, ketika merasa jika dia hanya menyukai Laura dan tak mungkin menyukai wanita lain lagi.


Tetapi fakta tidak seperti itu, hanya dalam beberapa saat hatinya sudah berubah, dan hal itu membuatnya bingung.


Awalnya Kenzo hanya tidak ingin menyakiti wanita lain jika menjadi istrinya namun tidak akan ia cintai.


Tetapi segalanya telah berubah sekarang.


"Tuan, aku bingung dengan semua ucapan mu, kenapa menyuruh ku bertahan dan tidak pergi sekarang jika yang meminta perceraian ketika memiliki anak adalah dirimu ..."


"Tuan sungguh membuat aku selalu saja merasa tidak pasti setiap hari, aku tidak tahu harus membuat keputusan seperti apa karena Tuan sendiri masih tidak bisa memastikan hubungan kita selanjutnya ...."


Rembulan sudah mengangkat wajahnya, entah mengapa dia jadi kesal.


Kenzo menyuruhnya bertahan, dan tidak pergi, menyuruhnya untuk selalu di sisinya akan tetapi kenyataannya adalah yang menginginkan perpisahan ini adalah Kenzo sendiri.


"Kenapa memanggil aku Tuan lagi? apa kau sungguh ingin melakukan itu lagi? kau senang menggodaku kan? memanggil aku Tuan lagi ketika aku sudah memeringati mu berulang kali jika kau berani memanggil aku Tuan lagi maka aku akan segera menghabisi mu tanpa ampun ...."


Sejak tadi Kenzo mendengar Rembulan memanggil nya Tuan lagi, yang artinya Rembulan masih marah.


Rembulan terdiam dan hanya menatap tak terima dengan ucapan Kenzo.


'Kenapa jadi menggoda?'


'Kenapa lelaki ini sangat membingungkan, aku harus apa sebenarnya?'


Rembulan mencengkeram tangannya, dia hanya bisa menatap Kenzo dengan tatapan yang kesal.

__ADS_1


Dia bahkan mengepal tangannya, Kenzo langsung tahu jika Rembulan kesal, namun wajah kesal dan menantang ini sangat menggemaskan bagi Kenzo.


Kenzo mencubit pelan pipi istrinya lalu memeluknya kencang lagi.


"Sayang ... bisakah kau menunggu ku sebentar lagi, entah mengapa semuanya terlalu terburu-buru bagiku,"


"Tetapi yang aku tahu sekarang hanyalah aku tidak bisa melepaskan mu, jika aku melepaskan mu maka aku mungkin akan menjadi gila!"


"Jadi berjanjilah jika kau tidak akan pernah membahas mengenai perpisahan atau ingin pergi dariku lagi, jika kau membahas itu aku akan menghabisi mu ...."


Kenzo berbicara dengan lembut, dia menjelaskan bagaimana semua masih terlalu cepat baginya.


Mendengar itu entah mengapa Rembulan mengerti namun kesal disaat yang bersamaan.


Dia merasa wanita bernama Laura itu sangat beruntung dan hebat, bisa membuat suaminya gundah dan bingung disaat yang bersama.


'Wanita bernama Laura itu sangat beruntung! mengapa dia bisa membuat suamiku sulit melupakan dia!'


'Apa karena dia suamiku mencetuskan perjanjian perpisahan diawal pernikahan?'


'Tapi tunggu dulu, apakah suamiku baru saja mengatakan mengenai jika dia sedang ragu? itu karena aku kan?'


'Apakah itu artinya walau sedikit saja aku sudah ada di hatinya? apakah itu benar?'


'Jika itu benar, maka bukankah yang harus aku lakukan hanyalah membuatnya jatuh cinta kepadaku? daripada berpisah dan mencoreng kesucian pernikahan, lebih baik berusaha dahulu!'


Rembulan langsung berbicara panjang lebar dalam hatinya.


Dia menyadari sesuatu dan hal itu membuat nya tidak menyerah.


Pernikahan ini hanyalah pernikahan paksaan yang diawali sebuah jebakan demi uang membayar hutang.


Rembulan tidak menyalahkan Kenzo memiliki seorang perempuan lain di hatinya, yaitu Laura.


Karena Rembulan sadar jika sebelum dirinya sudah ada wanita itu di hati suaminya, dan untuk itu Rembulan tidak bisa berbuat banyak.


Hanya saja baru saja Rembulan mengetahui jika ternyata suaminya juga sudah mulai merasakan hal yang sama seperti dirinya.


Perasaan takut kehilangan satu sama lain, dan keinginan untuk mempertajam pernikahan ini.


Karena walau pernikahan mereka diawali sebuah kesalahan akan tetapi nilai pernikahan itu tidak akan pernah berubah.


Jika pernikahan ini suci dan tidak boleh sembarang mengakhiri.


"Sayang ...."


"Sayang ..."


"Sayang ... apa yang sedang kau pikirkan?"


Sudah beberapa kali Kenzo memanggil Rembulan, tetapi tak di dengar sama sekali.


Karena pikiran Rembulan tengah melayang begitu jauh, mengenai langkah apa yang sebenarnya yang harus ia lakukan.

__ADS_1


Rembulan segera terperanjat saat itu, saat Kenzo sudah meraih kedua pipinya dan menatapnya dengan sangat lekat.


Karena Rembulan masih ada di atas tubuh Kenzo membuat Rembulan terasa dekat sekali dengan suaminya ini.


"Ti ... tidak apa-apa, aku hanya ... aku hanya sedikit melamun ..." balas Rembulan mengalihkan pandangannya ke arah yang berbeda.


Dia masih saja malu jika melihat suaminya dari arah yang sangat dekat seperti ini.


"Hmmm ..."


Kenzo menatap istrinya yang selalu saja lebih cantik ia lihat setiap harinya.


"Kalau begitu cepatlah berjanji, jangan membahas mengenai perpisahan lagi, aku bersungguh-sungguh sekarang ..." seru Kenzo menatap bentuk mata, hidung, bibir, wajah dan leher istrinya dengan sangat jelas.


Bagaimana semua itu terlihat sangat indah dan sangat cantik.


Rembulan langsung melihat kearah Kenzo lalu menatap Kenzo dengan sungguh-sungguh.


"Aku akan berjanji tetapi kau juga harus berjanji, berikan aku kepastian secepatnya, dan jangan bertemu dengan wanita itu lagi, kau bilang aku istrimu kan? jadi aku berhak melarang mu bertemu wanita itu kan?" seru Rembulan benar-benar tegas.


Dia tidak akan mau hubungan ini seperti berlayar tanpa arah lagi.


.


.


.


.


Author :


Halo, jangan lupa diberikan dukungan berupa like dan komentar nya ya๐Ÿค


Sekalian untuk mengumumkan di akhir episode aku akan memberikan hadiah pulsa kepada pembaca setia sebagai penghargaan sudah mendukung akuu ๐Ÿ˜˜


Yang mendapatkan hadiah adalah pembaca dari ranking 1-3.


Dan ketentuannya harus ada level fans.


Level fans :



Diamond akan mendapatkan pulsa 100K


Gold akan mendapatkan pulsa 50K


Silver akan mendapatkan pulsa 25K



Terimakasih semuanya, maaf jika masih banyak kekurangan.

__ADS_1


Lope you sekebon ๐ŸŠ๐Ÿค


__ADS_2