Pernikahan Paling Luar Biasa

Pernikahan Paling Luar Biasa
Episode 49 : Tidak bisa berhenti memikirkan istri.


__ADS_3

Episode 49 : Tidak bisa berhenti memikirkan istri.


***


Saat Kenzo sudah sampai di kantor, wajahnya terlihat muram sekali, dia kesal bagaimana isi kepalanya hanya memikirkan mengenai istrinya sejak tadi.


Sejak ia melangkah pergi yang ia bayangkan hanyalah senyuman kepalsuan di wajah istrinya.


Senyuman itu adalah gambaran bagaimana hubungan mereka yang penuh kepalsuan, namun disaat yang sama Kenzo malah merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya.


"Sial! aku bahkan tak bisa mengeluarkan dia dari pikiran ku!" Kenzo tak bisa fokus sama sekali.


"Pak ..." Sejak tadi sudah ada Liam yang hendak memberikan laporan mengenai meeting kemarin yang di skip oleh Kenzo.


Juga mengenai semua pelaku komentar buruk di media sosial dan yang mengirimkan gambar Rembulan secara sembarangan telah diproses hukum.


"Pak ... Pak Kenzo ..."


Sejak tadi Liam telah memanggil atasannya, namun Kenzo yang menatap ke layar komputer nya hanya diam saja dan matanya terlihat kosong.


'Apakah aku terlalu kasar padanya?'


'Apakah dia sakit hati karena ucapan ku?'


'Kenapa dia selalu tersenyum seperti itu kepadaku?'


Isi pikirannya hanyalah bagaimana ia memikirkan bagaimana Rembulan merespon ucapan spontan nya tadi pagi.


Liam semakin Bingung dengan atasannya ini, ini adalah kali pertama ia melihat Kenzo melamun di kantor, dan hal ini terlalu mengejutkan baginya.


"Pak Kenzo!"


Suara Liam sudah sedikit tegas membuat Kenzo akhirnya menyadari keberadaan Liam yang sejak tadi terabaikan.

__ADS_1


"Ada apa?"


Mata Kenzo langsung dingin, terlihat tidak suka baru saja diganggu oleh Liam.


Setelah Liam mendapatkan perhatian atasannya, akhirnya Liam memberitahu mengenai seluruh laporan yang hendak ia beritahu.


Liam akhirnya bisa pergi dengan banyaknya pertanyaan di kepalanya mengenai keadaan atasannya.


Liam belum pernah melihat atasannya bersikap seperti itu sebelumnya.


Saat Liam sudah keluar dari ruangan pribadi Kenzo, Kenzo mendapatkan pesan dari kakeknya.


Namun langsung dihiraukan oleh Kenzo.


***


Hari itu segalanya terlihat menyebalkan bagi Kenzo, sudah jam delapan malam tetapi dia belum pulang juga.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Matanya sedikit menyipit, awalnya dia hendak tak menjawab panggilan itu akan tetapi ia urungkan.


"Halo Tuan Kenzo ..."


Suara yang terdengar itu langsung dikenali oleh Kenzo.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Kenzo langsung menjauhkan telepon genggamnya sesaat dari telinganya.


"Ehem ..."


Dengan pipi memerah dia akhirnya mendekatkan kembali ponselnya dan menjawab panggilan dari istrinya.

__ADS_1


Ya, yang menghubungi dia adalah Rembulan.


"Halo, ada apa?"


Seperti biasa, Kenzo akan menjawab dengan jawaban singkat dan dingin.


"Maafkan aku mengganggu mu Tuan, tetapi aku sudah ada di taman perusahaan mu, sudah hampir terlambat kita ke kediaman Kakek Reynold ..."


Rembulan mengatakan sesuatu yang membuat Kenzo bingung.


"Ke rumah Kakek? malam ini? kenapa?"


Kenzo langsung bertanya banyak hal, dia tidak mengerti apa yang dikatakan istrinya.


"Apakah Tuan tidak diberitahu oleh Kakek Reynold, jika malam ini kita harus makan malam di kediamannya?"


Rembulan memperjelas maksud dari ucapannya.


"Hah?"


Kenzo akhirnya membuka pesan yang ia abaikan dari kakeknya dan benar saja disana kakeknya meminta mereka berdua harus makan malam di kediamannya.


"Astaga!" geram Kenzo langsung bangkit, dia tidak mau mengecewakan kakeknya, dan pergi bergegas menuju taman perusahaan nya.


Langkah kakinya semakin cepat, dia berlari menuju taman ketika melihat jam di tangan sudah jam 8 malam, mereka sudah hampir terlambat untuk menghadiri makan malam yang diadakan kakeknya.


Saat sampai di taman, dia bertemu dengan istrinya, Rembulan yang langsung berdiri melihat kedatangan suaminya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2