Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 92 : Pesan terkahir Kakek Reynold.


__ADS_3

Episode 92 : Pesan terkahir Kakek Reynold.


***


"Kakek ... jangan tinggalkan aku, apakah karena aku bahagia akhir-akhir ini? apakah karena itu Kakek ingin pergi?"


"Jangan Kek, maafkan aku karena bahagia sendirian, maafkan aku ... hanya saja tolong jangan tinggalkan aku ..."


Kenzo benar-benar terlihat lemah sekali, dia tidak berdaya.


Sang waktu akan merenggut seseorang paling berharga dalam hidupnya.


Bagaimana Kenzo bisa mengangkat wajahnya lagi?


Kenzo berlutut di pinggiran ranjang, sembari memeluk kakeknya, dan tangannya menggenggam tangan kakeknya erat sekali.


Seolah memberikan kehangatan dari tangannya menuju tangan dingin kakeknya.


Reynold sedang bermimpi, dia bertemu lagi dengan cinta sejatinya, istrinya yang tak pernah lekang dari hatinya.


Dia begitu bahagia, dia tersenyum sembari menatap senyuman istrinya di tempat yang terang.


Firasatnya sungguh tidak salah, keputusannya menikahkan Kenzo dengan cepat adalah keputusan yang sangat tepat.


Akhirnya, Reynold bisa meninggalkan dunia tanpa merasakan rasa bersalah.


"Kakek ..."

__ADS_1


Suara yang bergetar itu terdengar di telinga Reynold, dia terbangun dan hal pertama yang bisa ia rasakan adalah bagaimana tangan cucunya menggenggam tangannya erat sekali.


"Kenzo ..." suara lemah itu akhirnya berbicara.


Membuat Kenzo terkejut, melebarkan matanya dan bangkit.


"Kakek, akhirnya kau bangun, kata mereka Kakek tidak bisa bangkit dari ranjang mu, katanya Kakek tidak mau bangun dan terus saja memimpikan Nenek ..."


"Aku tahu jika Kakek pasti baik-baik saja,"


Kenzo merasa jika saat kakeknya bangun, itu berarti kakeknya pasti baik-baik saja.


Kenzo hendak bangkit dan berlari memanggil dokter pribadi yang sudah standby di mansion Kakek Reynold sepanjang waktu.


Akan tetapi tenaga lemah Reynold mencoba menahan Kenzo.


Dia menginginkan Kenzo mendengarkan ucapannya, menginginkan Kenzo mendengarkan nya malam ini.


Kenzo yang tadi sudah bersemangat dan tersenyum lepas menahan nafasnya sejenak, dia terdiam membisu.


Ketika mendengar ucapan kakeknya, senyuman dan harapannya tadi hampir hilang, namun dia tidak kau mempercayai kenyataan dan menuruti kakeknya duduk di ranjang dan mendengarkan Reynold.


"Katakanlah Kek, aku akan mendengarkan ..." balas Kenzo meraih tangan Reynold lagi dan menggenggamnya erat-erat.


"Haah!"


Reynold menghela nafasnya panjang, terasa sekali jika bernafas saja dia terasa sulit.

__ADS_1


"Cucuku, apakah kau ingat apa yang dulu aku ucapkan? jika dunia ini memiliki prosesnya sendiri,"


"Jika sebuah kematian bukanlah akhir melainkan awal?"


"Kakek mu ini sudah sangat tua, aku bertahan selama ini karena khawatir kepada mu siang dan malam, tetapi sekarang Kakek mu ini sudah bisa bertemu dengan Nenek mu kan?"


"Kakek mu ini sudah bisa tidur dengan tenang, tidak akan memikirkan bagaimana cucuku yang memiliki hati lembut itu menjalani hidupnya kan?"


"Kakek sangat menyayangi mu, tetapi Kakek sudah harus kembali ke Sang pencipta, jadi ... cucuku, jika Kakek pergi, tolong jangan menghukum dirimu sendiri seperti masa lalu ..."


"Ingatlah sekarang kau sudah memiliki istri dan nanti akan memiliki keluarga kecil ..."


Reynold akhirnya mengatakannya, sesuatu yang sebenarnya berat ia ucapkan akan tetapi harus ia sampaikan kepada cucu kesayangannya.


"Deg!"


Seperti ada pedang yang menusuk jantung Kenzo ketika mendengar ucapan dari kakeknya.


"Tidak ... Kek, Kakek sudah berjanji akan melihat aku memiliki anak, Kakek berjanji tidak akan meninggalkan aku ..."


Kenzo tak bisa menahan isakan tangis nan pilu nya, dia tidak bisa menggambarkan bagaimana ia kesakitan mendengar ucapan kakeknya itu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2